Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan: Olimpade tak Pernah Digelar di Negara Muslim

Erdogan: Olimpade tak Pernah Digelar di Negara Muslim

PM Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan istri (tengah) menonton pertandingan bola basket di Olimpiade London 2012, Turki vs Angola, pada tanggal 28 Juli 2012 di arena basket di London. Turki menang 72-50. (Getty Images)

dakwatuna.com – London. Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan heran, mengapa negara yang berpenduduk mayoritas muslim tidak pernah menjadi tuan rumah Olimpiade. Keheranan itu disampaikan Erdogan usai menonton tim bola basket wanita Turki mengalahkan Angola 72-50 di laga perdana Olimpiade London 2012, Ahad (29/7) waktu setempat.

“Tidak ada negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade,” sebut Erdogan di London. “Orang akan bertanya apa yang hilang di negara-negara muslim?”

Erdogan yang datang bersama istrinya, Emine Erdogan dan putrinya, Sümeyye Erdogan sedang berupaya mempromosikan Istanbul menjadi tuan rumah Olimpiade 2020. Bahkan dikabarkan, sebelum upara pembukaan Olimpiade 2012, Erdogan menemui kepala Komite Olimpiade Internasional (IOC), Jacques Rogge pada 27 Juli lalu.

“Itu adalah pertemuan yang baik, keputusan akan dibuat Rogge dan ketua Olimpiade berikutnya akan mengikuti persiapan dari kota tuan rumah,” terang Erdogan.

Bulan lalu, IOC memang memilih Istanbul, Tokyo dan Madrid menjadi kandidat tuan rumah Olimpiade 2020. Namun, tuan rumah Olimpiade 2020 dan Praolimpiade baru diumumkan 7 September 2013 mendatang.

Tak hanya menyodorkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade. Negeri ‘dua benua’ itu juga menawarkan diri sebagai tuan rumah Piala Eropa 2020. Namun, IOC dan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sepakat jika, Turki tak bisa menjadi tuan rumah pada dua kejuaraan berbeda di tahun yang sama.

“Istanbul adalah kota di mana Eropa dan Asia bertemu, sebuah persimpangan peradaban yang berbeda,” sebut Erdogan.

“Semua negara Eropa menderita kesulitan ekonomi, tetapi Turki adalah di tempat yang berbeda. Kami tidak memiliki kelemahan ekonomi untuk menjadi tuan rumah Olimpiade.”

Erdogan secara tersirat juga menyindir Kota Madrid yang kembali mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade. “Ini adalah ketiga kalinya untuk London, Madrid sudah dua kali,” ujarnya mengakhiri. (Karta Raharja Ucu/hurriyetdaily.com/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • bukannya malah bagus ya Mas? nanti kalau ada Olimpiade, supporter dan seluruh orang yang terlibat jadi pada lupa sholat, sibuk sama urusan ini-itu di Olimpiade. Lagipula, sepertinya lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Buang-buang uang dengan anggaran besar, pengadaan barang yang cuma terpakai sekali, dan sebagainya. Biarlah orang-orang itu sibuk dengan urusan Olimpiade; urusan dunia. :)

  • pengennya seh diindon,,,cuma pasilitasnya,,amboradol,,syarat korupsi kaya dijakabaring.. apalagi olimpiade,,bisa jadi hajatan besar buat para koruptor……lagian apa mamfaatnya,, buang buang anggaran,,lebih baik buat fakir miskin..bikin proyek raskin,,lumayan beras campur kecap,,udah ada lauknya..plussssssssssssssss

Lihat Juga

Demonstrasi Menentang Kemenangan Trump, Satu Warga Amerika Meninggal Dunia