Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Dunia Penuh Keajaiban

Dunia Penuh Keajaiban

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (blogspot.com/tiffinbiru)

dakwatuna.com

Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan
Di mana mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari

Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan
Di mana rencana-rencana hidup terurai dan terejawantahkan dalam keseharian
Namun tetap saja kekuasaan yang Maha kuasa yang tetap akan menggenggam semuanya

Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan
Kita lihat berapa banyak orang bertumbangan dalam perjalanan
Kita lihat berapa banyak orang akhirnya mengibarkan bendera setengah tiang
Kita lihat berapa banyak orang mundur teratur

Mungkin mereka lupa kita masih hidup di zaman yang hebat, zaman penuh keajaiban

Kita hidup di zaman keajaiban dan penuh kejutan
Di mana tabir rahasia masa depan dibentangkan untuk dipilih kemudian ditentukan

Kita hidup di zaman keajaiban dan penuh kejutan
Di mana harapan kemarin hari kadang tak sama dengan kenyataan pada saat ini

Tapi, kita masih hidup di zaman keajaiban dan penuh kejutan
Yang memberikan rasa harap dan cinta yang mendalam
Untuk mereka yang masih percaya akan terwujudnya kesyukuran
Karena ini zaman keajaiban, zaman milik kita semua

Dan akhirnya keajaiban sering diberikan kepada mereka yang masih percaya!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lahir di Klaten, jawa tengah 1986. Lulusan ilmu komputer di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Menikah dengan Asma' Neti pada tahun 2011 silam. Putra dari bapak Wardoyo dan ibu Sunarmi ini lumayan suka menulis, dan lumayan suka membaca.Adik dari mbak Dian Kuswardani ini punya moto hidup yang sederhana. Ya, sederhana dan secukupnya. Hidup yang cukup memberi manfaat pada agama, hidup yang cukup memberi kebaikan pada keluarga, hidup yang cukup memberi manfaat bagi bangsa dan negara, hidup yang cukup sebagai bekal untuk mencapai Surga, insya Allah. Semoga kita bertetangga di Syurga dan bertemu dengan idola kita semua :)

Lihat Juga

Sikap Dunia Internasional Terhadap Upaya Kudeta di Turki