Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ketika Engkau Beranjak Dewasa

Ketika Engkau Beranjak Dewasa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Kini kau telah dewasa
Hadapi problema di dunia

Tak kuasa diri ini
Jalani hidup penuh godaan
Tapi waktu terus berganti
Hadapi selalu harap ridhaNya

Oh adikku
Janganlah kau ragu
Berkarya dengan citamu
Tuk jadi generasi harapan

Kini kamu telah dewasa
Tuk hadapi problema yang ada
Kini kamu telah dewasa
Tuk hadapi cobaan di dunia

Tak kuasa diri ini
Jalani hidup penuh godaan
Tapi waktu terus berganti
Hadapi selalu harap ridhaNya

Oh adikku
Jangan kau ragu
Berkarya dengan citamu
Tuk jadi generasi harapan

Kini kamu telah dewasa
Tuk hadapi problema yang ada
Kini kamu telah dewasa
Tuk hadapi cobaan di dunia

Kini kau telah dewasa (Justice Voice)

Ilustrasi (hanggaady.blogspot.com)

dakwatuna.com – Terdampar dalam sebuah bagian episode perputaran waktu yang tak mampu kita hentikan. Maka bersama dalam menginjakkan kaki-kaki ini menapaki tangga yang belum terlewati. Ada sebuah bagian masa di mana ada peralihan yang cukup akan membekali manusia merasakan arti hidup sepenuhnya dan pintu ini saya sebut pintu kedewasaan. Karena kedewasaan tak hanya bisa terpandang secara lahir saja namun kedewasaan akan mengiterpretasikan nilai-nilai jati diri dan nilai kontribusi kemaslahatan. Silakan mungkin setiap kita mempunyai indikator dalam mengukur kapan di mulainya masa dewasa itu. Namun ada hujjah umum yang menjadi indikator kelayakan bahwa kedewasaan di lihat dari berbagai sudut pandang yaitu kedewasaan fisik, psikis dan kedewasaan sosial ekonomi. Di sini saya tak akan menyibukkan untuk berkutat di masalah indikator melainkan akan coba saya paparkan sebuah arti besar dan mendalam tentang kedewasaan.

Menjadi dewasa tak berarti menghilangkan semua sifat kekanak-kanakan secara mutlak, namun kita akan berbicara perubahan tentang komposisi dan kadar sifat saja. Misalkan bukan berarti orang yang beranjak dewasa tidak boleh bermain. Kadang menjadi bahan muhasabah untuk diri saya sendiri, sering saya lihat sebuah perilaku yang mungkin saya pandang dari seseorang itu kurang tepat jika saya ukur dari kadar ia melakukan perbuatan itu, bahkan saya sendiri pernah mendapat lontaran. Kedewasaan mencakup pula sebuah kebermampuan seseorang, seperti dari mulai mampu menerima sendiri sekaligus menerima orang lain sampai mampu mengubah sebuah kondisi dan memberikan pengaruh terhadap kehidupan. Ada sebuah pepatah dari negeri antah berantah mengatakan “menjadi dua itu kepastian tetapi menjadi dewasa adalah sebuah pilihan”. Saudaraku, ada hal yang harus kita upayakan untuk memilih jalan kedewasaan itu. Tak banyak mungkin hanya sekadar nasihat saja untuk kita bersama dan semoga bisa menjadi sebuah perenungan panjang dan bernilai ibadah.

Ketika engkau beranjak dewasa, maka kau pun akan mendapati dirimu jatuh cinta. Yang terbaik adalah bangun cinta sampai mahligainya sampai di istana Surga. Cinta mampu membawamu akan melesat lebih jauh melangkah baik dalam langkah yang lurus atau langkah-langkah terjerumusnya dirimu. Kau harus bisa menjaga cinta, menjaga dirimu. Menjaga keintimanmu, gairahmu, sekaligus komitmenmu. Berproseslah dengan baik ketika membangun cinta. Karena ia akan hadir dalam pandangan pertama. Ia akan mengikat persahabatan. Membawamu ke podium prestasi.  Ada pesona fisik yang harus kau sikapi dengan tepat. Ada pesona kepribadian yang akan di pancarkan oleh cinta bahkan akan mendatangkan dan melibatkan unsur material dalam merealisasikan nilainya. Jagalah pandangan matamu karena di sana ada racun iblis yang sedang di panahkan kepadamu jika kau memandang yang bukan hak cintamu.

