Bosan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com
Di ujung asa yang semakin redup
Dalam kerontang jiwa yang tersesat
Tanpa pertolongan, tak berarti bisa berdiri menatap nyata

Lelaki pengeja bintang
Murung bersama gerimis yang runtuh dari langit
Tertatih kesakitan tak mampu meninggikan wajah

Untuk badai membesar di mulut hakim
Lelaki pengeja merangkak penuh malu
Selalu di peluk keterpurukan

Ia ingin pergi menuju sinar baru
Bersama cita yang ditata ulang

Tuhan biarkan ia pergi
Pergi membawa mimpinya
Dan menjauh dari teori-teori perhitungan angka
Lahirkan kembali obsesi muda

Untuk sebuah nilai yang lebih nyata
Untuk nyata yang lebih setia
Karena ia ingin merasuk menjadi negarawan
Yang tinggal di bawah awan

Dan biarkan ku tulis lagi cerita ku
Mengasah pedang tuk kuhunuskan di leher para biadab
Untuk sebuah nama kebosanan
Memandang negeri yang tak kunjung baik.

Purwokerto, 27 Juni 2012

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Eru Zain
Mahasiswa di Purwokerto. Salah seorang anggota KAMMI Daerah Purwokerto. Anak pertama dari 3 bersaudara. Anggota juga di Forum Lingkar Pena Purwokerto.

Lihat Juga

Ilustrasi (beritasatu)

Perkosaan Anak di Kediri, Kejahatan Kemanusiaan

Organization