Home / Berita / Opini / Sidang Itsbat: “Ternyata Pemerintah Salah”

Sidang Itsbat: “Ternyata Pemerintah Salah”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (photobucket.com)
Ilustrasi (photobucket.com)

dakwatuna.com – Negara kita memang belum bisa disebut dengan Negara Islam. Tapi setidaknya ini jauh lebih baik ketimbang kita tidak punya Negara. Iya kan? Belum lagi ditambah dengan kebijakan pemerintah yang jelas-jelas sudah banyak memberikan manfaatnya buat Islam. Pesantren tumbuh di mana-mana, kebebasan untuk menjalankan ritual ibadah agama Islam juga dilindungi oleh Negara, partai-partai Islam diberi ruang yang besar untuk tumbuh dan berjuang, ormas-ormas Islam juga sangat dihargai, jilbab sudah menjamur di mana-mana, dan sederet kebaikan lainnya yang sudah Negara ini berikan kepada Islam.

Alhamdulillah, semua itu sudah lama hadir bersama kita. Untuk itu adakah yang salah jika muslim di Indonesia ini hormat dan taat kepada pemimpin-pemimpin kita yang ada di Negara ini? Terutama ketika mereka semua sudah berusaha berjalan di atas kebenaran. Lain halnya jika mereka “dengan sengaja” ingin merusak umat ini.

Sidang Itsbat

Hampir setiap tahun kita mendengar kata sidang itsbat, mungkin semua kita sudah paham dengan maksud dari kata itu. Sidang untuk menetapkan. Iya, itu dia maksudnya. Secara umum ia berguna untuk menetapkan kapan kita puasa, dan kapan kita lebaran.

Mereka sidang, rapat, musyawarah. Setelah sebelumnya disebar petugas-petugas yang profesional bekerja untuk melihat hilal (bulan), sebagai standar waktu peribadatan dalam agama Islam.

Dan mereka yang bertugas bukanlah orang yang awam seperti kita ini. Mereka orang-orang pilihan, punya banyak ilmu tentang perbintangan (falaq), ditambah dengan ulama’-ulama’ yang paham ilmu syariah.

Melihat Bulan dan Tidak Melihat Bulan

Jika kita mau jujur, sebenarnya semua ulama sepakat bahwa penentuan Ramadhan dengan melihat bulan, bukan dengan keberadaan bulan. Jika standarnya keberadaan bulan, toh selama ini dan kapan pun bulan sudah pasti ada. Cuma masalahnya terlihat atau tertutup oleh awan.

Jika terlihat bulan baru, maka kita puasa, maka kita juga lebaran. Namun jika bulan tidak terlihat (walaupun keberadaannya ada), maka baru kita berpindah ke metode lain. Menggenapkan hitungan bulan atau dengan menggunakan ilmu hisab.

Inilah pemaknaan hadits nabi berikut:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُم فَاقْدُرُوا لَهُ

“Puasalah dengan melihat bulan dan berfithr (berlebaran) dengan melihat bulan, bila tidak nampak olehmu, maka kadarkanlah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ حَال بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ سَحَابَةٌ  فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الشَّهْرَ اسْتِقْبَالاً

Berpuasalah kamu dengan melihat hilal dan berbukalah kamu dengan melihatnya juga. Tetapi bila ada awan yang menghalangi, maka genapkanlah hitungan dan janganlah menyambut bulan baru. (HR. An-Nasa’i dan Al-Hakim)

Dan kesemuanya itu sudah dilakukan secara benar oleh pemerintah kita. Usaha ini dinamakan dengan proses ijtihad. Jika hasil keputusan yang diambil sudah sesuai dengan aturan-aturannya, maka apapun hasilnya, itulah yang terbaik.

Pemegang Keputusan

Tidak diragukan bahwa otoritas keputusan itu dipegang oleh pemimpin yang berkuasa, dulunya saja penetapan awal Ramadhan ini juga dipegang oleh Rasul SAW, tidak ada satu pun sahabat yang berani untuk meneriakkan tentang awal Ramadhan.

Jika di antara sahabat ada yang melihat bulan, maka berita ini mereka sampaikan kepada Rasul SAW, dan biasanya Rasul SAW akan memperjelas kabar ini, jika memang yakin kebenarannya, maka akan keluar surat perintah dari Rasul agar masyarakat diberi tahu bahwa besok sudah mulai puasa.

Keputusan yang kita serahkan kepada “pemegang keputusan” ini dimaksudkan agar masyarakat yang banyak ini tidak disibukkan dan dibingungkan dengan perkara ini.

Untuk itulah Rasul SAW bersabda dalam kaitan ini dengan:

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّوْنَ

Hari puasa adalah hari di mana semua kalian berpuasa. Hari berbuka adalah hari di mana semua kalian berbuka (maksudnya berlebaran). Dan hari Adha adalah hari di mana semua kalian beridul-Adha. (HR. At-Tirmidzi)

Hadits ini memberikan penjelasan kepada kita bahwa perilaku melawan arus orang banyak itu bukan sesuatu yang terpuji, terkhusus untuk masalah puasa dan lebaran.  Jadi tidak boleh puasa sendirian di saat masyarakat lainnya belum berpuasa, pun begitu sebaliknya jangan berlebaran sendirian di saat yang lain belum lebaran.

Namun ada hal menarik di negeri kita ini, justru perbedaan itu yang dicari dan dikejar, sehingga ‘mungkin’ ada rasa kebahagiaan dan bangga di dalam hatinya jika berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Ya, walaupun sah-sah saja berbeda, namun dalam beberapa hal ada baiknya kita bersama.

Ternyata Pemerintah Salah

Anggap saja setelah semua keputusan selesai diambil, dan ternyata pemerintah salah, maka pemerintah tetap benar. Karena ijtihad yang dilakukan oleh pemimpin, ketika itu sudah melalui prosesnya yang benar, tidak kata dosa di sana. Justru yang adalah pahala.

“Jika seorang pemimpin itu berijtihad, lalu hasil ijtihadnya benar, maka dia mendapatkan dua kebaikan. Namun jika ternyata hasil ijtihadnya salah, maka dia mendapat satu kebaikan” begitu Rasul SAW pernah memberikan penekanan terhadap hal penerimaan hasil ijtihad pemimpin, jika sudah dilakukan dengan prosesnya yang benar.

Ada ungkapan menarik yang dulu pernah dilontarkan oleh Ulama besar kita, beliau adalah salah satu Imam Mazhab, Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau pernah berpesan untuk kita semua dengan ungkapan: “Seseorang itu hendaknya berpuasa bersama penguasa dan jamaah mayoritas umat Islam, baik ketika cuaca cerah maupun mendung”. Pesan yang sangat bagus sekali, yang bisa menjadi pemersatu umat ini.

Wallahu A’lam Bisshowab.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (592 votes, average: 8,85 out of 10)
Loading...Loading...
Rumah Fiqih Indonesia, bersama Ustad Ahmad Sarwat, Lc.

Lihat Juga

Pengamatan hilal untuk menetapkan awal bulan hijriyah (bmkg.go.id)

Menurut PBNU, Penetapan 1 Syawal 1436H Berpotensi Berbeda

  • http://www.facebook.com/Ngawee Sholichul Arief

    iki jane salahe nang opo to ? ada2 wae,

  • http://www.facebook.com/armand.pattinson Armand Pattinson

    maksud judulx apaan? sepertix laen judul laen isix…

  • http://www.facebook.com/arfian.bj Muchammad Arfian

    untuk saudara penulis artikel ini, sepertinya pilihan judul anda salah

    tidak dibahas di artikel bahwa pemerintah benar2 salah

    anda hanya membahas tentang penetapan hilal, sejarah dan aplikasinya saat ini

    maaf sebelumnya, tidak bermaksud menyinggung :)

    • Mutiara Maghfira

      wah.. maaf juga nih tidak maksd menyinggung.. sepertinya abang harus baca ulang isinya apa jadi abang bisa ngerti apa maksd dari judulnya.. Tulisan ini kayanya ga bertujuan buat membahas tuntas kesalahan pemerintah sampai titik akhir darah penghabisan seperti mereka-mereka yang kerjanya menghujat pemerintah… dalam tulisan ini kita diberitahu sunnahnya bagaimana kita bermuamalah dengan pemerintah dan mengingatkan kita untuk taat sama pemerintah selama penguasanya masih islam…

      seperti kata penulisnya di akhir…:
      “Anggap saja setelah semua keputusan selesai diambil, dan ternyata pemerintah salah, maka pemerintah tetap benar. Karena ijtihad yang dilakukan oleh pemimpin, ketika itu sudah melalui prosesnya yang benar, tidak kata dosa di sana. Justru yang adalah pahala.
      “Jika seorang pemimpin itu berijtihad, lalu hasil ijtihadnya benar, maka dia mendapatkan dua kebaikan. Namun jika ternyata hasil ijtihadnya salah, maka dia mendapat satu kebaikan” begitu Rasul SAW pernah memberikan penekanan terhadap hal penerimaan hasil ijtihad pemimpin, jika sudah dilakukan dengan prosesnya yang benar.”

  • http://www.facebook.com/rizki.arfani Rizki Arfani

    sepertinya masalah judul jg tidak perlu diperdebatkan. yabg penting adalah isi nya.

  • http://www.facebook.com/muhammadnaser Nasruddin Sah

    Bicara Persatuan, disini yang mau disatukan umat Islam secara lokal atau GLOBAL ?? persaudaraan umat islam tidak terhalang oleh suatu negara.. dan umat Islam bukan hanya ada di Indonesia. Berbedaan penetapan 1 Ramadhan/Syawal antara pemerintah Indonesia dan Saudi sudah sering terjadi, ada yang 30 hari dan ada yang 29 hari. jika kita jauh berpikir kedepan tentang Persatuan umat tentunya kita mengharapkan persatuan secara global, dan umat islam harus menyepakati suatu kalender hijriah yang berlaku secara Global. dan jika pemerintah Indonesia dengan saudi selalu berbeda, maka wacana penyatuan umat sulit di wujudkan!!

  • http://www.facebook.com/sedayu.ngger Ngger Sedayu

    kq beda judul beda isi..?????!!!!!!!!!!!!!!!! dan harap peyan ingat wahai penulisss!!!!!!!! yg memberikan negara ini menjadi negara yg kuat adalah para PEJUANG-PEJUANG ISLAM….DAN SUDAH SELAYAKNYA KAUM MUSLIMIN MENDAPATKAN HAKNYA….!!!!!!!!! KEBEBASAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH ADALAH HAK KAMI KAUM MUSLIM DI NEGARA INIII..!!!!! KARENA NEGARA INI TELAH MENDAPATKAN K E M E R D E K A A N N YA MELALUI HARTA DAN JIWA KAUM MUSLIMIN…..KEPADA PENULIS HARAP BERHATI….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

    • fathullah

      woy… bicara jangan pake hawa nafsu bro…. kacau ni orang….

  • http://www.facebook.com/sedayu.ngger Ngger Sedayu

    PERLU SAYA RALAT…….ISLAM YG TELAH BANYAK MEMBERI TERHADAP NEGARA INI..BUKAN NEGARA INI YG TLAH MEMBERI KEPADA ISLAM…CAMKAN ITU…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    • http://twitter.com/purplepoenya Amanda Primadeswara

      ati2 nggeblak kumat bludreg’ke pak dhe.. poso2 kok ngamuk ngene ki opo maksude

  • i_pin54

    wah.. sepertinya sang penulis perlu belajar ama anak sma untuk membuat judul yang bagus dan sesuai dengan isinya..

  • http://www.facebook.com/ezy.biz.7 Ezy Biz

    judul sama isi gak nyambung..gan..!!.sekarang teknologi dah canggih gan…pisss

    • http://www.facebook.com/banu.hernugraha Banu Hernugraha

      sepakat

  • http://www.facebook.com/fitriana.lubis.315 Fitriana Lubis

    Ada Kutub Selatan-Utara, Bujur Timur-Barat. Tentu dapat berbeda, karena bumi ini BULAT saudara!!

  • Riski Permana

    Yang nulis pasti orang marketing… biar hitlistnya nambah… jago-jago… biar dibaca sampai akhir… dan rata2 orang Indonesia males baca… praktek dulu padahal ada manual book nya… klo salah baru deh nyalahin hasilnya… Pinter2 lah jadi orang indonesia… jng di goblokin terus… itu juga pke komen pke islam2 memberi kebebasan negara Indonesia… emang situ dulu ikut perang kemerdekaan bisa tau klo yg beragama islam semua yang kasih kebebasan negara Indonesia? klo situ ngotot gitu memang agama yang laen ga ikut serta? trus kebebasan yg dimaksud apa? liat tuh LDII orang ga boleh solat di mesjidnya dia, klo pun habis solat di lap2, aliran lain yg mengatas namakan Islam, boleh tuh alirannya kumpul kebo, trus negboong demi duit, nyaci maki keluarganya sendiri… Coba.. itu yg namanya kebabasan? itu mah ke-bablasan… klo mau ngomong itu di pikir dulu… biar ga jadi orang bodoh habis ngomong… tinjau dulu hadist2nya, tinjau dulu ayat2 qur’annya, pahami maksudnya seutuhnya, jng sepotong-potong, baru lu boleh nulis or mencak2… sekarang gini (tanpa menyudutkan golongan tertentu) lu tinggal di negara mana? sapa pemimpin lu? apa kata pemimpin lu? ya itu yg harus lu ikutin, salah bener mah dosa ditanggung pemimpin, memang lu punya pendapat lain, tapi ini 1 lawan 1000 sama aja dong lu ga taat sama pemimpin lu… kesampingkan dulu ini,mau pemimpinnya korup or apa itu udah dosanya dia sendiri, sama aja kayak lu punya bapak – ibu, mau itu bapa-ibu lu germo, jual narkoba, maling, ato apa aja, itu kan tetep bapak-ibu lu, ya kata mereka yg harus lu ikutin bukan kehendak hati, tp ntar ada saatnya lu jadi bapa-ibu lu bisa terapin apa yg ada di dalam pikiran lu dulu… pertanyaannya kapan? ya itu tergantung kemauanlu dan kemaluanlu… kembali kemasalah sebelumnya… emang ada jaman Nabi Muhammad yg melakukan walk out waktu sidang seperti gini? ga ada kan? bahkan Nabi Muhammad aja habis nentuin pke Hisab, ada sahabat yang melihat Hilal dan berkata Demi Allah aja langsung berubah tuh ketentuan… kurang adil apa coba… ya kita sebagai orang ya mbok bijak sedikit lah… oke!!! salam 007…

  • http://twitter.com/choliqnur choliq

    penulisnya cerdas,,,,eeuuuyyyyyyy

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100004073348828 Ombagus Pecintabocah

