Home / Pemuda / Essay / Jam Terbang Puasa

Jam Terbang Puasa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi – Seorang ibu dan anak berbuka puasa di sebuah tenda besar pada saat hari pertama Ramadhan, di Istanbul, Turki, tahun 2011. (Osman Orsal/Reuters)

dakwatuna.com – Ramadhan… katanya bulan yang suci dan mensucikan. Betul saja, setiap mukmin pasti sepakat. Apa sebabnya? Sebab sepanjang bulan ini semua umat muslim diwajibkan untuk berpuasa. Kita semua pasti tahu kan makna puasa apa? Yakni menahan diri dari segala nafsu (makan, minum, dan emosi) dari mulai imsak sampai adzan Maghrib berkumandang alias dari fajar hingga terbenamnya matahari. Nah, kita-kita yang sudah pada baligh tentunya terkena hukum wajib untuk melaksanakan puasa… Siapa yang puasanya masih setengah hari atau bolong-bolong? Sayang sekali rasanya, padahal puasa di negara Indonesia ini belum ada apa-apanya dibanding puasa di negara lain…

Setiap negara memiliki jam terbang puasa yang berbeda selama sehari. Walau kata Bimbo, “Puasa, Puasa, Sebulan penuh puasa…” tapi untuk jam terbangnya tidak sepenuh itu. Coba kita hitung jam terbang puasa di Indonesia, kalau waktu imsak jatuh sekitar pada pukul 04.30 dan bedug Maghrib bertabuh kira-kira pada pukul 18.00, itu artinya kita hanya berpuasa selama 13,5 jam saja. Hanya setengahnya dari 24 jam. Sedangkan di negara lain??? Mari simak apa kata mereka yang puasa di luar negri…

Isma Muhsonah (Kairo, Mesir): “Dari pukul 03.22 sampai 18.59… Kalau dihitung-hitung-hitung insya Allah puasa hampir 15,5 jam…”

Fatharani Fadhilah (Roma, Italia): “Di sini puasa 17 jam selama sehari, subuh jam 4 kurang, Maghrib sekitar jam 9 malam…”

M. Abyan Haidar (Berlin, Jerman): “Hmm… Kira-kira kalo puasa mulai tanggal 20 berarti subuh jam 03.05 dan Maghrib jam 21.30an. Jadi puasa sekitar 18,5 jam…”

Rosita Sihombing (Paris, Prancis): “Ramadhan di sini jatuh tanggal 20, hari Jumat. Sesuai dengan ketentuan Masjid Paris. Di sini Ramadhan jatuhnya pas musim panas, jadi lamanya puasa sekitar 18 jam. Setiap hari berubah satu atau dua menit. ”

Nah… Subhanallah sekali, bukan? Puasa di tanah air masih dikategorikan mudah dibanding negara lain yang jam terbang puasanya lebih lama beberapa jam. Semoga puasa kita semua tahun ini bisa lebih berkah lagi dari tahun-tahun lalu. Aamiin. Karena tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin, karena puasa ini dari kita, untuk Allah. Mari sempurnakan Ramadhan tahun ini dan tahun seterusnya…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Miruka Angguna
Saya senang menulis,gemar membaca. Saya biasa saja, namun selalu mencoba untuk menjadi yang luar biasa dihadapan-Nya. Salam ukhuwah.

Lihat Juga

Ilustrasi. (huffingtonpost.com)

Muhasabah Ramadhan

Organization