Ketika engkau beranjak dewasa, maka alangkah indahnya ada yang telah di usahakan berbagai persiapan-persiapan agar engkau mampu mengenali dan menerima diri sendiri. Agar engkau mampu mengenali dan menerima keberadaan orang lain. Agar engkau mampu mengarahkan dan berpengaruh terhadap hidup orang banyak dan agar engkau mampu berpikir, bertindak mandiri, menyuruh dan melarang diri, mengetahui tugas dan tanggung jawab, serta mampu memilah dan   memilih mana yang bak nan benar dan mana yang buruk nan tidak benar. Ketika engkau beranjak dewasa, hendaknya engkau menjauhkan diri dari karakter ketidakdewasaan. Masihkah engkau berlaku emosional? Masihkah engkau bersikap egois? Masihkah engkau bertindak inkonsistensi? Masihkah engkau harus di paksa untuk beramal? Masihkah engkau tidak menepati janji? Masihkah engkau lari dari tanggung jawab? Ketika engkau beranjak dewasa, sudahkah engkau memiliki tujuan hidup yang nyata? sudah optimalkah potensi dalam diri termanfaatkan dan terkembangkan?. Ketika engkau beranjak dewasa maka ada persepsi positif yang harus senantiasa kau kembangkan. Engkau haus mulai membangun hubungan dengan orang dewasa lain di lingkungan masyarakatmu.

Ketika engkau beranjak dewasa, ada konsep diri yang harus kau pertajam. Perkuat iman dan keyakinan sebagai landasan kerja-kerja peradaban hidupmu. Berkeyakinan optimis, percaya diri menebaskan sayap-sayap pedang melakukan yang terbaik. Engkau harus sadar akan keadaan dan keberadaanmu saat ini. Berlapang dada menerima pemberianNya dan senantiasa melipatgandakan kesyukuranmu. Engkau senantiasa memahami pencapaian kesuksesan kau fokuskan pada target dan kau totalitas dalam diri untuk berjuang bersama dalam proses, maka perjelas pula lah ke manakah kakimu itu akan engkau langkahkan. Berhati-hatilah engkau terhadap fitnah dan jebakan-jebakan yang akan membinasakanmu. Berhati-hatilah jangan engkau selalu membenarkan diri karena ada yang maha benar yang senantiasa mengawasi mu. Jangan pula kau membohongi dan menipu diri sendiri atas apa yang engkau sembunyikan an engkau tampakkan dalam perilakumu. Janganlah engkau brutalkan dirimu ketika engkau menilai dan melakukan sebuah penolakan karena ada cara terbaik yang harus kau perbuat. Kemudian senantiasalah engkau sesering mungkin mengevaluasi dirimu sebelum kelak Allah menghitung amalmu di yaumul hisab. Ada introspeksi yang di tindaklanjuti dengan nilai pembaharuan dan nilai-nilai perbaikan.

Ketika engkau beranjak dewasa, jangan kau lupakan ibadah mu. Jangan kau lupa akan Shalat dan mengabdi sepenuh jiwa dan raga pada Allah SWT.

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (QS: Thahaa: 132). 

