08:35 - Kamis, 23 Mei 2013
Eru Zain

Bosan

Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Eru Zain - 08/08/12 | 14:30 | 20 Ramadhan 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com
Di ujung asa yang semakin redup
Dalam kerontang jiwa yang tersesat
Tanpa pertolongan, tak berarti bisa berdiri menatap nyata

Lelaki pengeja bintang
Murung bersama gerimis yang runtuh dari langit
Tertatih kesakitan tak mampu meninggikan wajah

Untuk badai membesar di mulut hakim
Lelaki pengeja merangkak penuh malu
Selalu di peluk keterpurukan

Ia ingin pergi menuju sinar baru
Bersama cita yang ditata ulang

Tuhan biarkan ia pergi
Pergi membawa mimpinya
Dan menjauh dari teori-teori perhitungan angka
Lahirkan kembali obsesi muda

Untuk sebuah nilai yang lebih nyata
Untuk nyata yang lebih setia
Karena ia ingin merasuk menjadi negarawan
Yang tinggal di bawah awan

Dan biarkan ku tulis lagi cerita ku
Mengasah pedang tuk kuhunuskan di leher para biadab
Untuk sebuah nama kebosanan
Memandang negeri yang tak kunjung baik.

Purwokerto, 27 Juni 2012

Eru Zain

Tentang Eru Zain

Mahasiswa di Purwokerto. Salah seorang anggota KAMMI Daerah Purwokerto. Anak pertama dari 3 bersaudara. Anggota juga di Forum Lingkar Pen... Selengkapnya.

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Topik: ,

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 9,67 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
46 queries in 0,544 seconds.