    wahh ternyata umat Islam di Indonesia ini sudah banyak yg menjadi pengikut Khowarij nih hehehehehee…
    padahal Rasulullah SAW bersabda bahwasannya khowarij adalah seburuk buruk makhluk, dan Rasulullah menyebut khowarij dengan sebutan anjing anjing neraka.
    salah satu ciri yang paling menonjol dari pengikut khowarij adalah : gemar menentang ulil amri (pemegang kekuasaan/pemerintah) atau bahkan tidak mau mengakui atau bahkan yang lebih parahnya lagi adalah mendemo dan berusaha menggulingkan pemerintahan yang sah yang mereka pilih. ciri yang lain adalah : suka membelot dari perintah ulil amri yang sah dan suka berbuat kekerasan.
    khowarij di gambarkan dalam kitab sohih bukhori dan muslim seperti “anak panah yang melesat dari busurnya”.
    di Indonesia paham khowarij sudah banyak mendoktrinasi di kalangan umat Islam melalui ormas ormasnya dan melalui firqoh firqoh/pergerakan, diantaranya yang disinyalir mengadopsi paham khowarij adalah : Muhammadiyah, Ikhwanul Muslimin, PKS, FPI, Hizbut Tahrir, para pelaku teroris, sebagian kecil ormas Islam NU (sempalan NU) juga ada tetapi sebagian besar tidak.
    dan ternyata lagi orang orang yang komen di tautan ini juga pengikut khowarij sejati (kecuali saya hehehehee…) terutama yang berusername : NGGER SEDAYU.
    beda jauh dngan pengikut sunnah Rasul yang sohih dalam hal ini : manhaj salafush sholih (pengikut jalan keagamaan Rasulullah dan para sahabat) yang justru senantiasa mengajak umat untuk tetap taat kepada ulil amri meskipun ulil amri tersebut sudah berbuat dzolim besar tapi selama ulil amri tersebut tidak mengajak umat ke jalan kekufuran untuk mendurhakai Allah dan RasulNya maka ulil amri tersebut wajib untuk diikuti (silahkan dibaca kembali siroh nabawiyah beserta beberapa riwayat hadist yang sohih mengenai perintah Rasul untuk tetap mentaati ulil amri meskipun ulil amri tersebut sudah berbuat dzolim kepada umatnya).
    sekarang coba kita pikir apakah selama ini ulil amri kita secara terang terangan mengajak umat di negeri ini untuk berbuat kekufuran/kekafiran kepada Allah ???
    bukankah selama ini ulil amri kita sudah memberikan dukungan kepada umat muslim diantaranya diberikan kebebasan dalam menjalankan syariat, beribadah, mendirikan pesantern, masjid, mushola, dll ???
    coba anda tengok bagaimana nasib umat Islam di negara negara yang penduduknya mayoritas non muslim, mereka banyak mendapatkan diskriminasi apalagi semenjak adanya tragedi 11 september, tapi apakah mereka berontak kepada pemerintahannya yang telah mendzolimi mereka ???
    ingat wahai saudaraku, kenapa selama ini negara kita selalu dilanda musibah bertubi tubi dan yang mengalami adalah umat muslim ??? kalaulah saya boleh menjawab itu semua terjadi karena Allah marah kepada umat Islam di Indonesia yang telah jauh meninggalkan perintah Allah dan sunnah RasulNya dalam hal ini adalah perintah Allah untuk senantiasa mentaati ulil amri (An Nisa’ : 59) dan sunnah Rasulullah SAW

    wallahu ta’ala a’lam

    • http://www.facebook.com/arif.surahman.56 Arif Surahman

      Intinya kita harus saling menghargai, perbedaan bukan untuk saling menghina dan berpecah belah. Perbedaan pendapat adalah keindahan dalam menjalin kehidupan bersama-sama. Menurut saya tulisan anda itu sudah provokasi yang berlebihan.

    • http://www.facebook.com/hendra.zaqo Hendra Zaqo

      buat Ombagus Pecintabocah, jujur aja apakah anda sendiri juga selalu taat pada aturan pemerintah?anda selalu setuju dengan apa kata pemerintah?apakah anda tidak pernah sama sekali berbeda dengan pemerintah?apakah anda patuh 100% dengan apa kata pemerintah? baik itu di jaman soeharto,jaman mega,jaman sby? jika anda menjawab pertanyaan2 diatas dengan jujur anda mungkin akan mendapati diri anda termasuk khawarij berdasarkan kriteria anda sendiri tentang pengertian khowarij :D
      ditambah lagi dengan ciri2 khowarij yaitu suka menghujat kelompok2 Islam lain persis seperti kelakuan anda diatas. :-)

    • http://twitter.com/muja94 Abdullah Mujaddidi

      yang komen ini ga punya analisa

    • http://www.facebook.com/fadilareza.putri Fadila Reza Putri

      “di Indonesia paham khowarij sudah banyak mendoktrinasi di kalangan umat
      Islam melalui ormas ormasnya dan melalui firqoh firqoh/pergerakan,
      diantaranya yang disinyalir mengadopsi paham khowarij adalah :
      Muhammadiyah, Ikhwanul Muslimin, PKS, FPI, Hizbut Tahrir, para pelaku
      teroris, sebagian kecil ormas Islam NU (sempalan NU) juga ada tetapi
      sebagian besar tidak ”

      ap kah kata2 ente ne mampu ente pertanggung jawab kan d mahkamah Allah nanti nya.??

      ente klo buat stat jgn asal ja n asal fitnah….

      blajar ge ttg islam secara kaffah bung ombagus Pecintabocah..krn ane
      liat, kata2 ente d atas kluar dr kata2 org yg krg faham ttg islam yg
      kaffah alias PENGANUT FAHAM ISLAM LIBERAL LAKNATULLAH, YG NGAKU2 BRAGAMA
      ISLAM TTAPI SBENARNYA PENGHANCUR AJARAN2 ISLAM YG SESUAI DGN ALQUR’AN N
      HADIST RASULULLAH SAW DAN UJUNG2 NYA MENGATAKAN BAHWA SMUA AGAMA TU
      SAMA, NAUZUBILLAH..SUMMA NUZUBILLAH….SMG KT SLALU DLM LINDUNGAN N
      HIDAYAH ALLAH SWT, AMIN…

    • http://www.facebook.com/Ghofur.Abdul Cik Apung

      Bung ombagus.. mbok ya kalo menulis pendapat itu dipikir2 dulu. jangan asal njeplak aja. Mari ikut sama saya perbanyak istighfar!!

  • http://www.facebook.com/arif.surahman.56 Arif Surahman

    Saya ingin berpendapat ya, menurut saya metode yang berbeda dalam menyatakan bahwa hilal itu hilal adalah akar permasalahannya. Menurut informasi yang saya terima, ada beberapa hal yang perlu mendapat pertimbangan, yaitu : 1. Hilal hanya berumur 17 jam, 2. Hilal sudah terlihat selama 4 menit di Cakung dan orang yang melihatnya sudah diambil sumpah oleh seorang hakim agama. Apabila Hilal yang terlihat oleh orang di Cakung itu benar adalah hilal yang asli, maka seharusnya Hilal yang terlihat itu akan hilang umurnya pada jam 11 siang tanggal 20, hari Jum’at ini. Artinya Hilal yang dijadikan alasan untuk berpuasa hari Sabtu sudah bukan hilal yang asli, karena umur hilal yang asli sudah habis pada jam 11 siang hari ini.

    Lagipula didalam hadits disebutkan “berpuasa lah kamu karena melihatnya dan berlebaranlah kamu karena melihatnya”. Menurut saya, sudahlah cukup untuk menentukan bahwa hari Jum’at adalah hari pertama ramadhan apalagi hilal sudah kelihatan selama 4 menit di Cakung. Akan tetapi orang-orang pada sidang isbat menolak terlihatnya hilal, karena tidak sesuai dengan kriteria derajat ketinggian hilal. Saya sih orang yang berpikiran sederhana… Hilal sudah kelihatan, berarti oke sudah waktunya berpuasa (apalagi nabi cuman menyuruh untuk sampai kelihatan saja dan beliau tidak memberikan definisi deskriptif didalam hadistnya). Namun, saya menghormati perbedaan dan menganggap bahwa keragaman waktu puasa adalah keberkahan, karena itu artinya kita sebagai umat islam indonesia adalah bangsa yang civilized yang mampu menghargai perbedaan pendapat serta hak asasi manusia untuk saling mengemukakan pikiran.

    • fulanah

      “1. Hilal hanya berumur 17 jam, ”
      “2. Hilal sudah terlihat selama 4 menit di
      Cakung dan orang yang melihatnya sudah diambil sumpah oleh seorang
      hakim agama. ”

      “Apabila Hilal yang terlihat oleh orang di Cakung itu benar
      adalah hilal yang asli, maka seharusnya Hilal yang terlihat itu akan
      hilang umurnya pada jam 11 siang tanggal 20, hari Jum’at ini.”

      – trus kenapa dari semua utusan yang di kirim di 70 titik di seluruh Indonesia, hilal itu tidak terlihat?
      – bukankah “Hilal yang terlihat itu akan
      hilang umurnya pada jam 11 siang tanggal 20, hari Jum’at ini.”?

      tapi..

      “Menurut saya, sudahlah cukup untuk menentukan bahwa hari Jum’at adalah
      hari pertama ramadhan apalagi hilal sudah kelihatan selama 4 menit di
      Cakung.”

      *bingung*

      • Abah Natsir

        hebat nih penulis…biar pada baca judulnyd yahuudd,,,,,* jaka sembung deh…ente saiyid mahadhir…

    • http://www.facebook.com/ariefluky.99 Arief Lukyanto

      Sgt setuju mas. Rasulullah tentu akan sgt sedih bahkan mungkin menangis jika saja beliau melihat apa yg terjadi dg umat Islam di Indonesia dlm penentuan awal dan akhir puasa. Mari kembalikan niatan puasa qt hanya unt Allah smta agar qt menjadi org yg bertaqwa…insyaAllah

  • http://www.facebook.com/muhammadahlanmunajat Muhammad Ahlan Munajat

    @Dakwatuna_Penulis: Judul dengan isi tidak ada kaitannya ya? :D why? :D
    Intinya orang-orang yang sidang itsbat itu dibayar, lebih lama sidangnya lebih tinggi bayarannya, sekarang sudah banyak ulama-ulama berdasi di dunia politik. Saling gengsi tidak satu suara dan satu tujuan karena mementingkan golongan masing-masing, wallahua’lam, mohon maaf sebelumnya.

    • http://www.facebook.com/sukarman.karsaminarta Sukarman Karsa Minarta

      Kembali ke landasannya:Hadist2nya jelas koq

    • fathullah

      jangan fitnah bro… bicara jangan pake hawa nafsu…

  • http://twitter.com/muja94 Abdullah Mujaddidi

    lho ngapain perdebatin judul?
    kalo kalian bisa ya bikin artikel dengan judul yang lebih menantang
    gitu aja kok repot

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100003042093288 Benny Muhammad Indraprana

    Al qur’an 6236 ayat di tambah ribuan hadist shahih, apalagi jika ditambah hadist hingga yang hanya bertaraf dhaif, berarti itu adalah ribuan dalil/landasan/tuntunan bagi kita umat Islam. Alangkah ironisnya jika itu semua gugur pada keyakinan bahwa kita harus taat pada pemerintah/pemimpin apapun tindak tanduknya apapun keputusannya. Bagaimana bisa ada orang yang bilang bahwa kita harus nurut manut pada pemerintah (dan seolah alquran dan hadist tidak lagi berlaku tuntunannya). Saya kasihan sama alumni pesantren, universitas2 yang melahirkan sarjana bergelar LC kalau semua ilmunya terputus pada argumen “taat pada pemerintah”. Yang benar seharusnya, jadikanlah pemerintah dan pemimpin kita berkehidupan, berkeputusan, bertindak tanduk sesuai alquran dan sunnah. Niscaya kami mengikuti mereka dalam rangka taat kepada Alloh.
    Buat apa kita diberi contoh oleh agama ini tentang nabi Ibrahim as melawan namrudz, nabi Musa as melawan fir’aun, Rosululloh saw melawan kekuasaan musyrikin, dan seluruh nabi melawan penentangan penguasa dan masyarakat kebanyakan pada masanya.
    Janganlah dibutakan pencarian akan kekuasaan akhi. Janganlah dibuat tuli hatimu demi menciptakan perdamaian dan toleransi. Tak ada tuntunan yang lebih tinggi daripada al islam. Jangan kalian ambil nilai2 racun pikiran jahiliah dan mengimaninya.
    Astaghfirulloh,…bohong semuakah materi kajian yang pernah engkau berikan itu? atau dirimu yang mulai berubah?

    • http://www.facebook.com/profile.php?id=1118912855 Abu Mubarak Full

      Hubungan sebab akibat…
      Anda merasa ummat Islam sudah cukup banyak yang ahli dan cendekia sehingga tidak perlu taat pada pemerintah yang menurut anda bodoh dan tidak taat pada Syariah.
      Padahal di dalam Al Quran secara lugas Allah memerintahkan Ummat Islam untuk taat kepada Ulil Amri.

      Jadi, kenapa tidak kita perjuangkan saja tokoh2 ummat Islam yang taat kepada syariah untuk menjadi Ulil Amri di negeri ini???? Apapun alasannya kita memang harus menjadikan Ulil Amri di negeri ini terdiri dari orang2 shalih dan anti maksiat. Pertanyaan besarnya…SELAMA INI SUDAHKAN KITA MEMPERJUANGKAN ULAMA SHALIH MENJADI ULIL AMRI DI NEGERI INI? ATAU KITA HANYA BERDIAM DIRI DAN SALING MENGHUJAT? ATAU KITA HANYA BERTERIAK TANPA MENGOPTIMALKAN IKHTIAR? ATAU DENGAN DALIH INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM KEMUDIAN KITA BERLEPAS TANGAN?

      Kita perlu introspeksi…sudah sejauh mana kita memperjuangkan Islam yang kita yakini dan hidupi…
      Penulis artikel ini cukup cerdas karena berhasil memetakan kemunculan tanggapan dari pembaca yang heterogen pemahaman keislamannya.

      Wallahua’lam

    • tri idayana idayana

      saudaraku Muhammad Indra Prana yg
      terhormtat, saat ini kita sedang berbicara tentang itsbat awal ramadhan yg
      dilakukan pemerintah –KEMENTRIAN AGAMA……….Memperhatikan tanggapan
      saudara terhadap artikel di atas, sepertinya dalam pandangan saudara pemerintah
      dalam hal ini kementrian agama sangat jelek dan sgt buruk…………menurut
      saya tdk seperti itu, bukan kah usaha yg dilakukan berusaha dg berbagai upaya
      utk melihat hilal itu sebuah usaha yg positif, sebuah tanggung jawab yg besar
      untuk ummat islam…apalgi dilakukan oleh para ahli, para ulama dan kiyai yg
      memang memahami dan mempelajari ilmu-ilmu Islam, tidak hanya umaro….

      apalagi jika saudara membandingkan
      pemerintahan yg didominasi oleh ummat islam ini, yg didalamnya terdapat bnyk
      ummat islam yg juga turut berfikir untuk islam, orang orang kementrian agama yg
      masih bnyk yg hafal qur,an mengerti fiqih dan tafsir, satu aqidah dg
      saudara….saudara samakan dg pemerintahan raja namruj…saudara samakan dg
      firaun dan orang orang musyrikin……. sungguh ironis dan sgt tidak pantas
      menurut saya…

      anda mengatakan pemerintah tdk layak diikuti,
      hanya karena berbeda pendapat dengan saudara.

  • http://www.facebook.com/yanie.ila Yanie Ibu Ila

    memang sedari dulu selalu saja ada perbedaan dalam Islam dalam penetapan hr pertama ramadhan dan idul fitri. tapi kenapa untuk penentuan bulan sesudahnya tidak ada perdebatan. seharusnya jika ingin bersatu justru harus ditentukan segalanya bersama. pemerintah harus menyiapkan sarana yang lebih canggih untuk penetapan/rukyat bulan setiap awal bulan Islam. kalau sudah begitu InsyaAllah pasti tidak ada perbedaan. karena yang terjadi sekarang adalah penentuan bulan rajab, sya’ban dst tidak diperdebatkan berapa harinya dalam sebulan, sedangkan untuk penentuan wala ramadhan diperdebatkan. kalau dari awal sudah dilihat dari pertama bulan muncul di awal bulan pasti tidak serumit ini. tq

    • http://www.facebook.com/bioahmed Bio Ahmed

      bener itu… bulan 1 Ramadhan, dan 1 syawal hampir selalu berbeda,,, tapi 1 Muharramnya kenapa yah selalu sama??? bener2 aneh…

  • http://www.facebook.com/muanam.mkom Muanam Mkom

    Terima kasih Penulis ….telah menyumbangkan pikirannya …sangat baik
    dan bagus isinya ….walaupun Judulnya sedikit menipu (tapi kalau orang
    cerdas udah tau maksudnya) lanjutkan Mas menulisnya …. Buat MAS NGGER
    SEDAYU ditunggu tulisannya yang bermanfaat buat kami …..Salam Damai

  • http://twitter.com/sikudapacu kudapacu

    Saya setuju dengan masukan bahwa tulisan ini gak nyambung antara judul dan isi. Bagi yang gak setuju, apalagi dengan protes keras seharusnya bisa lebih bijak… Masukan (kritik) itu perlu. kalau gak mau dikritik, nulis aja buat tempelan kamar pribadi. “Tone” pada judul tulisan ini sangat jelas “judgement”, sementara tidak diimbangi dengan data dan legitimasi.

