Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Kisah di Satu Pertiga Malam

Kisah di Satu Pertiga Malam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com
Aku menangis meringis
Dalam sujud yang diam
Teringat dosa yang tercipta
Bagai benih-benih tersemai

Aku menunduk mengemis
Akan ampunan dunia yang kelam
Mengharap surga, terhindar neraka
Mengharap cinta, ridha dari-Nya

Menyulam doa dalam damai
Menyunting surga penuh harap
Membasuh muka dalam taubat
Menyiram iman yang telah berkarat

Satu pertiga malam tanpa cahaya
Deraian deras tanda sesal
Sesegukan tanda tak kuat
Membendung nafsu, khilaf bermaksiat

Ampuni aku ya Rabbi
Yang lemah dalam iman
Terbuai nafsu dalam berbuat nista
Yang entah kapan akan berakhir.

Hanya maaf, ampunan-Mu
Penyejuk batinku
Hanya huda petunjuk-Mu
Jalan kembaliku

Itulah kisah di pertiga malam
Dalam kelam tanpa rembulan
Mengharap cinta dari Tuhan
Walau diri terlalu kelam
Oleh balutan nista tak terhingga

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 9,45 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa S1 Tahun Akhir Jurusan Studi Islam (Spesialisasi Fiqh-Ushul) Universitas Hassan Tsani, Mohammedia, Casablanca, Maroko.

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang