Home / Berita / Internasional / Asia / Muslim Rohingya Tidak Ingin Pisah dari Myanmar

Muslim Rohingya Tidak Ingin Pisah dari Myanmar

Ilustrasi – Peta Myanmar (Burma). (bbc.co.uk)

dakwatuna.comPartai Keadilan Sejehtera (PKS) mengapresisi langkah Pemerintahan Myanmar dalam pembentukan tim pencari fakta konflik yang melibatkan etnis Muslim Rohingya.

Ketua rombongan delegasi Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, pihaknya mendapat informasi, enam dari 27 anggota tim adalah warga muslim Myanmar.

“Ini baik sekali sebagai awal dari penyelesaian menyeluruh atas konflik horizontal yang terjadi disana,” ujar HNW saat jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, (27/8).

Tidak hanya itu, mantan ketua MPR juga mengatakan, pimpinan Parlemen Myanmar menjamin, pihaknya akan secepatnya menyelesaikan masalah tersebut, termasuk soal status kewarganegaraan etnis muslim Rohingya.

“Menteri Sosial Myanmar, U Aung Kyi menghargai upaya diplomatik FPKS dan menyatakan siap menyalurkan bantuan kemanusian kepada korban konflik,” ungkapnya

Hal positif yang didapatkan dari hasil kunjungan resmi delegasi FPKS diantaranya adalah, pemerintah maupun parlemen Myanmar menyepakati bahwa berbagai permasalahan HAM di setiap negara dapat mempengaruhi kesinambungan hubungan regional maupun internasional.

“Pemerintahan Myanmar juga akan membuka akses bantuan lembaga-lembaga. Dan yang terpenting, muslim Rohingya tidak punya niat untuk memerdekakan diri dari Myanmar, mereka ingin menjadi warga negara Myanmar seutuhnya dengan segala hak dan kewajiban yang dilindungi konstitusi,” pungkasnya. (arp/RMOL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pengungsi Rohingya (channel 4)

Advokat: Jika Gagal Lindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja