Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Cinta Membaca 3

Cinta Membaca 3

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku “Cinta Membaca 3”.

Judul       : Cinta Membaca 3
Penulis    : Puput Happy dkk,
Penerbit : Leutika Prio – Yogyakarta
ISBN        : 978-602-225-350-1
Terbit     : Maret 2012
Tebal      : 150 halaman
Harga     : Rp. 35.000,00

 

Gila karena Membaca

dakwatuna.com – Membaca adalah gerbang untuk memasuki jendela dunia. Dengan membaca -duduk santai berteman buku- maka kita bisa menjelajah seluruh penjuru dunia dengan beragam menu yang ingin kita nikmati. Bisa berteman novel, cerpen, kisah motivasi, ataupun sejarah bangsa dan umat terdahulu yang akan mengkayakan jiwa kita. Membaca, merupakan sebuah kunci yang bisa mengantarkan kita kepada ‘apapun’ yang kita ingini.

Dunia membaca kita sudah sangat maju. Jika dulu sangat terbatas jumlah buku, tampilannya-pun hitam putih. Maka, sekarang kita bisa mendapati buku dengan jumlah yang melimpah ruah. Mulai harga ribuan sampai jutaan, mulai yang tipis sampai yang paling tebal. Mulai yang tidak laku hingga best seller dan berpuluh kali cetak ulang. Bahkan, ada fasilitas buku elektronik yang bisa kita nikmati dengan duduk manis di depan komputer. Apalagi dengan menjamurnya situs-situs internet yang memanjakan. Singkatnya, zaman kita sekarang nyaris tidak ada satu pun alasan yang bisa kita kemukakan untuk tidak membaca, kecuali karena malas yang dituruti.

Sayangnya, banyak kita dapati masyarakat yang belum menjadikan membaca sebagai kebiasaan, apalagi kebutuhan. Bahkan, kaum intelektual semacam siswa, mahasiswa, guru dan dosen sekali pun sangat terbatas bacaannya. Membaca masih merupakan hal aneh di negeri kita.

Jika mau jujur, rendahnya minat baca inilah yang menjadikan negeri kita terpuruk dalam ketidakberdayaan. Bagaimana mungkin seseorang apalagi sebuah bangsa akan maju jika penduduknya anti melahap buku?

Marilah berjalan ke berbagai penjuru di negeri ini. Kunjungi tempat-tempat umum, stasiun, bandara, terminal, dll. Banyak kita dapati mereka yang memilih sibuk dengan ponsel mereka atau sekadar ngobrol tak tentu arah daripada membaca buku sambil menunggu.

Hal ini tidak bisa kita biarkan, karena jika berkelanjutan, dampaknya akan sangat berbahaya. Karena negara-negara maju semisal Jepang, Amerika, Inggris dan Negara eropa lainnya bisa semaju seperti saat ini lantaran membaca sudah menjadi kebiasaan bahkan kebutuhan mereka.

Buku yang ditulis oleh 20 penulis dari berbagai penjuru Indonesia ini merupakan kumpulan pengalaman pribadi para penulisnya dalam berinteraksi dengan buku sehingga mereka menjadi Gila Membaca. Di dalamnya akan kita dapati sajian-sajian ringan yang akan mengantarkan kita menuju minat baca yang menggelora. Disertai juga kiat-kiat praktis agar kita bisa keranjingan virus membaca. Karena ternyata, Gila karena membaca merupakan penyakit yang nikmat rasanya.

Dengan membaca, kita bisa menjadi apapun dan bebas berpetualang ke manapun. Kita juga bisa lebih kaya hikmah. Sehingga menjadi bijak dalam bersikap dan cenderung berpikir matang sebelum melakukan suatu perbuatan.

Akhirnya, Anda harus berhati-hati ketika virus gila baca akan menjangkiti Anda setelah membaca buku ini. Tanda terjangkitinya virus itu antara lain: menangis di tengah malam saat yang lain tidur pulas, tiba-tiba terbahak-bahak tak jelas, senyum-senyum sendiri dan sampai pada tahap meniduri buku setiap malamnya.

Selamat Membaca.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pirman
Penulis, Pedagang dan Pembelajar
  • Membaca kan tidak harus dari buku
    Bisa saja orang yg sdang memegang hp ternyaya sedang membaca suatu bacaan :)

    • Iwan Ridwan

      itu mah baca sms donk :-D

    • Iwan Ridwan

      itu mah baca sms donk :-D

Lihat Juga

Surat Cinta dari Mahasiswa untuk MUI