23:03 - Jumat, 24 Mei 2013

KAMMI Tolak Pembangunan “Markas Besar” AS di Indonesia

Rubrik: Nasional | Kontributor: Tim dakwatuna - 24/07/12 | 20:31 | 06 Ramadhan 1433 H

Konferensi pers PP KAMMI terkait rencana Amerika Serikat untuk membangun gedung kedubesnya yang menelan biaya 450 juta Dollar atau setara dengan 4,2 triliun Rupiah dan menghabiskan waktu sekitar lima tahun dalam proses pembangunannya, Selasa, 24/7/2012. (ist)

dakwatuna.com - Jakarta. Pengurus Pusat KAMMI yang bertempat di Jl. Penggalang Raya No. 3 Matraman Jaktim mengadakan konferensi pers terkait rencana Amerika Serikat untuk membangun gedung kedubesnya yang menelan biaya 450 juta Dollar atau setara dengan 4,2 triliun Rupiah dan menghabiskan waktu sekitar lima tahun dalam proses pembangunannya.

Menurut siaran pers yang diwakili oleh Humas PP KAMMI, Eric Setiawan, AS dikhawatirkan akan menancapkan hegemoninya dan pengaruhnya dalam mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dengan membangun kedubes terbesar ketiga setelah di Iraq dan Pakistan. Karena seperti yang diketahui bahwa dua kedubes terbesar AS di Iraq dan pakistan menjadi pangkalan militer dan intelejen di dua negara tersebut.

Dalam pernyataannya, PP KAMMI menghimbau kepada pemerintah Amerika Serikat dengan gedung barunya untuk tidak melakukan:

1. Melakukan aktivitas mata-mata terhadap pemerintah Indonesia yang berdaulat yang menjalankan roda pemerintahannya dan warga negara Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Menolak dengan keras intervensi pemerintah Amerika Serikat terhadap segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia dan menolak keras tekanan pemerintah Amerika Serikat terhadap pemerintah Indonesia.

3. Menolak dengan keras kehadiran militer pemerintah Amerika Serikat di kedubes tersebut karena Indonesia adalah negara damai dan tidak membutuhkan kehadiran kekuatan militer asing dalam wilayah kekuasaan pemerintah Indonesia.

Setelah membacakan pernyataan sikap dari PP KAMMI Eric Setiawan selaku humas sangat menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang seolah-olah tutup mata terhadap pembangunan kedubes Amerika Serikat.

“Ini masalah serius pemerintah Indonesia yang berdaulat, seharusnya pemerintah memberikan sikapnya terhadap upaya pembangunan kedubes Amerika Serikat yang lebih mirip barak militer daripada gedung untuk bekerja”, tandasnya mengakhiri pembicaraan. (Zahra/ist)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (13 orang menilai, rata-rata: 7,92 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/e.marzacky E’ Mar Zacky

    Kan pemerintah kita itu kaki tanganya Amerika, jadi gak aneh kalau diam aza. Seperti lagu Bang H. Rhoma Irama Yang Berjudul “Buta Tuli”.
    BUTA Matanya, Tuli Hatinya

  • http://www.facebook.com/people/Anggoro-Rofi/1570456988 Anggoro Rofi’

    Atas nama Allah saya jg menolak atas dibangunnya markas amerika di Indonesia raya.karna merekalah seluruh dunia jd hancur. Khususnya Islam.

  • http://www.facebook.com/ady.darmayudi Ady Darmayudi

    ingat enggak waktu belanda mau menguasai batavia, ajuannya gudang yang dibangun benteng,

  • http://www.facebook.com/muh.imron.31 Muh Imron

    pemerintah berani bersikap tegas atas rencana ini?oooooooouuuuuuwwww…….ini pasti jadi berita besar. masih ingat kasus laboratorium kesehatan milik paman SAM yang pernah jalan lebih 30 th lepas dari pantauan ????……..gmn juga tuh kabar terakhirnya???off the record….?bgmn anak bangsa akan tumbuh mencintai bangsa dan negaranya klo tiang contohnya gak tegak begini…?

Iklan negatif? Laporkan!
66 queries in 0,708 seconds.