Home / Berita / Silaturahim / Seminar Ramadhan 1433 H di Kampus UGM

Seminar Ramadhan 1433 H di Kampus UGM

dakwatuna.com Kegiatan Ramadhan Di Kampus (RDK) Universitas Gadjah Mada (UGM) dilaksanakan baik sebelum puasa maupun selama puasa dengan tema “Cendikia Muslim Berkarakter dan Berketeladanan, Hidupkan Tradisi Keilmuan, Menuju Persatuan”. Kegiatan ini digelar untuk masyarakat secara umum. Melalui event besar Ramadhan di Kampus (RDK) 1433 H ini, panitia berusaha mewujudkan pemimpin yang dapat dipercaya, berakhlaq/berkarakter Islami serta memiliki tujuan yang mulia dan dapat menjadi teladan layaknya pemimpin-pemimpin Islam. Sehingga, Jama’ah Shalahuddin sebagai Unit Kerohanian Islam UGM pun menangkap momentum Ramadhan ini sebagai momentum pembentukan akhlak dan aqidah yang lurus serta menanamkan pemahaman akan pentingnya IPTEK kepada generasi muda. Hal ini sangat penting dalam rangka mewujudkan kebangkitan dan kesatuan bangsa.

Dalam kerangka tersebut, panitia Ramadhan Di Kampus (RDK) menggelar acara seminar Ramadhan tentang Kemandirian Bangsa yang terdiri dari 2 sesi. Seminar diadakan pada tanggal 25 Juli 2012 di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Seminar ini dihadiri oleh 200 orang peserta dari berbagai universitas di Indonesia.

Sesi pertama bertema “Wujudkan Indonesia Mandiri Energi”. Sesi ini menghadirkan Dr. Kuwat Triyana (dosen pascasarjana fisika UGM), Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar (peneliti utama bidang system informasi spasial, Badan Informasi Geospasial) dan Tri Mumpuni (tokoh perubahan, penemu PLTMH).

Salah satu masalah yang diungkapkan Dr. Kuwat Triyana adalah eksploitasi SDE, pernyataan tersebut didukung oleh Prof. Dr. Ing. Fahmi, “Untuk mengurangi eksploitasi Sumber Daya Ekonomi ini maka kita sebaiknya beralih menggunakan energi alternatif, seperti energi surya dan melakukan pengelolaan SDA secara syariah.”

“Namun di samping itu, peran pemuda sangatlah penting karena pemuda lah agent of change untuk Indonesia ini dan kita hanya perlu niat dan kerja keras mewujudkan Indonesia Mandiri Energi” ungkap Tri Mumpuni.

Sedangkan sesi kedua bertema “Kemandirian Ekonomi”. Sesi ini diisi oleh Prof. Veithzal Rivai, SE,M.BA,MM yang merupakan pakar ekonomi syariah  yang menerbitkan 43 buku tentang konsep ekonomi Islam, pembicara kedua yaitu Triyono, pemenang wirausaha Mandiri, serta yang ketiga panitia menghadirkan General Manager Pamella Jogja yaitu Noor Lisnaeni.

Kemudian hadir juga Dahlan Iskan, Menteri BUMN. Kehadiran menteri yang baru ini mempromosikan mobil listrik ini membuat para peserta seminar menjadi heboh karena sebelumnya dijadwalkan mengisi acara di sesi pertama yang bertema “Kemandirian Energi”, namun karena kesibukan beliau maka baru bisa mengisi di sesi kedua tentang “Kemandirian Ekonomi”.

Acara berlangsung meriah, para peserta seminar mendengarkan dengan seksama materi seminar tentang ekonomi Islam yang disampaikan oleh Veithzal Rivai. “Sistem ekonomi kapitalis yang berkembang di Indonesia merupakan sistem ekonomi yang rapuh terbukti dengan krisis 1998 di mana banyak bank konvensional yang bertumbangan sementara bank bank berbasis syariah tetap kokoh berdiri” ungkap beliau ,“maka dari itu, dihimbau kepada umat Islam agar bersatu mendukung sistem ekonomi syariah demi kebaikan bangsa.”

Adapun Noor Lisnaeni selaku General Manager bisnis Swalayan Pamella memberikan tips dan nasihat kepada para peserta agar mampu membangun wirausaha sendiri, Beliau berpesan, “Untuk para pemuda yang ingin berwirausaha, jangan lupa untuk menyisihkan 2,5 % dari keuntungan untuk zakat.”

Sementara itu Triyono berbicara di depan para mahasiswa untuk memberikan inspirasi. Beliau memacu semangat para pemuda supaya tidak minder dengan keterbatasan fisik dalam berwirausaha. Terbukti walaupun beliau harus berjalan dengan kedua tongkat, beliau bisa menjadi seorang entrepreneur dengan omset milyaran.

“Jangan pernah takut dan minder untuk memulai berwirausaha dengan keterbatasan fisik yang kalian miliki. Karena di dalam berwirausaha tidak dikenal adanya keterbatasan fisik dari orang yang menjalankannya”, ucap beliau, yang diikuti tepuk tangan membahana dari peserta seminar.

Yang tidak kalah menarik tentu adalah Menteri BUMN, Dahlan Iskan, yang mengejutkan peserta seminar dengan kehadirannya yang mendadak. Dahlan Iskan berbicara seputar pentingnya mahasiswa memusuhi BBM yang menelan APBN 300 trilyun dengan proaktif menciptakan solusi berupa mobil listrik dan tenaga surya.

“Mahasiswa seharusnya mulai berhenti berdemo memusuhi pemerintah Justru yang harus di musuhi adalah BBM itu sendiri yang harus segera diatasi dengan penggunaan mobil listrik atau mobil dengan tenaga surya misalnya”, pungkas beliau.

Acara seminar berakhir sekitar pukul 17.15. Setelah itu menteri BUMN langsung menuju masjid kampus UGM untuk melangsungkan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah. (Farahdiba Annisa/Ayip Mukhlis/Riza Maulana/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pribadi Bangsaku