Home / Berita / Nasional / KAMMI Tolak Pembangunan “Markas Besar” AS di Indonesia

KAMMI Tolak Pembangunan “Markas Besar” AS di Indonesia

Konferensi pers PP KAMMI terkait rencana Amerika Serikat untuk membangun gedung kedubesnya yang menelan biaya 450 juta Dollar atau setara dengan 4,2 triliun Rupiah dan menghabiskan waktu sekitar lima tahun dalam proses pembangunannya, Selasa, 24/7/2012. (ist)

dakwatuna.com Jakarta. Pengurus Pusat KAMMI yang bertempat di Jl. Penggalang Raya No. 3 Matraman Jaktim mengadakan konferensi pers terkait rencana Amerika Serikat untuk membangun gedung kedubesnya yang menelan biaya 450 juta Dollar atau setara dengan 4,2 triliun Rupiah dan menghabiskan waktu sekitar lima tahun dalam proses pembangunannya.

Menurut siaran pers yang diwakili oleh Humas PP KAMMI, Eric Setiawan, AS dikhawatirkan akan menancapkan hegemoninya dan pengaruhnya dalam mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dengan membangun kedubes terbesar ketiga setelah di Iraq dan Pakistan. Karena seperti yang diketahui bahwa dua kedubes terbesar AS di Iraq dan pakistan menjadi pangkalan militer dan intelejen di dua negara tersebut.

Dalam pernyataannya, PP KAMMI menghimbau kepada pemerintah Amerika Serikat dengan gedung barunya untuk tidak melakukan:

1. Melakukan aktivitas mata-mata terhadap pemerintah Indonesia yang berdaulat yang menjalankan roda pemerintahannya dan warga negara Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Menolak dengan keras intervensi pemerintah Amerika Serikat terhadap segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia dan menolak keras tekanan pemerintah Amerika Serikat terhadap pemerintah Indonesia.

3. Menolak dengan keras kehadiran militer pemerintah Amerika Serikat di kedubes tersebut karena Indonesia adalah negara damai dan tidak membutuhkan kehadiran kekuatan militer asing dalam wilayah kekuasaan pemerintah Indonesia.

Setelah membacakan pernyataan sikap dari PP KAMMI Eric Setiawan selaku humas sangat menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang seolah-olah tutup mata terhadap pembangunan kedubes Amerika Serikat.

“Ini masalah serius pemerintah Indonesia yang berdaulat, seharusnya pemerintah memberikan sikapnya terhadap upaya pembangunan kedubes Amerika Serikat yang lebih mirip barak militer daripada gedung untuk bekerja”, tandasnya mengakhiri pembicaraan. (Zahra/ist)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 8,07 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Kan pemerintah kita itu kaki tanganya Amerika, jadi gak aneh kalau diam aza. Seperti lagu Bang H. Rhoma Irama Yang Berjudul “Buta Tuli”.
    BUTA Matanya, Tuli Hatinya

  • Atas nama Allah saya jg menolak atas dibangunnya markas amerika di Indonesia raya.karna merekalah seluruh dunia jd hancur. Khususnya Islam.

  • ingat enggak waktu belanda mau menguasai batavia, ajuannya gudang yang dibangun benteng,

  • pemerintah berani bersikap tegas atas rencana ini?oooooooouuuuuuwwww…….ini pasti jadi berita besar. masih ingat kasus laboratorium kesehatan milik paman SAM yang pernah jalan lebih 30 th lepas dari pantauan ????……..gmn juga tuh kabar terakhirnya???off the record….?bgmn anak bangsa akan tumbuh mencintai bangsa dan negaranya klo tiang contohnya gak tegak begini…?

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Wakaf Sebagai Solusi Pengembangan Infrastruktur di Indonesia