  • http://twitter.com/sikudapacu kudapacu

    Saya setuju dengan masukan bahwa tulisan ini gak nyambung antara judul dan isi. Bagi yang gak setuju, apalagi dengan protes keras seharusnya bisa lebih bijak… Masukan (kritik) itu perlu. “Tone” pada judul tulisan ini sangat jelas “judgement”, sementara tidak diimbangi dengan data dan legitimasi.

  • Hallo Moan

    : Judul yang Blo’on lainnya~~~

  • http://www.facebook.com/teppei.uesugi.96 Fahrulrozih Zain

    gk usah nyalah2in yg berbeda pendapat yg udah puasa duluan gimana salah juga?

  • http://www.facebook.com/ahmad.arela Ahmad Arela

    Ijtihad tidak sama dengan musyawarah. Musyawarah model demokrasi bertentangan dengan ajaran islam. sehingga sidang isbath yang dilakukan dengan cara demokrasi tidak sah diambil sebagai pedoman pelaksanaan awal dan akhir ramadhan.

    • http://twitter.com/ihsanjat Ihsan Jatnika

      pengambilan suara terbanyak hanya sebagai salah satu cara pengambilan keputusan. pilihan lainnya aklamasi.

      musyawarah yang bukan demokrasi seperti apa ya ?

    • fathullah

      bicaranya jangan pake hawa nafsu dong bro…

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100001277607559 Nahnu Irhabyter

    ISBAT kok ikut suara terbanyak , Mentang mentang NEGARA DEMOKRASI (alias negara bathil)

    • http://twitter.com/ihsanjat Ihsan Jatnika

      harusnya gimana mas Nahnu ?

  • http://twitter.com/iirez irez hejta

    sedih baca dari judulnya aja udah sedih.. kita lebih memilih mencari perbedaan dibanding persamaan..

  • rahma

    maaf nih teman-teman…diantara yang komen ini pada punya ilmu falak nya gak ya??
    kalo ada, boleh juga buat artikel yang mungkin lebih bisa menjelaskan sedikit tentang perhitungan dan penghitungan..kalo tidak ada, alangkah lebih baiknya jika kita semua beriistighfar, memohon ampun kepada Allah atas semua perkataan yang tertuang melalui tulisan kita.. karena semua yang kita sampaikan,baik lisan maupun tulisan akan ada hisabnya kelak…apalagi sampe mendiskreditkan dan menuduh jamaah2 yang ada..saya kira tulisan diatas sudah sangat banyak membantu..jika pun anda ada yang memilih untuk memulai hari jum’at, ya monggo. selama itu dilandasi oleh iman dan keikhlasan hanya mengharap ridho Allah..

    • Mutiara Maghfira

      rasanya, tulisan ini sudah bagus dan tidak mendiskreditkan dan menuduh jamaah2 yang ada..
      karena memang betul dengan kutipan dan penjelasan ini:

      “Hari puasa adalah hari di mana semua kalian berpuasa. Hari berbuka adalah hari di mana semua kalian berbuka (maksudnya berlebaran). Dan hari Adha adalah hari di mana semua kalian beridul-Adha. (HR. At-Tirmidzi)Hadits ini memberikan penjelasan kepada kita bahwa perilaku melawan arus orang banyak itu bukan sesuatu yang terpuji, terkhusus untuk masalah puasa dan lebaran. Jadi tidak boleh puasa sendirian di saat masyarakat lainnya belum berpuasa, pun begitu sebaliknya jangan berlebaran sendirian di saat yang lain belum lebaran.”

      kenapa kita harus menolak pemerintah? sedangkan jika kita mengikuti sunnah Rasulullah, beliau mencontohkan agar kita taat pada pemerintah selama penguasanya masih islam..
      yah, pembaca bisa menilai tulisan mana yang mendiskreditkan…

      Ketika kita menerima sesuatu yang memang haq(kebenaran), sangat wajar jika terkadang awalnya terasa berat menerima. Namun, jika kita tahu bahwa itu memang sebuah hal yang haq, sangat tidak wajar jika kita tidak mau menerima .

  • fahmi

    Diumpamakan saja seperti
    sholat berjamaah. Haruslah imam seorang yang beragama islam, memimpin makmun
    yang beragama islam. itulah maksud sampingan dari pendapat imam hambali, (imam Ahmad bin Hanbal, Beliau
    pernah berpesan untuk kita semua dengan ungkapan: “Seseorang
    itu hendaknya berpuasa bersama penguasa dan jamaah mayoritas umat Islam, baik
    ketika cuaca cerah maupun mendung”). Artinya kita tunduk kalau pemerintah dan pemimpin kita berkehidupan, berkeputusan,
    bertindak tanduk sesuai alquran dan sunnah, bernegara islam. lah, kalau tidak
    jelas begini landasan negara kita, ya apa mesti kita tunduk pada pemerintah
    yang tidak tunduk pada alquran dan sunah??

  • Herriy Cahyadi

    sangat mudah dibaca dan mudah diterima isi tulisannya. jelas dan ringkas. nah, ini yg komen (terutama yg melihat judul tulisan) kok pada ga nyambung ya? justru tulisan ini berpihak pada pemerintah, bukan menyalahkan pemerintah. baca dengan teliti lagi. atau saya yg salah? haha..

  • http://www.facebook.com/banu.hernugraha Banu Hernugraha

    yang ngga suka….. tinggalkan negara ini..

    yang suka ya tetap di sini… kok repot…. di laut kan masih ada tempat …

    ngga usah ngajak berontak ke pemerintah (teroris)

    spt

    kang benny… maklum… biasanya maling teriak maling… ngga mau ngaku lah… doktrinasinya ya seperti ini nih….. (yang baru tahu jangan kaget)

    Buat apa kita diberi contoh oleh agama ini tentang nabi Ibrahim as
    melawan namrudz, nabi Musa as melawan fir’aun, Rosululloh saw melawan
    kekuasaan musyrikin, dan seluruh nabi melawan penentangan penguasa dan
    masyarakat kebanyakan pada masanya.

    bukti sudah banyakkk………..

    buat apa berseteru kalo semua bisa diselesaikan dengan musyawarah…

  • http://www.facebook.com/gingin.ginanjar.372 Gin Gin Ginanjar

    inilah fakta ketika umat tak lagi menjadikan aturan allah sebagi aturan hidupnya, dan malah mengadopsi aturan demokrasi yang lahir dari hawa nafsu manusia.
    Allah SWT berfirman: ” Apakah hukum jahiliyah yang mereka hendaki, dan hukum siapakan yang lebih baik dari pada hukum Allah?”. (QS. Al Maidah : 50)
    insa allah ketika umat sadar akan kewajiban penerapan syariah islam di bumi Allah ini, maka problem yang terjadi sekarang ini dapat di pecahkan termasuk awal dan akhir Ramadhan. dan kita pun akan ta’at pada ulil Amri yang menjalankan syariah islam (aturan Allah) dan bukan aturan yang lahir dari hawa nafsu manusia.

  • http://www.facebook.com/toto.sugiyanto1 Toto Sugiyanto

    seharusnya kita mengikuti aturan pemerintah tetapi di kita ada 2 LSM islam yang sudah ada sebelum indonesia merdeka,inilah pokoknya yang menjadi persoalannya dan mereka ini yang banyak mempengaruhi umat yang mengikuti masing masing LSM tersebut,mereka lebih bangga jika bisa menentukan isbat awal puasa lain dari pada yang lain tidak memikirkan umat yang tidak berpihak pada 2 LSM tersebut.Yang menjadi permasalahan adalah siapa sih yang dapat menentukan awal puasa ini sebenarnya? apakah Pemerintah atau 2 LSM tersebut.

  • http://rumahalbanna.blogspot.com/ Rumah Al Banna

    wah judul artikel sama isi artikelnya kok kaya gimana gitu ya ???

  • http://www.facebook.com/heni.abel Heni Purwanti

    kenapa sih yg sdh terjadi hrs diungkit kembali…ini kan malah bikin umat tambah resah dan akhirnya akan saling menyalahkan…

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100000178267877 Alonds Ramadhani

    Islam itu Indah….

