23:55 - Selasa, 21 Mei 2013

NU dan Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 19 Agustus 2012

Rubrik: Nasional | Kontributor: Tim dakwatuna - 24/07/12 | 08:40 | 06 Ramadhan 1433 H

Ilustrasi – Shalat Idul Fitri di Jakarta (al-khansa.org)

dakwatuna.com - Setelah berbeda dalam penentuan awal puasa Ramadan, warga Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) akan merayakan Hari Raya Idul Fitri secara bersamaan. Dalam kalender kedua ormas Islam tersebut, 1 Syawal 1433 H ditetapkan pada tanggal yang sama, yakni 19 Agustus 2012.

Salah satu pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Marifat Iman membenarkan kemarin, sebagaimana yang diberitakan oleh Media Indonesia. “Idul Fitri sama, yaitu pada 19 Agustus 2012, karena pada 17 Agustus posisi hilal masih di bawah ufuk. Maka bulan baru 1 Syawal 1433 H jatuh pada lusa harinya, yaitu 19 Agustus,” tegas Marifat.

Dengan posisi hilal seperti itu, tambah Marifat yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pusat ini, semua umat Islam akan sepakat menetapkan awal bulan pada lusa harinya.

Hal senada juga dikemukakan Rois Syuriah PBNU KH Masdar F Masudi. Menurut Masdar, kalender NU menetapkan 1 Syawal juga pada 19 Agustus 2012. “Sebenarnya NU juga mempunyai hitungan hisab yang diperkukuh dengan rukyat atau melihat hilal atau bulan itu,” kata Masdar.

Kebersamaan menentukan 1 Syawal itu, kata dia, baik karena tidak membingungkan umat.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) juga berharap perayaan Idul Fitri berlangsung serempak pada 19 Agustus 2012. “Alhamdulillah, saya kira kita semua berharap dapat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1433 H bersamaan, secara serempak,” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Abdul Djamil kepada Media Indonesia, kemarin.

Namun, tambah Abdul, pemerintah tetap akan memutuskan hal itu melalui sidang isbat setelah memperoleh konfirmasi rukyat.

Akhir pekan lalu, Ketua Dewan Masjid Indonesia yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla menegaskan bahwa seluruh umat Islam Indonesia akan merayakan Idul Fitri secara serempak pada 19 Agustus 2012. (Bay/Ant/X-9/MICOM)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (62 orang menilai, rata-rata: 9,73 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/aminnss Amin Suryanto

    nah gini yg akur jadi enak,.. lihatnya dn senang,..@aminsuryanto

  • http://twitter.com/wijaya25 wijaya syamsi

    Alhamdulillah,,, Berarti emak saya tidak perlu ragu buat masak sayur ketupat yang banyak buat jamuan Idul Fitri. Kalau tahun kemarin terpaksa memasukkan kembali segala yang beratribut sanantan kedalam kulkas dan freezer.

  • http://www.facebook.com/yogie.suryo Yogie S Prabowo

    hahahaha… gak mungkin banget niy…. awal 1 ramadhan aja dah beda MU 20 Juli sedang NU 21 Juli… kalo perhitungan sama2 29 hari berarti 1 syawal MU pada 19 Agust sedang NU 20 Agust… kalo NU 30 hari hitung aja sendiri…., ruyatul hilal merujuk wujudul hilal hampir tidak mungkin, karena tinggi hilal melalui hisab tidak diatas 2 derajat diatas ufuk…. Mata manusia mana yang bisa negliat tu hilal pa lagi jaman sekarang…hahaha…

  • http://www.facebook.com/muchlison Muchlison Nozhay

    Yogie S Prabowo • ya mungkin saja menetapkan awal puasa kemarin kan dangan mangganapkan bulan sya’ban jadi
    30hari,otomatis bulan puasa nya hanya 29 hari karena secara itungan
    bulan islam kan hanya ada 29 atau 30 hari, sedangkan muhammadiyah
    kemaren karna mereka percaya sudah melihat hilal dan mereka puasa 30,
    jadi pas nanti hari raya idul fitri jadi bareng :p

  • http://www.facebook.com/zey.zibmsttnt Zey Al Zi Bms-Ttnt

    Atur aja dah…yang penting akur…n tidak menyesatkan.. y gak?

  • http://www.facebook.com/achmad.fasich.5 Achmad Fasich

    yang paling penting yg g pernah puasa g boleh ikut lebaran hahahahahha

  • http://www.facebook.com/ach.noor.3 Ach Noor

    Lucu memang, mulainya beda, lebaran bareng, bulan cuma satu. Kalau alasan lebaran melihat hilal, maka ada yang kurang satu hari, sebab romadhon tahun ini di belahan dunia lain (timur tengan misalnya) 30 hari. kalo tidak dapat rukyah hilal karena mendung, kan menurut hadis harus diteruskan hingga 30 hari. maka lebaran hari Senin. Sayang NU tidak konsisten dan Muhammadiyah tidak rukyat, nggak nyunnah. umat mau digimanain niiiih ?????

  • http://www.facebook.com/ach.noor.3 Ach Noor

    Bulan cuma satu, kalau di beda negara sih masih masuk akal, tapi bedanya di satu negara (indonesia) waaaaaaaah lucuuuuuuuu memang. hanya salah satunya yang bener. ini gara2 memahami hadits dan peristiwa dulu zaman Nabi yang keliru. Ketika Nabi SAW mau menggenapkan Ramadan 30 karena mendung, lantas ada yang bersaksi melihat hilal, Nabi pun merespon dengan baik. Nah ketika kemaren mulai Ramadhan Kemenag gak ngerespon negara tetangga yang melihat hilal. Kan aneh di satu negara, start beda finish nya bareng heheheheheh ……

Iklan negatif? Laporkan!
81 queries in 0,681 seconds.