Home / Ramadhan / Renungan / Membangun Jiwa Dermawan

Membangun Jiwa Dermawan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Bantuan korban gempa (Foto: Dok Rumah Zakat)

dakwatuna.com – Assalamu’alaikkum Wr Wb 
Setiap memasuki bulan Rajab kita disunnahkan membaca doa yang berbunyi, Allahumma bariklana fi rajaba wa syahban wabilgna fi ramadhan. “Ya Allah, berkahilah usiaku di bulan rajab dan Sya’ban. Dan hantarkanlah usiaku untuk masuk bulan Ramadhan.” Hal ini menunjukkan adanya indikasi bahwa bulan Ramadhan adalah bulan keberkahan. Bulan Ramadhan adalah bulan kemuliaan.  Bulan Ramadhan adalah bulan di mana rezeki setiap hamba dijamin utuh oleh Allah SWT untuk mendapatkannya tidak berkurang sedikit pun.

Barokah, inilah makna kata yang harus senantiasa kita implementasikan jauh-jauh hari sebelum datang bulan Ramadhan. Kita memohon kepada Allah agar kita diberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan di dalam iman serta Islam. Bahkan kita memohon kepada Allah SWT agar usia kita terhantar masuk bulan Ramadhan. Inilah makna keberkahan.

Namun tahukah kita, keberkahan dan kemuliaan dalam konteks habduminannas akan terbangun dengan baik jika kita mampu menjadi orang yang mau berbagi keberkahan kepada orang lain dari apa yang sudah Allah SWT rezekikan kepada kita. Bahagia hati rasanya akan membuncah ketika kita menyaksikan wajah-wajah cerah ceria orang-orang yang menerima kebaikan dari kita. Sebutir kedermawanan yang kita berikan kepada mereka itu artinya adalah sama dengan kehidupan untuk masa depan mereka. Inilah mengapa Allah SWT menegaskan bahwasanya bagi orang yang mereka bersedekah, orang yang melakukan perbuatan kedermawanan di jalan Allah SWT akan dicatat sebagai pinjaman yang baik di sisi Allah. Dan Allah akan memberikan balasan berlipat ganda dalam bentuk kemuliaan yang tidak terhingga bagi para pelakunya.

Bulan Ramadhan memberikan kesempatan kepada kita untuk mengaplikasikan firman Allah SWT dalam Surat Al Hadid ayat 18, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang berderma di jalan Allah dan memberikan pinjaman yang baik kepadaNya, maka Allah akan membayar dengan upah yang jauh lebih baik, jauh lebih mulia dibanding apa yang sudah mereka lakukan.”

Bulan Ramadhan adalah kesempatan bagi kita untuk bersedekah. Dengan sedekah yang murah, dengan sedekah yang tidak pernah dihitung-hitung, dengan sedekah yang tidak pernah diungkit-ungkit sekecil apapun yang sudah pernah kita lakukan. Meskipun sedekah yang kita berikan tidak kunjung menuai kata terima kasih apalagi balas budi dari orang yang telah menerima. Sebagaimana juga pengorbanan kita menahan lapar dan dahaga, mengorbankan kekuatan energi kita di jalan Allah SWT. Kita tidak butuh terima kasih dari makhluk. Kita tidak butuh pujian. Kita tidak butuh penghargaan dari makhluk. Yang kita butuhkan adalah kasih sayang dari Allah SWT berupa penghormatan demi penghormatan sehingga kedudukan kita mulia di hadapan Allah SWT dan juga mulia di hadapan mahlukNya.

Ramadhan, kesempatan kita untuk meneladani apa yang sudah Rasulullah SAW lakukan dahulu. Sebagaimana yang digambarkan bunda Aisyah RA, “Adalah Rasulullah SAW jika datang bulan Ramadhan maka beliau bersedekah dengan begitu cepat dan lembut sebagaimana hembusan angin yang bertiup.”

Saya Sukeri Abdillah berzakat di Dompet Dhuafa.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sukeri Abdillah

Lihat Juga

Ilustrasi. (republika.co.id)

Optimalisasi Potensi Wakaf Uang Dalam Pembangunan Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat Kecil

Organization