  • http://www.facebook.com/mh.jebres.9 Mh Jebres

    umat islam harus meninggalkan anak cucu yang pandai dan cerdas dalam memahami agama islam.sesuai ALQURAN DAN HADIS YANG SOHEH.biar tidak mudah ikut ikutan orang yang mengaku tahu agama tapi justru melanggar sareat sareat agama itu sendiri.makanya tiap tiap keluarga muslim minimal mempunyai ALQURAN YANG ADA TERJEMAHANNYA DAN HADIS HADIS YANG SOHEH.BIAR TIDAK MUDAH TERTIPU OLEH PARA PENDUSTA PENDUSTA AGAMA.disamping itu keluarga muslim harus mau mempelajari ALQURAN DAN HADIS YANG SOHEH TEREBUT sampai usua lanjut.biar tidak terjebak perbuatan perbuatan yang kelihatannya islami ternyata tidak ada tuntunan dari rosullullah./bid”ah.disamping PULA itu umat islam harus meninggalkan generasi yang kuat ,baik kuat ekonominya ,kuat ilmu pengetahuan umum dan kuat ilmu agama.ini perintah ALQURAN.biar jadi panutan /tuntunan,alias tidak mau berbuat yang melanggar agama,mari kita mulai diri kita masing masing y.

    • http://www.facebook.com/profile.php?id=100000028187802 Ananda Maulana Ilhami

      Dan tanpa capslock!

  • http://www.facebook.com/HendrikOzcool Hendrik Ozcool

    Subhaanallaah…
    cerdas penulisnya, tak ada yang salah dengan judul, & sah-sah saja selama isinya tidak menyimpang :)
    & Insya Allah, penyampaian beritanya baik
    jika ada yang membacanya tidak sampai selesai & tidak faham, pasti akan keliru
    sama halnya bila salah mentafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, pasti bisa tersesat

    barakallaahu fikum…

    • fathullah

      betulll…

  • http://profile.yahoo.com/KTYH6PNKNQVCJIO2LAEKY4Y654 TAUFIK

    Memang demikianlah seharusnya… Menghargai Perbedaan itu penting Namun Pada hal-hal tertentu Jauh lebih penting mengedepankan persamaan, seperti halnya awal Ramadhan dan Hari Raya Islam. Agar masyarakat awam di akar rumput seperti Kami merasakan Satu Kesatuan dengan Umat Islam lainnya.. Dan kemeriahan tersebut lebih bermakna… Smoga bisa mnjdi renungan ulama kita yg cendrung suka berbeda… Mari sesaat kesampingkan ego ke ormasan. Mari kita ikuti Ijhtihad dari Pemerintah. Seburu-buruk nya Pemerintah kita sekarang ini, Jangan lupa bahwa banyak kebaikan yang telah diperikan pemerintah untuk umat Islam dibanding pemerintahan yg telah lalu..

  • http://www.facebook.com/bioahmed Bio Ahmed

    kan sudah dari awal dikasih tau tanggal 20 itu tanggal 1 Ramadhan, Permerintah masih ngeyel..
    ijtihat memang dianjurkan, tapi kalau hampir setiap tahun Pemimpin salah gimana??

  • http://www.facebook.com/a.faisal.amin A Faisal Amin

    …….“Jika seorang pemimpin itu berijtihad, lalu hasil ijtihadnya benar, maka dia mendapatkan dua kebaikan. Namun jika ternyata hasil ijtihadnya salah, maka dia mendapat satu kebaikan”……….
    ditengah2 banyaknya kasus korupsi yg melilit Kementerian Agama kita ini, apa kira2 ini yg disebut Ulil Amri kita? apa pemerintah ini sesuai gambaran rasulullah tentang pemimpin?

    • Dedi Beckham

      Pertanyaannya adalah : Apakah manusia yang berani “berbeda” dengan Pemerintah adalah manusia yang bersih dari korupsi (dan dosa2 lainnya) dan lebih baik dari Pemerintah? Kalau menurut saya, selama Pemimpin kita masih muslim dan berpegang pada Qur’an dan Hadits, harus tetap kita percaya sebagai tuntutan kita didunia. Masalah korupsi yang mungkin mereka lakukan adalah urusan mereka dengan Allah, toh selagi didunia juga sudah diupayakan untuk dihukum bagi yang bersalah. Sebagai rakyat/umat, kita hanya perlu taat kepada Allah dan ajaran Rosul yg “terdistribsuikan” ke para Pemimpin Negara kita.

  • http://www.facebook.com/aira.moehammad Haris Budi

    termasuk ijtihad pemerintah
    tentang freeport, tentang impor kedele, impor bawang, pakaian bekas juga
    ya tadz. kita memang harus sami’na wa atho’na. lha kalau urusan ibadah saja sami’na wa atho’na apalagi kalau hanya sekedar urusan dunia. maka kita memang harus taat terus. betul ?

  • Mastur Adhy Sudrajat

    Assalamu’alaikum mas,,

    maaf, itu menerjemahkan hadistnya ada kekeliruan,, yang hadist
    “Jika seorang pemimpin itu berijtihad, lalu hasil ijtihadnya benar, maka dia mendapatkan dua kebaikan. Namun jika ternyata hasil ijtihadnya salah, maka dia mendapat satu kebaikan”

    Itu bukan pemimpin tapi Mujtahid, dan pemimpin belum tentu dia mujtahid. mohon di tela’ah ulang lagi n rujukan kitab fiqihnya,,, sekali lagi maaf ya mas, bukan bermaksud menyalahkan hanya mengingatkan.

    Wassalamu’alaikum

    • fathullah

      perlu anda ketahui mereka yang bersidang isbat itu adalah para ulama, di dalam urusan agama pemimpin itu ulama… jadi anda yang mesti menela’ah lagi…

  • http://www.facebook.com/adenugraha.syahmeniar Ade Nugraha Syahmeniar

    cuma share, saya menemukan ini, dr BMKG

    INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM
    KAMIS, 19 JULI 2012 M
    PENENTU AWAL BULAN RAMADHAN 1433 H
    http://hilal.kominfo.go.id/?q=system%2Ffiles%2Finformasi_hilal_ramadhan_1433h.pdf

    maaf mungkin info ini telat & basi.
    tp skedar nambah wawasan, lumayan deh…
    smg bermanfaat

  • http://www.facebook.com/supardi.gombonk Supardi Gombonk

    laa tho’ata limakhluqin fii ma’siyatilKholiq (tidak ada ketaatan kepada makhluk untuk memaksiati Kholiq)

  • Agus Hariyanto

    bukan berarti ngeyel,.. tetapi ketentuan pemerintah yang sering salah haruskah kita mengikutinya. ibarat ada imam yang lupa/salah… kita sebagai makmum wajib mengingatkan ” Subhanalloh…”

  • http://twitter.com/arfandeliarto arfan deliarto

    kalo lebaran jadinya kapan? nunggu sidang itsbat? kalo idul adha kapan? nunggu sidang itsbat? kalo tanggal lainnya? bukannya kita punya tanggalan Hijriah, percuma dong, gak konsisten, buang aja tuh tanggalan, semua tunggu sidang itsbat, tinggal umat lain tertawa karena umat Islam tidak bisa bikin tanggalan sendiri, dan pakai tanggalan Masehi…

    • http://www.facebook.com/sukarman.karsaminarta Sukarman Karsa Minarta

      Islam itu landasannya Qur’an n Hadist baca ulang kalo perlu 1000x hadist2 tentang mulai puasa tersebut bung Arfdan D. jangan as Bun. malu aku sebagai umat iaslam dengar pendapatmu

      • Bukan asbun

        Landasan islam itu bukan qur’an dan hadist…..tapi qur’an & sunnah…..baca ulang kalau perlu 1000x…..supaya tdk malu…..

        • bung salim

          apa itu sunnah? apa itu hadits?

          • http://www.facebook.com/pahlawan.bangsa.39589 Pahlawan Bangsa

            sama sumbernya dari Rosulullah SAW

  • http://www.facebook.com/muhsin.hariyanto Muhsin Hariyanto

    Maaf, penulis artikel nampaknya sudah memihak pada mazhab tertentu, sehingga ada bias. Coba berikan analisis objektif. Jangan karena pemerintah sudah menetapkan, kita bertaqlid untuk meyatakan sami’na wa atha’na. Absurd.

