Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com Sebagai Wanita yang ingin selalu taat, aku sering banyak beristighfar saat tak sengaja memandangnya dengan penuh rasa cinta. Dosakah diriku? Bahkan secara sadar aku ingin dia memandangiku. Semoga Allah mengampuniku. Tapi sebagai seorang Wanita, rasa cintaku hanya bergemuruh di kalbu tak mampu aku ungkapkan dengan kata-kata. Wanita memang diciptakan untuk diam seribu bahasa ketika segudang cinta tertambat di hati.

Semoga Allah memahami kegalauan hatiku ini. Bukankah Allah telah menciptakan laki-laki sebagai pasangan wanita? Jika ya, izinkan aku untuk memilikinya seorang yang aku harapkan. Ya Allah jika dia baik bagiku, sampaikan bisikanku, jika tidak baik bagiku, tolong tenangkanlah hati ini. Mohon kepada-Nya.

Waktu malam minggu pukul delapan lebih tiga puluh menit. Ketika aku sedang fokus menulis di depan laptop marun ternyata handphoneku bernyanyi dengan nada dering Melly Goeslaw “ketika cinta bertasbih” menandakan SMS masuk. Membuat aku terkejut dengan isi pesannya serta nama laki-laki yang tak kukenal. Pikirku mungkin salah sambung sehingga aku tidak mempedulikannya. Selang berapa menit, SMS masuk lagi dengan pesan serupa dan dari pengirim yang sama. Akhirnya aku kesal dan langsung mematikan handphoneku yang berwarna silver dan kusimpan di atas rak buku yang berdekatan dengan meja belajar. Aku pun melanjutkan ceritaku di depan laptop.

Keesokan paginya pukul empat lebih tiga puluh menit usai shalat subuh dan Al-Ma’tsurat. Setelah itu banyak pesan yang masuk di antaranya nomor handphone laki-laki yang tak jelas itu dengan isi pesan yang membuatku angry. Kucoba untuk menghubunginya ternyata benar seorang laki-laki yang katanya ingin kenalan. Ia mengaku dapat nomor handphoneku dari seseorang yang tak mau menyebutkan namanya. Aku sebal dengan orang itu sambil memohon ampun untukku dan untuknya kepada Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Sebut saja aku Bunga dengan sosok yang penuh lembut, semangat dan anggun. Hmmm, jangan bayangin penulisnya yah. Bunga anak yang pendiam namun mudah bergaul dengan siapa saja. Terkadang orang-orang yang di sekelilingnya penuh keheranan terhadap dirinya. Segi penampilan alhamdulillah ia selalu menutup auratnya dengan balutan jilbab yang cukup lebar dan ia paling suka jilbab yang berwarna merah marun bermotifkan bunga-bunga. Entah kenapa sikapnya yang berubah baik itu mengejutkan banyak orang terutama sahabat dekatnya, Ayu. Sewaktu dulu di SMA ia tidak seperti itu, ia anak yang malas dan egois. Astagfirullahaladzim. Aku mohon ampun pada-Mu ya Allah.

Pada dasarnya setiap orang pasti pernah berbuat salah. Siapa pun orangnya. Apalagi jika saat iman sedang futur dan kesempatan terbuka lebar dalam kemaksiatan mungkin terjadi. Sekali berbuat akan merasa berdosa, tapi jika dilakukan terus-menerus perasaan dosa itu akan hilang begitu saja tanpa ada rasa takut di azab oleh-Nya. Seseorang yang merasa enjoy melakukan dosa bahkan merasa benar apa yang dilakukannya berarti Allah sudah membencinya. Na’udzubillah.

Alhamdulillahnya hidayah itu pun datang ketika kita sudah niat untuk menjemput hidayah yang Allah berikan kepada kita. Hidayah itu butuh ikhtiar kita bukan berarti menantinya. Hidayah itu sangat mahal dan sulit untuk ditemukan dan didapatkannya lagi. Maka dari itu Bunga sangat membenci ketika dapat SMS yang membuat ia penuh kekhawatiran akan terjebak kembali dalam kemaksiatan seperti dulu. Memang benar Allah yang Maha Pemberi ampunan namun bukan berarti kita sesuka hati melakukan kesalahan yang sama kemudian bertobat, dan melakukan dosa lagi, lalu tobat lagi, seperti itu lagi.  Sebagaimana Allah SWT. Berfirman:

”Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra: 32).

