Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Target? Tidak Hanya Itu

Target? Tidak Hanya Itu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com Bismillahirrohmanirrohim…

Kesuksesan apapun bentuknya tidak akan diraih kecuali dengan kerja keras, cucuran air mata, peluh keringat, dan senantiasa menyapih diri dari hal-hal yang mengenakkan, serta tak ketinggalan senantiasa melatih diri untuk melakukan hal-hal yang begitu berat tak biasa kita lakukan. Awalnya memang begitu berat, bahkan sangat berat. Namun, harapan yang begitu membuncah mampu menjadi alarm yang senantiasa mengingatkan diri untuk melakukan hal di atas. Meski terkadang masih harus menyeret rasa malas yang begitu berat membelenggu diri. Harapan itupun tak pelak mampu memberi semangat tak tergantikan untuk terus dan terus menyeret rasa malas yang begitu berat, bahkan meski harus mengerahkan seluruh energy yang kita miliki.

Ramadhan, syahrulallah…, dengan segala keutamaan yang dimilikinya mampu memberikan sebuah energy perubahan bagi setiap anak Adam. Perubahan untuk menjadi lebih baik dalam setiap aspek kehidupan kita sebagai hamba Allah dalam segi fikriyah, ruhiyah, serta jasadiyah. Energi perubahan itupun tidak hanya bersemayam dalam diri, namun ia terejawantah dalam bentuk targetan yang terukur. Tilawah tiga kali khatam, membaca tafsir Qur’an, menyelesaikan hafalan yang sempat terlupakan karena kesibukan kita dalam bekerja, sampai menargetkan untuk senam setiap pekan dua kali. Begitulah…, setiap tahunnya Ramadhan senantiasa kita sertai dengan targetan-targetan yang merupakan wujud dari harapan menuju perubahan menjadi pribadi takwa. Namun terkadang, targetan itupun menjadi targetan saja tanpa ada realisasi, ia hanya tulisan pada kertas yang tertempel di dinding kamar, tidak lain dan tidak bukan kecuali karena rasa enggan dan virus malas yang terus menggerogoti hingga tanpa sadar Ramadhan telah usai tanpa ada satu pun target yang tercapai. Na’udzubillah…, semoga itu tidak terjadi pada kita.

Saudaraku…, mungkin tidak mudah menjaga konsistensi amal-amal ibadah kita di bulan Ramadhan paling tidak dalam rangka mencapai targetan yang merupakan wujud dari semangat kita untuk menjadi pribadi takwa di penghujung Ramadhan. Namun, semoga penggalan QS Ar Ra’d: 11 mampu menjadi pengingat bagi kita bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan kita sehingga kita mengubah keadaan kita dengan ikhtiar. Kita tidak akan mampu mencapai targetan kita di bulan Ramadhan kecuali dengan kerja keras melaksanakan setiap target kita sambil memfilter jangan sampai kemalasan itu ada dalam pikiran kita apalagi sampai menetap dalam pikiran kita. Ya…, surat Ar ra’d itu harus mampu terinternalisasi dalam diri kita, menghujam kuat dalam lubuk hati kita sehingga ia pun mampu menjadi antivirus yang akan membersihkan “virus malas” dalam diri kita setiap kali virus itu datang. Ketika kita mampu memastikan ayat di atas benar-benar sudah terinternalisasi dalam diri kita maka insya Allah ia akan membantu kita untuk konsisten menjaga amal-amal ibadah kita.

Tidak hanya itu, selain ikhtiar perisai lain yang tidak boleh kita lupakan adalah doa. Optimalkan waktu-waktu mustajab saat berbuka, antara adzan dan iqomah menjadi waktu prioritas kita untuk berdoa memohon agar Allah memberikan kita kekuatan dan kemudahan dalam mencapai amal-amal yang menjadi targetan kita.

Akhir kata, tidak ada harga yang lebih pantas untuk mencapai kesuksesan di bulan Ramadhan kecuali dengan kerja keras, peluh keringat, dan terus menyapih diri kita dari kemalasan serta terus melakukan apa yang menjadi targetan kita di bulan Ramadhan meski berat. Mastatho’tum. Sehingga, semoga di penghujung Ramadhan kita benar-benar telah menjadi pribadi yang baru, dengan akhlak yang baru, dan baju baru yaitu takwa. Aamiin….

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Manusia biasa yang ingin berkontribusi kebaikan untuk siapapun, di manapun, kapan pun, dan dalam kondisi apapun, serta sebagai apapun.

Lihat Juga

Israel Targetkan Bunuh Ismail Haniyah