Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Segores Kerut di Wajah Ibu

Segores Kerut di Wajah Ibu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Hidayat Nur Wahid dan almarhum ibunda. (inet)

dakwatuna.com
Waktu kini terasa cepat beranjak
Meski melewatinya melebihi putaran roda

Ibu, kau melahirkanku dengan berjuta rasa
Yang kini kutahu sangat menyiksa
Tak pernah kau meminta pengganti perihnya rasa itu

Lalu, kau seperti mentari bagiku
Ahhh, entah bagaimana jika tidak ada kau

Dalam sepinya malam
Dalam dekap hangatmu
Kau berikan ilmumu yang sekedar
Tentang Tuhanku, Allah Yang Maha Kuasa
Tentang hidup, tentang semua

Sekedar namun tak akan pernah buyar
Hingga kini, memoriku pun masih sanggup mengingat

Setiap kasihmu selalu menjadi arti
Meski khilafku tercipta selalu
Tak mampu goyahkan bahkan setitik cintamu

Ibu, waktu kita teramat berwarna
Cinta dan benci hadir bersama kita
Biarlah,,
Semoga maafmu selalu tercipta
Dan kuharap Tuhan tak murka

Ibu, mungkin kau tak tahu
Di dekatmu bagai mendapat luruhan cinta dari langit
Menyentuhmu adalah wujud kenyamanan tiada tara
Hanya kau…
Ya, dengan kau…

Selalu terbesit, ada asa membuatmu melayang
Namun ku tak miliki sayap membentang

Masih saja aku minta doamu
Untuk satu kali ini
Doakan aku, menjadi anak yang shalih
Menjadi perisai kebahagiaan
Kelak, aku ingin bertemu jua denganmu di surga

Dan saat ini…
Di antara belaianku pada wajahmu
Kerut itu mulai membungkus wajah cantikmu

Bagiku, kaulah ibu tercantik di dunia
Kaulah ibu terbaik yang Tuhan hadirkan
Wanita sederhana penuh makna
Semoga cinta ini selalu terpatri dan berarti
untukmu…

 

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (17 votes, average: 9,59 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'

Lihat Juga

Ilustrasi. (islamicartdb.com)

Bu, Aku Menyayangimu