Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Pengikat Hati

Pengikat Hati

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com Beberapa waktu lalu ada sms masuk ke handphone saya, secuplik di antara isinya: Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pada manisnya ucapan bibir tapi terletak pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam do’anya.” (Al-Ghazali)

Sejenak setelah membaca sms itu saya merenung. Sudahkah kita mengingat saudara kita dalam doa-doa kita? Memang, kadang kita mempersempit pemaknaan Ukhuwah hanya sebatas sering atau tidaknya kita berinteraksi, mengirim sms taushiyah, saling mengirimkan ucapan-ucapan indah. Namun kadang kita lupa menyertakan saudara seiman kita dalam bait-bait doa yang kita munajatkan pada-Nya. Dan memang mendoakan sesama muslim tanpa sepengetahuan orangnya adalah salah satu hal yang dicontohkan oleh Rasulullah. Lantas, seperti apa hakikat ukhuwah itu?

Hakikat dalam Ukhuwah Islamiyah itu sendiri di antaranya merupakan salah satu nikmat Allah yang tidak semua orang bisa merasakannya. seperti dalam Surat Cinta-Nya di Surat Ali Imran ayat 103,”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Ukhuwah ini sangat erat kaitannya dengan hati. Pun dengan dakwah ini. Lahan garapannya adalah hati. Namun ingatkah kita bahwa siapa pemilik hati ini?? Dia-lah Rabb yang Maha membolak-balikkan hati manusia. Dia-lah Rabb yang memiliki hati-hati ini, Dia-lah Rabb Yang Menggenggam hati kita, yang Mengikat hati kita, Dia-lah Allah Sang Pemersatu hati. Maka seperti dalam firmannya di surat Al-Anfal 63:

“dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana?”

Maka, jika berbicara soal hati, kembalikan-lah pada Sang pemilik hati ini. Ingatlah bahwa Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Maka kirimkan bait-bait Rabithah cinta pada saudara kita saat tetes embun fajar mulai menitik, saat petang mulai meronakan merah di cakrawala, saat sujud sepertiga malam terakhir bersama Sang Maha Cinta…

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu

bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya

terangilah dengan cahyaMu
yang tiada pernah padam
ya Rabbi bimbinglah kami

lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakkal padaMu

hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalanMu
Engkaulah pelindung dan pembela

(doa Rabithah)

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswia Jurusan Komputer dan Sistem Informasi Universitas Gadjah Mada.

Lihat Juga

Kolaborasi Perjuangan