Saat engkau sibuk masihkah engkau selalu mengingat Tuhanmu. Jika beban aktivitas harianmu bertambah namun bukan berarti lantas engkau lupa pada sang Maha mengingat hambaNya. Karena shalatmu akan bermanfestasi besar terhadap stabilitas mental dan kebeningan hati dan kejernihan jiwamu. Jangan lupakan shalatmu, ia akan memenuhi kebutuhan gizi ruh mu, ia akan mencegah dirimu dari perbuatan keji nan mungkar. Ada doa di dalamnya yang akan senantiasa menambah keyakinan dan melahirkan keoptimisan hidup. Jika kau tinggalkan shalat yang wajib bisa jadi engkau telah berada di ambang batas keimanan dan kekufuran. Bersegeralah dan sungguh-sungguhlah dalam mendirikan shalatmu, karena dengan itu engkau senantiasa akan bersama dalam lindunganNya. Engkau pula akan terbebas dari virus-virus yang berbahaya. Engkau akan senantiasa terobati dari berbagai penyakit, dan wajahku akan senantiasa berkilau bercahaya memancarkan nilai kebaikan untuk orang lain. Di dalamnya ada awal proses bersuci, berwudhu yang akan merefresh segala relung jiwa ragamu. Dalam Hadits qudsi Allah SWT berfirman:

“Aku menurut suara hati hamabaKu terhadap diriKu, dan aku selalu bersamanya manakala ia mengingatKu. Jika ia mengingatKu dalam kalbunya, niscaya Aku pun mengingatnya dalam diriKu. Dan jika ia mengingatKu dalam suatu kumpulan orang, mak niscaya Aku mengingatnya dalam kumpulan lain yang lebih baik dari kumpulannya. Jika ia mendekatkan diri kepadaKu sejengkal niscaya Aku mendekatkan diri sehasta. Dan jika ia mendekatkan diri kepadaKu sehasta, maka Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan kaki, niscaya Aku datang kepadanya dengan berlari kecil”. (HR. Syaikhan dan Tirmidzi) 

Ketika engkau beranjak dewasa, perbanyaklah baktimu kepada orang tua. Kedua orang tuamu lah yang paling banyak berjasa mengantarkan engkau sampai melangkah ke anak tangga kedewasaanmu saat ini.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia” (Al Isra : 23).

Patuhilah mereka selama bukan kemaksiatan terhadap Allah dan RasulNya. Kasihanilah mereka, doakanlah selalu mereka baik ketika mereka masih hidup atau sudah tiada. Bahkan jika kau durhaka kepada mereka sungguh itu dosa yang besar. Tampilkan wajah kedewasaanmu dalam senyum pengabdian dan kasih sayang sebagaimana mereka mengasuh dan menyayangimu sewaktu kau masih kanak-kanak.

Ketika engkau beranjak dewasa, maka saatnya engkau menjadi yang terbaik berdisplinlah dalam segala amalmu, konsistenlah terhadap perbuatan yang bernilai kebaikan. Berlatihlah terus menghebatkan diri bahkan hukumlah dirimu jika di dapati dalam kelalaian. Jadilah pribadi yang teratur, Munzhamfi su’unihi yang senantiasa tertata rapih setiap pola kehidupannya. Ambil dan optimalkan setiap peluang yang ada.

Ketika engkau beranjak dewasa, maka perdekatlah keakrabanmu dengan Al-Qur’an. Khatamkan bacaannya, tahsinkanlah tilawahmu. Perdalamlah tafsirnya dan perbanyaklah implementasi pesan-pesan Al-Qur’an. Karena Al Qur’an dan Sunnah lah warisan terbesar untuk panduan jalan hidupmu. Berwirausahalah untuk memandirikan dirimu. Jadilah para pekerja keras yang cerdas dalam kerja-kerjanya. Jadilah bagian dari kelompok orang yang dewasa yang sukses. Maka jadilah engkau para pemimpin sejati yang di cinta seluruh makhluk di alam semesta ini.

Sumber inspirasi: “karena kamu sudah dewasa” Luqman Haqani: Pustaka Ulumuddin.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Eru Zain
Mahasiswa di Purwokerto. Salah seorang anggota KAMMI Daerah Purwokerto. Anak pertama dari 3 bersaudara. Anggota juga di Forum Lingkar Pena Purwokerto.

Lihat Juga

buku-the-pillow-of-love

The Pillow of Love