    Beri kesempatan pada yang lain untuk berpendapat dengan pendapatnya yang juag memiliki argumentasi kokoh. Jangan sampai terjadi sakralisasi tafsir.

    Berikan ruang perbedaan dan berpikir objektif serta bertanggung jawab. Ini diskusi akademik, bukan indoktrinasi.

    Saya bukan anggota kelompok pro-kontra hisab-rukyat. Tetapi, marilah kita buka lebar-lebar ruang diskusi akademik yang objektif dan bertangggung jawab.

    Tulisan ini anda agak sedikit provokatif dan menyudutkan kelompok tertentu. Ini kesan saya.

    Maaf, kalau kritik saya kurang berkenan.

    Wallahu ‘Alam bish-Shawab.

    • fathullah

      penulis sudah objektif bro… anda saja yang kebelinger… makanya kalo menilai sesuatu jangan pake hawa nafsu dong…

  • http://www.facebook.com/hafit.djamal Hafit Djamal

    “Jika seorang pemimpin itu berijtihad, lalu hasil ijtihadnya benar,
    maka dia mendapatkan dua kebaikan. Namun jika ternyata hasil ijtihadnya
    salah, maka dia mendapat satu kebaikan” begitu Rasul SAW pernah
    memberikan penekanan terhadap hal penerimaan hasil ijtihad pemimpin,
    jika sudah dilakukan dengan prosesnya yang benar.

    >>>> bini hadist riwayat siapa?..perawinya siapa?…

  • http://www.facebook.com/surya.efs Surya Efs

    dua belah pihak atau 3 belah pihak semua mayoritas, kalau A ikutan B bisa diartikan A takluk kpd B, mana mau ? gengsi bgt…! kalau B ikutan C bisa diartikan takluk kpd C, mana manu…gengsi bgt…! biarlah masing2 memulai puasa dan ber Iedul Fitri menurut versi masing2, suatu saat nanti 100 tahun kedepan kalau sampai terjadi orang berpuasa di planet Mars, pasti tambah rame ya…?

  • http://www.facebook.com/artos.pribados Artos Nue Pribados

    Jika kita benar2 ingin menghormati pendapat hendak nya pribadi atau perwakilan kelompok ikut berijtihad untuk menghasilkan keputusan yang absurd. Ruang perbedaan akan semakin curam jika semua kelompok2 bersikukuh pada pendapatnya masing2. Bukankah pemerintah menggelar sidang isbat untuk mengerucutkan perbedaan? Jangan malah membuat sidang tandingan.

    Bukan saya ingin membela pemerintah atau dalam hal ini negara, bukan juga harus tunduk kepada pemerintah, tapi coba pikirkan jika umat Islam disatukan seluruh dunia untuk sidang isbat, silahkan anda bayangkan. Perbedaan pendapat akan muncul dari banyak aspek, paling jelas ya dari perbedaan waktu di negara masing2. Masing kelompok dalam suatu negara cukup diwakili kemudian bergabung menyelenggarkan sidang isbat,,,,, alangkah indahnya. Toh di indonesia, pemerintah hanya bertugas mengumunkan, sedangkan yang bersidang adalah MUI.

    MUI (Majelis Ulama Indonesia). Apapun aliran anda, asalkan anda punya stempel ulama, bisa ikut sidang.

    Islam itu indah dan memudahkan,,,,

  • http://www.facebook.com/hovie.abdillah Hovie Abdillah

    Maaf…
    saya membaca d paragraf ke 7, “Namun jika bulan tidak terlihat (walaupun keberadaannya ada), maka baru kita berpindah ke metode lain,” yang mendung/tertutup awan cm d daerah jawa , untuk kalimantan & sulawesi cerah… pemerintah melihat hilal bukan dari satu sisi, dr semua sisi daerah d indonesia, bahkan menunggu laporan dari singapura & negara tetangga, agar tidak ada keragu2an… yang salah kyaknya yang melihat di tempat berawan / yg mendung deh… pemberitaan jangan memihak pada mazhab tertentu… agar tidak menyesatkan….

  • http://www.facebook.com/hovie.abdillah Hovie Abdillah

    Maaf…
    saya membaca d paragraf ke 7, “Namun jika bulan tidak terlihat (walaupun keberadaannya ada), maka baru kita berpindah ke metode lain,” yang mendung/tertutup awan cm d daerah jawa , untuk kalimantan & sulawesi cerah… pemerintah melihat hilal bukan dari satu sisi, dr semua sisi daerah d indonesia, bahkan menunggu laporan dari singapura & negara tetangga, agar tidak ada keragu2an… yang salah kyaknya yang melihat di tempat berawan / yg mendung deh… saya pemberitaan jangan memihak pada mazhab tertentu… agar tidak menyesatkan umat….

  • http://twitter.com/ardmaja Ardian P. Atmaja

    Anggap saja (meniru kata-kata penulis) ternyata pemerintah salah (sesuai judul tulisan), apakah sebaiknya pemerintah itu yang diganti dgn yang benar agar ummat tidak melulu menerima kesalahan yg selalu menimbulkan perpecahan?

    Anggap saja (lagi) pemerintahan sudah dibenarkan, apakah ormas (yg diklaim terbesar di negeri ini) yg membayangi pemerintah selama ini legowo & ndak gengsi menerima yg benar? sekali lagi, demi persatuan ummat.

  • http://www.facebook.com/rully.amrullah.5 Rully Amrullah

    tp kenapa untuk sholat lima waktu tidak melihat matahari seprti yg dicontohkan oleh Rasullulah?
    padahal sholat 5 waktu adalah ibadah wajib yg paling utama, kenapa hanya menentukan awal puasa ramadhan saja yg mengikuti contoh Rasulullah? kenapaaaaa begituuuuu….????? saya jd bingung neh….!!!!

    • fathullah

      baca baik-baik artikel di atas bro… gak usah bingung…. nanti bisa kebelinger

  • http://www.facebook.com/syukur.kurniawan.7 Syukur Kurniawan

    klo pemerintahan kita adalah pemerintahan islam maka wajib kita mengikutinya,tapi ini kan bukan….sebaiknya pemerintah membebaskan saja kpn waktu utk mulai shoum dan berfitri….atau pemerintah hanya mengakui 2 metode yg diakui yaitu hisab & rukyat…..itu lebih baik….kalo memang pemerintah memaksakan diri menggunakan satu metode aja ,ubah aja dulu sistem pemerintahan kita menjadi sistem pemerintahan syariat yg sumber hukumnya adalah Al-Qu’an & Al-Hadist….lagian depag bukannya banyak korupsi disana.

    • fathullah

      perlu anda ketahui pegawai depag itu mayoritas dari kalangan muhammadiyah bro… kalo anda bilang depag banyak yang korupsi… berarti dari kalangan anda tuh… yang sama-sama muhamadiyah…

      • Arif Rohman Hakim

        ini data super ngawur nih.
        dpt sumber dari mana bos???
        dari mimpi ente ya?
        tau darimana depag banyak MU nya?
        ngawurrrrrrr

        • fathullah

          saya tinggal di kompleks depag bro…. 90 % pegawai depag dari kalangan muhammadiyah…

          • Arif Rohman Hakim

            trus aq kudu percaya gitu??
            mang kapan survey nya?
            hedehhh

          • fathullah

            haha… ni orang aneh… kalo gak percaya cek aja bro… kalo ente males ngecek, ente cek di sekolah-sekolah mdrasah milik depag seperti MTsN dan MAN… guru-gurunya mayoritas dari muhammadiyah bro…

          • fathullah

            haha… ni orang aneh… kalo gak percaya cek aja bro… kalo ente males ngecek, ente cek di sekolah-sekolah mdrasah milik depag seperti MTsN dan MAN… guru-gurunya mayoritas dari muhammadiyah bro…

          • fathullah

            ente cek aja sendiri… kalo ente males ngecek… ente cek di madrasah-madrasah milik Depag yaitu MTsN dan MAN sebagian besar pegawai dan gurunya muhammadiyah…

  • http://www.facebook.com/mi.alislam.77 MI Al Islam

    SAYANGNYA PEMERINTAH KITA BUKAN PEMERINTAH ISLAM TAPI PEMERINTAH DEMOCRAZY

    • Arif Rohman Hakim

      yup.
      pemerintahnya didukung krna dengan sok dukung pemerintah mereka bisa memojokkan salah 1 organisasi.
      kl sehari2 pemerintahnya di cap korupsi lah apa lah.
      sok2 an

