Home / Ramadhan / Renungan / Ciri Pembeli Surga

Ciri Pembeli Surga

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah kembali mempertemukan kita di sini untuk bersilaturahim, untuk berbagi, untuk memberi, untuk mencintai sesama kita dengan sepenuh hati. Untuk mencintai Allah, satu-satunya Illah, satu-satunya penguasa di dalam hati dan di muka bumi.

Orang beriman luar biasa. Orang beriman itu pewaris surga. Allah berikan kepadanya bidadari yang bermata jeli, yang cantik sekali. Allah wariskan istana di surga seluas langit dan bumi. Allah berikan apa yang dia inginkan di dalam surga. Cuma yang jadi pertanyaan kepada kita, bagaimana cara kita sampai ke surga.

Dalam sebuah ayat Allah ingatkan, “Sesungguhnya Allah sudah membeli orang yang beriman itu hartanya, nyawanya dengan surga.” Allah sudah membayar kita dengan surga. Siapa orang yang seperti ini? Orang itu adalah orang yang siap mati di jalan Allah swt. Dia adalah mujahid fi sabilillah.

Tapi mujahid bukan sekadar membawa pedang, bukan sekadar membawa senjata. Di antara mujahid itu adalah orang yang bisa mengalahkan nafsunya untuk taat, untuk berjuang di jalan Allah swt. Mengalahkan nafsunya, mengalahkan kemalasannya, mengalahkan egonya, mengalahkan kesombongannya, dan mengalahkan kebodohan otaknya.

Bagaimana menjadi orang-orang yang punya ciri-ciri seperti itu? Ciri mujahid sejati. Di ayat selanjutnya. Ternyata cirinya luar biasa. Ciri orang yang Allah beli dengan surga itu adalah rajin taubat, rajin meminta ampun kepada Allah swt. Orang yang rajin minta ampun itu dia tahu dosanya banyak. Orang yang tahu dosanya banyak tidak akan sombong. Dan orang yang tidak sombong itu dia rendah hati, dia mau berbagi, dan mau menerima nasihat-meansihati.

Kalau orang sombong, dia tidak mau menerima kebenaran. Dia tidak menerima nasihat. Karena yang disebut sombong adalah dia menyembunyikan kebenaran dan dia meremehkan orang lain. Ia juga rajin taubat. Karena tiap manusia berdosa. Dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah dia rajin bertaubat.

Di zaman Rasul dulu, orang jika shalat pasti menangis. Sekarang jarang orang menangis ketika ingat Allah swt. Ada orang yang menangis ketika ketemu artis, histeris, kemudian mati. Ada juga yang ketemu pacarnya menangis. Ada yang ketemu orang tuanya ia menangis.

Dahulu pada masa Rasul, orang yang ingat Allah itu menangis. Bukan takut neraka. Saking cintanya sama Allah swt. Tanya hati kita. Kalau kita rajin bertaubat. Tanya, berapa kali kita nangis waktu ingat kepada Allah swt? Ibadahnya luar biasa. Shalatnya dijaga.

Kalau orang munafik tahu rahasia subuh ke masjid, dia datang walau merangkak. Ada sahabat buta. Rumahnya jauh dari masjid. Dia jalan untuk berupaya ke masjid. Abdullah bin Umi Maktum itu buta, tapi dia ingin ikut berjihad. Dia tidak malas untuk berbuat kebaikan, rajin beramal. Dia bersegera untuk beramal.

Jadi orang yang dirindukan surga adalah orang-orang yang tetap tegak di atas Quran, di atas sunnah, dan mencintai Allah SWT. Rajin ibadah walaupun tidak ada senjata di pundaknya.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 9,29 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Surat Cinta dari Mahasiswa untuk MUI