Home / Berita / Rilis Pers / Dewan Da’wah Kota Bandung Mengutuk Genosida Muslim Rohingya

Dewan Da’wah Kota Bandung Mengutuk Genosida Muslim Rohingya

Dewan Da’wah Kota Bandung

Mengutuk Genosida Muslim Rohingya

Logo Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII).

dakwatuna.com – Setelah mengamati berita dan perkembangan kondisi kaum muslimin Rohingya yang sangat menyedihkan di Myanmar, Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia Kota Bandung menyatakan keprihatinan yang mendalam. Atas beberapa fakta yang telah kami terima maka kami mengutuk dengan keras terhadap pembantaian terhadap minoritas Muslim di Myanmar. Kekerasan yang sudah mengarah kepada tindakan genosida ini harus segera dihentikan. Dewan Da’wah Kota Bandung menyatakan bahwa tragedi pembantaian ini menjadi bukti hipokritnya Negara-negara Barat dan seluruh sekutunya yang menerapkan standar ganda serta diskriminatif terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan oleh kelompok non muslim. “Jika satu nyawa dari golongan mereka melayang maka mereka berteriak sekeras-kerasnya. Tetapi manakala kaum muslimin yang ditindas, didzalimi dan dibantai mereka diam seribu bahasa.”

Sehubungan dengan terus berlanjutnya penderitaan warga Muslim Rohingya yang hidup dalam ketakutan, kelaparan dan penderitaan serta ada kecenderungan para aktivis HAM melakukan pembiaran terhadap tragedi kemanusiaan ini, maka dengan ini Dewan Da’wah Kota Bandung menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengutuk dengan keras segala tindakan kekerasan yang dilakukan oleh gerombolan pengacau  atas provokasi oknum biarawan dan Biksu Budhis Myanmar.
  2. Mendesak Pemerintah Indonesia agar pro aktif mendesak pemerintah Myanmar untuk menghentikan pembantaian tersebut.
  3. Meminta pemerintah Indonesia agar memberikan suaka politik dan menampung warga muslim Rohingya sampai situasi benar-benar memungkinkan mereka kembali ke tanah airnya.
  4. Meminta Negara Myanmar agar menghormati Hak Asasi Manusia (HAM) warga Negara muslim minoritas, sebagaimana kami kaum muslimin menghargai HAM warga pemeluk Budha di Indonesia.
  5. Mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar mencabut hadiah nobel perdamaian yang diberikan kepada Aung San Suu Kyi karena hingga detik ini suaranya nyaris tidak terdengar dan Suu Kyi diam seribu bahasa atas tragedi berdarah yang menimpa saudara muslim kita di Myanmar. Berdiam diri atas kasus ini berarti dia turut menghamini pembantaian tersebut.
  6. Menghimbau dan mendesak kepada Negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar segera menekan Persatuan Bangsa-Bangsa untuk menjatuhkan sangsi yang berat kepada Myanmar dan membentuk Tim Pencari Fakta untuk mengusut dengan tuntas serta mengadili para pelaku genosida di pengadilan internasional.
  7. Mengajak kepada seluruh ummat Islam di tanah air yang sedang menjalankan ibadah Shaum untuk melakukan qunut nazilah yang berisi munajat untuk memohon pertolongan bagi kaum muslimin Rohingya dan memohon kehancuran bagi kaum kuffar yang melakukan pembantain secara biadab dan tidak berprikemanusiaan. Dihimbau juga agar kaum muslimin mengumpulkan bantuan untuk disalurkan kepada warga muslim Rohingya.
  8. Dewan Da’wah Kota Bandung membuka posko penampungan bantuan bagi korban pembantaian muslim Rohingya di Jalan Pungkur No. 151 Bandung. Telp. (022) 4235406. Cp. 081320627610 (Muchsin al-Fikri) atau 081910102915 (Nono)

Demikian pernyataan ini kami sampaikan, semoga Alloh senantiasa membantu hambanya yang tertindas. “Robbi inni maghluubun fantasir…”

Bandung, 1 Agustus 2012

Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia

Kota Bandung

Ketua                                                                                      Sekretaris

 

Muchsin al-Fikri, S. Sos                                                    Nono Mulyana, ST

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pengungsi Rohingya (channel 4)

Advokat: Jika Gagal Lindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja

Organization