Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Cahaya Kebangkitan dari Negeri Anbiya’; Kematangan Politik Ikhwanul Muslimin Mengantarkan Mursi Presiden Pilihan Rakyat

Cahaya Kebangkitan dari Negeri Anbiya’; Kematangan Politik Ikhwanul Muslimin Mengantarkan Mursi Presiden Pilihan Rakyat

Judul : Cahaya Kebangkitan dari Negeri Anbiya’; Kematangan Politik Ikhwanul Muslimin Mengantarkan Mursi Presiden Pilihan Rakyat.
Penulis : Abu Ghozzah
Penerbit : Maktaba Gaza
Cetakan : Pertama, Agustus 2012
Halaman : 184 halaman
Ukuran : 13.5 x 20 cm
ISBN : 978-602-97359-6-3

Cover buku “Cahaya Kebangkitan dari Negeri Anbiya'”.

dakwatuna.comSyukur alhamdulillah, rangkaian sejarah dakwah ilallah SWT di bumi para Anbiya’, Negeri Kinanah, yaitu Republik Arab Mesir menuju kebangkitannya. Revolusi anak negeri itu telah menorehkan prestasi besar dengan terpilihnya presiden dari kalangan sipil pertama kali, presiden yang lahir dari rahim revolusi, Dr. Muhammad Mursi.

Dengan terpilihnya Dr. Mursi berarti tuntutan revolusi akan terus berlanjut, karena revolusi lahir untuk menyudahi pemerintahan tiran, korup dan penyebab kerusakan di segala lini kehidupan. Angin segar perubahan itu terus menggelinding sampai pada akhirnya Islam mewujud dalam institusi resmi di eksekutif, yudikatif juga legislatif.

Kemenangan revolusi itu melalui jalan panjang, berliku dan penuh jebakan. Banyak sekali manuver, bergumulan, bergulatan yang dimainkan oleh musuh-musuh revolusi dalam upaya membungkam laju revolusi namun bisa disikapi dengan kepala dingin (Kematangan Politik Ikhwanul Muslimin).

Satu hari sebelum Panitia Penyelenggara Pilpres mengumumkan hasil final, militer mengerahkan tank-tank, panser-panser dan pasukan disiap-siagakan di tempat-tempat vital. Militer ketika itu mengatakan siapa yang tidak menerima hasil final pilpres akan ditindak dengan tegas. Menanggapi hal itu, syaikh Jum’ah Amin salah satu tokoh Ikhwan dengan tenang mengatakan: “Waallahu yaf’alu maa yasyaa’. Allah berbuat sesuai kehendak-Nya.”

Komentar singkat, namun menunjukkan keyakinan yang mendalam terhadap ketentuan dan kemenangan dari Allah swt.

Lain lagi komentar salah satu masyayikh Mesir yang berdomisili di Malaysia yang disampaikan kepada penulis, “Kemenangan demi kemenangan yang di raih Ikhwan di Mesir menunjukkan keberkahan berjamaah dan keberkahan syura.”

Unik yang terjadi di Mesir, Presiden Mursi dilantik tanpa ada parlemen dan lembaga permusyawaratan, karena kedua lembaga ini dibubarkan oleh militer, padahal keduanya produk pemilu langsung pilihan rakyat. Presiden Mursi dilantik dengan wewenang dan kekuasaan yang dibatasi oleh “dustur mukammil” produk militer.

Kondisi yang demikian tidak membuat Presiden Mursi gusar. Beliau bekerja dalam diam. Beliau tidak ingin membuat jurang konfrontasi yang diciptakan lawan-lawan revolusi menjadi menganga lebar. Beliau berkomunikasi dan menjalin hubungan dekat dengan semua lembaga negara dan semua kelompok anak negeri. Beliau tunjukkan keseriusan janjinya bahwa dirinya adalah pelayan rakyat, bahwa dirinya adalah presiden bagi semua rakyat Mesir, bukan seperti yang dituduhkan lawan-lawan politik beliau yang menyatakan bahwa Mursi hanya akan menghambat kemajuan, modernitas, sektarian, tidak independen.

