Home / Berita / Nasional / MUI: Umat Harus Tahan Diri Terkait Kasus Sampang

MUI: Umat Harus Tahan Diri Terkait Kasus Sampang

Ketua Majelis Ulama Indonesia, Amidhan (berjas abu-abu). (Nunu/Republika)

dakwatuna.com – Jakarta. Umat harus dapat menahan diri terkait kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten, Sampang, Madura, Jawa Timur, sehingga tidak meluas, kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Amidhan.

“Masyarakat harus menahan diri dan membiasakan untuk berlapang dada,” kata Amidhan di Jakarta, Rabu.

Dia mangatakan MUI menyerahkan penyelesaian kasus kekerasan di Sampang kepada pemerintah daerah baik Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten Sampang yang telah memiliki pola-pola dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat di Sampang dan Jawa Timur agar kasus yang berkaitan dengan keyakinan tidak ditangani dengan cara kekerasan.

Selain itu tokoh masyarakat dan tokoh agama harus memberikan imbauan agar masyarakat menaati pola-pola penyelesaian yang telah diatur oleh pemerintah daerah.

Pola kebijakan pemerintah itu semoga segera dibakukan dan dapat digunakan untuk menyelesaikan kasus serupa jika terjadi di daerah lain.

Amidhan meminta semua pihak harus mempunyai sikap waspada agar kasus kekerasan yang dikaitkan dengan latar belakang agama itu dapat diredam sebelum meluas.

Menurut dia, konflik yang terjadi harus segera diselesaikan dan jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu seperti pertikaian berlatar belakang agama di luar negeri yang dimanfaatkan oleh asing.

Selain itu penanganan korban pertikaian Sampang harus dapat diselesaikan dengan baik sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Penyerangan terhadap kelompok mazhab tertentu terjadi Minggu (26/8) di Dusun Nanggernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jatim. Polres Sampang menyatakan satu orang tewas dalam kejadian tersebut. Sebelumnya kasus serupa juga pernah terjadi di Sampang pada akhir 2011.

Namun Menteri Agama Surayadharma Ali kembali menegaskan bentrokan di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang bukan persoalan agama, tapi persoalan keluarga yang kemudian merembet melibatkan para pengikutnya sehingga sebagai solusinya perlu rekonsiliasi keluarga dan warga.
(SDP-48/U002/ANT)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Terkait Kunjungan Saksi Ahli dari Mesir, MUI Surati Grand Syaikh Al Azhar