Home / Berita / Silaturahim / Alhamdulillah, Umat Islam Dortmund Melakukan Shalat Idul Fitri Pertama di Lapangan

Alhamdulillah, Umat Islam Dortmund Melakukan Shalat Idul Fitri Pertama di Lapangan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Maulana Ikhsan)

dakwatuna.com – Idul Fitri tahun ini dirasakan sedikit berbeda oleh warga muslim di Dortmund. Penyebabnya tidak lain karena Idul Fitri yang jatuh bertepatan dengan musim panas ini membuat sebagian umat muslim di Dortmund leluasa untuk melaksanakan Shalat Ied di lapangan terbuka.

Pelaksanaan shalat Ied di lapangan ini sebenarnya sudah direncanakan berulang kali setiap tahunnya. Namun karena cuaca tidak mendukung, maka baru dapat dilaksanakan pada tahun ini. Shalat Ied ini berlangsung di Friedenbaum Park. Sebuah taman dengan pepohonan yang lebat, tempat rekreasi warga Dortmund.

Kegembiraan menyambut peristiwa yang istimewa ini tampak dari kereta bawah tanah yang digunakan menuju ke tempat shalat dipenuhi oleh muslim yang ingin melaksanakan shalat Ied. Ya, akses menuju tempat shalat ini memang hanya mengandalkan satu jalur kereta listrik, kecuali bagi yang ingin membawa kendaraan pribadi.

Saat kami tiba di lokasi, jamaah sudah mulai memadati lapangan. Memang jika ditinjau dari segi jumlah, jamaah shalat di sini masih kalah telak dibanding Indonesia. Namun jumlah jamaah yang datang mencapai 400 orang dari berbagai kewarganegaraan. Takbir dan khutbah pun tidak dilakukan dengan mikrofon seperti di tanah air.

Lapangan tempat melakukan ritual wajib di awal bulan Syawal ini sebenarnya terletak di tengah taman rekreasi. Hingga tak heran, ketika para jamaah sedang bertakbir menunggu pelaksanaan shalat Ied, ada pejogging dan sepeda motor yang lalu lalang di jalan yang kebetulan hanya berjarak 10 meter dari depan barisan jamaah. Namun itu tidak mengurangi kekhusyukan ibadah, malah, para jamaah semakin semangat mengumandangkan takbir dan tahmid.

Khutbah jumat disampaikan oleh ustadz Muhammad Jaballa, imam masjid Takwa Dortmund. Beliau adalah seorang keturunan Tunisia yang sudah menetap di Jerman sejak 20 tahun. Khutbah disampaikan dalam dua bahasa, Arab dan jerman. Dalam khutbahnya beliau menghimbau para jamaah untuk memiliki kebanggaan bahwa Allah sudah memilih kita menjadi seorang muslim. Selesai khutbah, Jamaah disuguhkan dengan makanan dan minuman. Makanan dan minuman ini adalah swadaya dari para jamaah sendiri. Mereka membawa bekal dari rumah untuk kemudian di bagi-bagikan dengan para jamaah lainnya. Suasana berlangsung sangat khidmat dan kekeluargaan, selesai khutbah Idul fitri para jamaah saling bertegur sapa sembari mengucapkan “Taqabbalallahu minna waminkum” dan “Ied Mubarak” sembari menyalami dan merangkul saudaranya yang lain. Hilang semua sekat kebangsaan. Yang tertinggal hanyalah ikatan keimanan. Arab, India, Jerman, Rusia, Indonesia saling berangkulan dan tersenyum hangat.

Shalat di lapangan memang hal yang baru bagi umat muslim di sini. Biasanya mereka menyewa hall atau ruang pertemuan yang besar untuk dijadikan ruang shalat Ied. Jumlah umat Islam di kota Dortmund memang lebih besar dari jamaah shalat Ied di atas, rata-rata mereka menyebar shalat di beberapa tempat.

Pelaksanaan shalat Ied di lapangan ini juga menarik, karena dilakukan di tengah gelombang demonstrasi partai sayap kanan Jerman yang mengundang reaksi keras dari kalangan umat muslim di seluruh dunia. Prosesi shalat Ied yang berlangsung aman, tertib dan masif meskipun dalam jumlah massa yang besar ini mungkin bisa menjadi sinyal bagi para aktivis anti Islam di Eropa, khususnya di Jerman, bahwa Islam bukanlah sebuah ancaman bagi eropa, namun Islam datang untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Dokter lulusan Universitas Syiah Kuala Aceh. Saat ini akan mengambil program master of integerative neuroscience di universitas Otto von guericke Magdeburg, Jerman. Mendapat beasiswa dari kerjasamaa pemerintah Aceh dan DAAD Jerman.

Lihat Juga

Kemenangan Trump dan Pengaruhnya Terhadap Mesir