Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mahasiswa Baru, Menyemai Bibit Baru

Mahasiswa Baru, Menyemai Bibit Baru

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Bismillaahirrahmaanirrahiim

Merajut dakwah senikmat membina ukhuwah. Makna kalimat di atas sejalan dengan pepatah “tak kenal maka ta’aruf”. Jika kita sudah ber-taarufan dengan dunia dakwah, bertabayyun, tafahum dan bertakaful, maka jiwa kita resah jika tidak berkorban untuk dakwah.

Mahasiswa baru yang akan bergabung di dakwah kampus membutuhkan suatu pencitraan (pengenalan dengan cara terbaik). Kebanyakan aktivis senior melupakan hal ini. Mereka terlena karena terlalu serius memikirkan strategi dakwah, padahal strategi itu sudah di depan mata, hanya tinggal melaksanakannya saja. Aktivis senior sibuk menjadi aktivis terbaik dan melupakan tugas yang lain, bahkan sampai melupakan keberadaan aktivis junior (mahasiswa baru). Ada satu tugas yang jarang di ingat, sering di remehkan ketika mahasiswa baru menanyakan seseorang, misal ikhwah di kampus.

Simulasi:

Assalaamu’alaikum kak, afwan. Kakak kenal dengan kak Elvi?

Sebenarnya mahasiswa baru ingin mengetahui siapa kak Elvi melalui kita. Namun kita lupa. Biasanya kita jawab: Wa’alaikumussalam dek. Kenal, kenapa dek? Ada perlu dengan kak Elvi ya? Apa yang bisa kakak bantu?

Alangkah lebih indah jika sebelum mengatakan langsung kita memuji ukhti Elvi. Misalnya: Wa’alaikumussalam dek. Kenal dek. Di kampus ini, siapa yang tidak kenal dengan beliau? Karena, beliau merupakan aktivis dakwah yang super sibuk namun selalu punya banyak waktu untuk di mintai pendapat, beliau orangnya istiqamah, lembut, menjaga akhlaknya, bla…blaa… blaa… (sebutkan dan kasih tau saja kelebihan akhwat tersebut).

Tujuannya agar mahasiswa baru itu kagum dan jika orang sudah kagum tentu menjadi penasaran dan ingin mempelajari (belajar) atau mengikuti kelebihan akhwat tersebut. Jika hal ini saja selalu di terapkan oleh setiap para aktivis dakwah, tentunya setiap tahun banyak yang tertarik dengan Rohis dan berbondong-bondong ingin bergabung dengan dakwah kampus.

Kebanyakan orang ingin mendekatkan diri jika ada seseorang yang memperkenalkan (memuji kelebihan) seorang aktivis lainnya. Sebagai contoh kita ingin dan sangat ingin berkenalan dengan (alm) bunda Yoyoh Yusroh. Padahal kita belum pernah berjumpa dengan beliau (benar tidak?). Kenapa kita sangat ingin berkenalan dengan beliau? Karena mendengar kata orang (kata murabbi, dan cerita-cerita ustadzah kita tentang kelebihan beliau). Beliau seorang kader dakwah yang sangat sibuk mempunyai anak banyak, mampu menambah hafalan Al-Quran dan komitmen dengan selalu menjaga interaksi dengan Al-Quran, dll, dll. Subhanallah

Jika bukan kita yang memulai untuk memuji ikhwah kita, siapa lagi? Kalau bukan kita yang mengenalkan kelebihan saudara kita kepada orang yang baru di kenal, siapa lagi? Karena, memuji orang itu bisa meningkatkan emosi orang yang mendengarnya, memacu dan memotivasinya. Memuji yang di larang, jika memuji di depannya… (itu sama dengan menjilat, dan berdampak tidak baik). Jika memuji di belakang orangnya (alias orangnya tidak ada), baru di bolehkan…

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Hafizhah Dzikra
Melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam negeri Sutan Syarif Kasim Riau. Pendidikan bahasa Inggris (2011) yang lahir di Pariaman tahun 1991, hobi membaca, design grafis, menulis, merakit komputer dan merancang website. Sebagai seorang mahasiswa yang mencoba untuk senantiasa bisa memperbaiki diri dengan terjun dalam dunia dakwah. Mencoba aktif di berbagai organisasi. Seperti KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) komisariat Raliji-Suska (di bawah naungan UIN Suska Riau), FLP Pekanbaru (Forum Lingkar Pena), serta sedang giatnya ikut aktiv gerakan menghafal Alquran di Madinatul Quran. Dengan motto Lakukan sesuka hatimu yang penting halal dan di ridhoi Allah SWT.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Foto: tribunnews.com)

Dari Siswa Menjadi Mahasiswa

Organization