Kalau tidak ada aturan halal dan haram, mungkin sekarang kita sedang menikmati semua kenikmatan duniawi tanpa rasa takut. Benar gak?

” Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup…..”. (QS. Al-Araf: 20)

Sudah jelas ayat di atas bahwa syaitan selalu saja menggoda manusia kapan pun ia mau. Seperti kisah nabi Adam bersama istrinya Hawa ketika di surga ia telah terbujuk oleh bisikan syaitan untuk mencicipi buah yang Allah larang, hingga akhirnya Nabi Adam dan Hawa turun dari surga. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Begitu pun dengan cinta, semua orang pasti merasakannya. Cinta ibarat udara yang sangat berarti dalam setiap kehidupan manusia. Cinta itu bagaikan angin yang tidak dapat dilihat, diraba, dan disentuh tapi dapat dirasakan kehadirannya dengan ketenangan dan kenyamanan. Walau hanya menutup mata karena cinta itu hadir dalam hati. Semua yang kita lakukan pada dasarnya tergantung pada niat. Jangan mengatasnamakan cinta apabila diri kita jadi harus saling merusak. Benar tidak? Cinta itu suci jangan dikotori dengan perbuatan yang bisa mengotori cinta. Cinta yang hakiki adalah cinta pada Allah. Semoga kita tidak menuruti hawa nafsu kita yang ingin merusak hati. Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati rapat-rapat, Allah akan menjawabnya dengan lebih indah di saat waktu yang tepat.

Mencintai, dicintai fitrah manusia
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah, ceria, kadang merana
Itulah rasa cinta
Berlindunglah pada Allah dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling dari-Nya
Menipu daya dan melenakan
Sadarilah wahai kawan
Cinta adalah karunia-Nya
Bila dijaga dengan sempurna
Resah menimpa gundah menjelma
Jika cinta tak dipelihara
Cinta pada Allah

(The Fikr: Cinta)

Saudaraku memang benar kita tidak boleh berhenti belajar dan terus memperbaiki diri. Karena Allah senantiasa mengawasi kita dari sudut manapun kita berada. Ada kata-kata indah yang menjadi penyemangat untuk kita terus melakukan evaluasi diri dari ustadz Salim A Fillah.

Saat kita sendiri maupun bersama
Saat sunyi maupun riuh
Saat tersembunyi maupun teramati manusia
Di pojok kamar yang sempit maupun di lapangan luas
Semua tercatat dan terekam
Lalu bertanyalah kita:
Rekaman itu dipenuhi maksiat atau taat?

(Salim A Fillah: Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim)

Kemudian SMS taushiyah dari murabbiyahku:
Beruntunglah orang-orang yang terus memperbarui semangatnya dalam pergantian waktu, menjaga niat tetap dalam kebaikan dan menemukan ALLAH dalam setiap gerak langkahnya. Sungguh hanya cinta-Nya yang membuat kita tetap tegak di kala yang lain terkapar, tetap teguh di kala yang lain rapuh, tetap ISTIQOMAH di kala yang lain lemah. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mengingat-Nya dalam berbagai keadaan. Amin Ya Robbal’alamin.

Mari, saudaraku untuk tetap bermuhasabah setiap waktu dan selalu meluruskan niatan kita. Semoga cinta kita akan indah pada waktunya.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 7,08 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Alzena Valdis Rahayu
Alzena Valdis Rahayu, bernama asli Ririn Rahayu. Lahir di kota Serang 5 September 1988. Selama di kampus dulu ia aktif di berbagai organisasi internal dan eksternal salah satunya UKM TRAS (Tirtayasa Research Academic and Society), LDK Baabussalam, Himagron, Bem Faperta, KAMMI Untirta, dan FLP Serang. Selain itu juga penulis hobinya menulis, membaca, diskusi, dan travelling. Alumni Agroekoteknologi UNTIRTA. Aktivitas sekarang penulis sedang menempuh S2 Alhamdulillah penulis mendapatkan Beasiswa Unggulan Kemdiknas 2011 di Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi IPB. Motto hidupnya Selalu Belajar Sungguh-sungguh dan Berdoa.

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang