04:37 - Jumat, 24 Mei 2013

Monolog Penyesalan

Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Ari Mami Q - 22/08/12 | 12:30 | 04 Shawwal 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com
Tinta air mata menjadi saksi
atas rangkaian penyesalan yang terkata di sujud akhir
dan ternyata, semua itu masih jauh
dari relief dosa yang telah kuukir

Allah,
hamba ingin kembali menghamba dalam keikhlasan
Siluet dosa meleburkan kebeningan hati
mengusir ketundukan yang pernah melangit

Rabb,
hamba ingin kembali menghamba dalam kerinduan
Cahaya pagi-Mu ini memberikan isyarat betapa Kau Mahabaik
memberi kesempatan hati untuk kembali menyadari Cinta-Mu
yang tak layak untuk disaingi dengan apapun
tak layak disanding dengan apapun

Tuhanku, izinkan aku memperbaiki diri
berkhalwat dengan-Mu pada detak-detak waktu Ramadhan ini
sampai pada detik terakhir aku bernapas di alam fana.
mohon, Rabb…

Tentang Ari Mami Q

Mahasiswi Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga Angkatan 2008. Anggota FLP Yogyakarta angkatan XI yang bercita-cita memiliki sanggar baca b... Selengkapnya.

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Topik:

Keyword: , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 9,25 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
159 queries in 0,819 seconds.