Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Fenomena Kemusyrikan di Masyarakat Kita

Fenomena Kemusyrikan di Masyarakat Kita

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Kalau ditanya “kita tuh hidup untuk apa?” maka akan banyak jawaban yang muncul. Salah satu jawabannya adalah hidup untuk beribadah dan mencari ridha Allah SWTT. Sebenarnya dengan kita hidup di dunia, manusia hanya bisa merencanakan keinginannya dan tidak bisa memaksakan harus mewujudkan keinginan/mimpi tersebut. Karena hakikatnya hanya Allah SWT yang bisa mewujudkan segala mimpi dan keinginan kita. Apabila kita jauh dari Allah, maka segala cara akan ditempuh untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Yang menjadi fenomena di masyarakat salah satu-nya yaitu mimpi/keinginan untuk menjadi orang kaya, ingin pangkat, ingin wanita dll. Ya, manusia banyak keinginannya mulai harta, tahta dan wanita. Banyak manusia yang tergelincir karena hal tersebut dan menempuh berbagai cara. Mereka meminta bantuan dukun, melakukan pesugihan dan berbagai hal lainnya. Hal tersebut sebenarnya akan menjauhkan diri kita dari Allah SWT dan sangat menyesatkan. Dalam Islam perbuatan itu disebut dengan Musyrik. Perbuatan musyrik sangat dibenci oleh Allah dan merupakan dosa yang tidak terampuni. Disebutkan bahwa dengan melakukan perbuatan tersebut ke depannya manusia akan menuai kesuksesan. Tapi sebenarnya kesuksesan tersebut adalah kesuksesan semu. Kesuksesan sementara di dunia dan membawa penyesalan di akhirat kelak.

Menyoroti fenomena tersebut, saya terinspirasi dari satu acara Dua Dunia Mitos, bahwa banyak sekali tipu daya setan untuk menjerumuskan manusia pada perbuatan syirik/musyrik. Tidak sedikit dari manusia yang menganggap bahwa ada kekuatan selain kekuatan Allah SWT. Misalnya dengan menganggap adanya suatu kekuatan di tempat-tempat petilasan. Ini justru kesempatan bagi setan untuk menggunakan tipu dayanya kepada manusia. Mereka bisa menampakkan diri dengan sosok seorang tokoh petilasan tersebut, bisa mewujudkan keinginan-keinginan manusia dengan hal-hal di luar akal manusia. Sehingga, manusia menjadi terlena dan percaya akan tipu daya tersebut. Ini sangat berbahaya!!

Manusia sebenarnya adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang sempurna. Mereka bisa melakukan apapun dengan akal dam pikirannya. Bahkan dengan izin Allah dan kekuatan-Nya, manusia bisa mengendalikan jin. Salah satu contohnya adalah Nabi Sulaiman AS, beliau bisa menaklukkan jin, angin, air, binatang dengan atas kehendak-Nya. Kita juga jangan lupa bahwa kita (manusia) itu adalah makhluk lemah. Kita hanya bisa melakukan sesuatu dengan kehendak Allah SWT. Tapi kita juga jangan pesimis karena sesungguhnya Allah selalu bersama dengan kita. Kita jangan menjadi penakut, yakinlah pada Allah bahwa segala sesuatu hanya milik Allah. Hidup, mati, jodoh, kaya, miskin adalah sesuatu kehendak Allah. Kita hanya bisa berikhtiar dengan benar dan bersabar. Semakin dengan Allah, maka Allah akan semakin sayang kepada kita. Percayalah Allah tahu mana yang terbaik bagi kita.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Menyoal Fenomena Pers Partisan