Beliau menggencarkan program 100 hari yang berorientasi langsung pada kebutuhan dan hajat rakyat, yaitu keamanan, roti, BBM, kemacetan dan sampah. Presiden Mursi mampu mengedukasi rakyat untuk mensukseskan program 100 hari tersebut. Beliau instruksikan pada gubernur dan wali kota untuk turun menemui warga, menyerap aspirasi mereka dan bekerja bersama dengan mereka. Gerakan “Negeri Bersih” dari sampah sekarang ini menjadi issu bersama antara pemerintah pusat, propinsi, kota dan semua warga negara Mesir. Masyarakat Mesir saling berlomba menunjukkan lingkungannya paling bersih.

Tudingan lawan-lawan politik presiden Mursi terbantahkan dengan aksi dan kerja nyata presiden yang pro rakyat.

Peran masyarakat madani pun sangat signifikan dalam mencerdaskan rakyat. Institusi Al-Azhar Asy-Syarif, Hai’ah Kibar Ulama, organisasi-organisasi massa Islam, termasuk juga organisasi pemuda revolusi terus mengawal revolusi. Dan IM mampu bekerja sama dengan baik bersama mereka.

Buku ini berusaha merekam perjuangan politik Jamaah Ikhwanul Muslimin juga sayap politiknya Hizbul Hurriyah wal ‘Adalah atau Freedom And Justice Party yang merupakan satu kesatuan dalam pentas pilpres Mesir 2012.

Buku ini dibagi menjadi beberapa bab besar; Pertama, Kematangan Politik IM. Kedua, Proyek Kebangkitan dan Dukungan Kekuatan Politik Terhadap Capres IM. Ketiga, Profil Presiden Mursi dan Dukungan Keluarganya. Keempat, Program 100 Hari dan Gebrakan Presiden Mursi. Kelima, Babak Baru Hubungan Luar Negeri Mesir. Keenam, Manuver Cantik Mursi dalam Sorotan Media Massa Asing. Ketujuh, Demam Mursi Mewarnai Media Massa Indonesia. Kedelapan, Fatwa-Fatwa Pemilu. Kesembilan, Taujihat Qiyadah dalam Meriayah Kader dan Membentuk Opini Masyarakat. Kesepuluh, Kabinet Baru dan Era Baru Mesir.

Buku ini merupakan lanjutan dari buku sebelumnya; “Musim Semi Revolusi Dunia Arab, Success Story Partai Kebebasan dan Keadilan, Sayap Politik Jamaah Ikhwanul Muslimin” yang telah merekam keberhasilan perjuangan IM dalam pemilu parlemen dengan meraih dukungan signifikan, 47% kursi suara.

Sub judul buku ini “Kematangan Politik Ikhwanul Muslimin Mengantarkan Mursi Presiden Pilihan Rakyat” bukan untuk memprovokasi pembaca berdebat soal aqidah. Penulis yakin bahwa kita semua paham dengan ayat Al-Qur’an yang sering menjadi wirid pagi dan petang: “Katakanlah! Allah pemilik kerajaan. Allah memberi kekuasaan kepada orang yang dikehendaki dan mencabut kekuasaan dari orang yang dikehendaki-Nya…” termasuk kepada presiden Mursi. Dirinya menjadi presiden adalah suratan takdir Allah. Namun, penulis ingin menggambarkan bagaimana provokasi, upaya-upaya yang dilakukan oleh musuh-musuh revolusi untuk membungkam dan menggagalkan revolusi demikian jahat. Dengan kearifan dan kematangan politik Ikhwan, makar-makar tersebut bisa ditaklukkan.

Secara fisik buku ini berukuran 13.5 x 20 cm, tebal 184 halaman, kertas hvs 70 grm, laminating doft, bending lem. Konten buku disertai galeri foto aktivitas kampanye sampai kerja-kerja presiden Mursi.

Semoga rekam sejarah perjuangan gerakan Islam terbesar di dunia ini, mampu memberi inspirasi bagi para pejuang dakwah di manapun mereka berada.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • gimana bisa pesan buku ini?

  • abdullah an nuuwaari

    smg Allah selalu menjaga bliau, jd ingat seorang friend di fb yg belajar s-2 hadits di mesir entah s-2 apa s-3. bliaupun dgn mudah termakan tipu daya para musuh dakwah.

Lihat Juga

Aksi damai umat Islam di Jakarta menuntut proses hukum terhadap Ahok yang telah menistakan agama, Jumat (4/11/2016). (Antara//Wahyu Putro A)

Masih 411: Presiden Merakyat(?)