  • http://www.facebook.com/mus.indatu Mus Indatu

    Tampak sekali penulis artikel memihak mazhab tertentu tanpa merincikan secara mendetail letak kesalahan pemerintah,,,,,, penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal selalu menjadi masalah karena Pihak Muhammadiyah selalu mengumumkan jauh-jauh hari penentuan waktunya,,, inilah yang menjadi masalah,,, sesungguhnya perbedaan jangan menjadi pemecah persatuan Umat Islam

  • http://www.facebook.com/ahmedullah.eljumadi Saptono Bin Sabon Jamsa

    Sekiranya dalam penulisan artikel mesti lebih ilmiya tidak sekedar Copy Paste, atau sekedar update status…! Apalagi bahasa yang dipakai hendaknya tidak subjektif, atau memaksakan pemikiran penulis kepada para pembaca untuk membenarkan atau mendukung ide, semoga nasihat ini sebagai bahan pelajaran

  • http://www.facebook.com/alif.fuddin.75 Alif Fuddin

    saya kok bingung pemerintah itu pimpinan yang mana yachh yang ngeluarin fatwa yang harus di taati, kalau pak SBY tidak pernah ngeluarin fatwa (pimpinan untuk orang ISLAM kah atau ???????), kalau penulis bandingi dengan dengan imam Ahmad……….????????????????

  • http://www.facebook.com/henri.amiruddin Henri Amiruddin

    Ass…afwan semuanya…
    saya kira ada yg lebih penting dari tulisan tersebut dari pada kita memperdebatkan hisab/rukyat sudah mengakar..yg lbh penting itu adalah masalah kebersamaan dan kesatuan umat Islam…
    mengapa Rosul mensunnahkan kita utk shalat Ied di Lapangan terbuka…?
    hal tersebut tidak lain utk menunjukkan kekuatan, kebersamaan, dan kesatuan Muslim..
    saya rasa hadits riwayat Tirmidzi tersebut menjadi cambuk bagi kita bahwa kita dan negara2 muslim yg ada di dunia ini sudah mulai diadu domba oleh kaum kafir (laknatullah) karena kita tidak bersatu…
    WALLAHU ‘ALAM

  • http://www.facebook.com/dr.izzuddinfathoni Izzuddin Fathoni

    sejak awal sudah tahu akan salah, tapi tetap diikuti. Itu bukan ijtihad, karena ijtihad itu dilakukan jika memang betul-betul dalam kebimbangan. Proyek menghabiskan anggaran negara untuk ru’yatul hilal harus dihentikan, karena kalau sudah yakin tidak akan dapat dilihat, kenapa masih diteruskan? Afalaa ta’qiluun…Bahkan ternyata kesaksian saudara seislam seindiri yang menyatakan bulan terlihat pun disingkirkan, padahal sudah dalam sumpah…dulu orang badui yang melihat bulan pun kesaksiannya diterima rasulullah saw. Afalaa tadzkuruun…

  • http://www.facebook.com/ievhan.yusuf Ievhan You

    Andai amstrong adalah muslim…
    Andai keberadaannya d bulan selama 90 hari…
    Dan seandainya bertepatan dengan sya’ban, ramadhan & syawal…
    Hmmm… Binguuuuung…….!!!!!

  • http://www.facebook.com/arhsyi.izzudinalqassam Arhsyi Izzudin Al Qassam

    Saya terkesan dengan artikel anda. Namun perlu kiranya mengetahui Pemimpin (Ulil Amri) seperti apakah yang “sami’na wa atho’na” ? Pemimpin yang harus ditaati dan dipatuhi adalah pemimpin yang mendaulatkan Al-Quran dan Sunnah dalam hidup maupun politik kenegaraan. Rasulullah bisa ditaati karena Beliau memimpin dengan Syariat Islam. Indonesia belum menjadi Daulah Islamiyah kan? dan saya kira Muhammadiyah yang menjadi ormas pelopor shoum pertama di hari Jumat memiliki dasar yang kuat dan bisa diterima dari segi dalil aqli maupun naqli.

    • fathullah

      jangan suka merasa bener sendiri bro… kalo gak setuju dengan pemerintah lebih baik diam saja, toh pemerintah juga menghargai yang berbeda pendapat yaitu muhammadiah… cuma muhammadiahnya saja bisanya cuma koar-koar berdasarkan hawa nafsu…

      • Arif Rohman Hakim

        kata siapa gan?
        yg koar2 itu siapa?
        MU itu yg dipojokkan dan selalu dipojokkan.
        MU menghargai kq, dan mempersilahkan. namun pemerintah yg cenderung memojokkan, warga yg ikut pemerintah yg suka mengatakan MU ga mw bersatu dsb.
        inget gan,
        lakum diinukum waliya diin.

        • fathullah

          anda jangan memutar balikan fakta bro… jelas-jelas din syamsuddin pimpinan muhamadiyah dengan gencar menghujat pemerintah… di saat sidang istbat sedang berlangsung… videonya di siarkan ko di televisi bahkan bisa dilihat di you tube juga ada…

          • Safi Ahmad

            Wajarlah pemerintah yang ujungnya pembagian ghanima wajar dicecar dan diluruskan.,

        • Cinta Rosul

          gan tolong dibaca pada tulisan terakhir itu,ttg pernyataan imam Mazhab, Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau pernah berpesan untuk kita semua dengan ungkapan: “Seseorang itu hendaknya berpuasa bersama penguasa dan jamaah mayoritas umat Islam, baik ketika cuaca cerah maupun mendung”
          penguasa kita adalah presiden ,dan mayoritas kita ya NU itu sudah lama berdiri bahkan seblum negeri ini terbentuk

          • Rein

            kalo misalkan kita hidup di iran yang mayoritas syiah, berarti kita juga harus ngikut yah??

        • Soldier of Allah

          kita sama-sama muslim akhi, mohon pernytaan antum yg ‘lakum diinukum waliya diin’ itu dipikir lagi. semoga Allah memberi rahmatNya kepada kita semua. dan janganlah kita terlalu fanatik golongan. barakallah

      • Love Allah

        Tulisannya MUHAMMADIYAH bukan MUHAMMADIAH..

        Klo ga mengerti ga usah berdebat…

  • http://www.facebook.com/wardatul.jannah.353 Wardatul Jannah

    Sebaiknya semua organisasi yg tdk mengikuti pemerintah, dibubarkan saja. Atau rakyat yg membubarkannya. Supaya umat gak bingung…

    • Anggi Heru Pramudya Ahmad

      brutal , neng…

    • Rein

      kalo negara seperti itu berarti tidak jauh beda dengan negara yg dipimpin diktator

  • Anugerah Y

    maaf jika perktaan saya menyinggung penulis, krna klo tidak disinggung khwatir anda tidak sadar. penulis ini saya rasa tidak begitu waras, kenapa??? karena dari hadist yang anda tulis sendiri di atas walaupun mengatakan tetap mndaptkan satu pahala toh pemerintah tetapa salah kan…?!! jangan karena didalam hadist tersebut Rasulullah Saw tetap menjamin mndptkan pahala maka anda membenarkan sikap pemerintah. Dari adanya artikel yang anda tulis haruslah mencari KEBENARAN bukanlah PEMBENARAN.
    1. Kebenaran tetaplah benar.
    2. Pembenaran adalah sesuatu yang salah namun tetap dibenar2kan.
    Jadi dari judul yang penulis buat sangtlah tidak sinkron dengan isi yang ada didalammnya. Dimana penulis menyanjung2 pemerintah membantu ponpes lah ini lah itu lah…., namun bukannya mencari letak dari kesalahan pemerintah sendiri dimana pada masa/ waktu yang akan datang agar tidak terjadi kesalahan kembali. Jadi saya pikir agar penulis lebih bijak lagi didalam mengkaji sebuah permasalahn yang begitu rumit ini. Karna hal ini menyangkut semua umat Islam yang ada di Indonesia pd khususnya.
    wallahu a’lam bissowab… wassalam..

    • Bust_Bhebian

      “jika hasil yg didapat keliru/salah tapi jika ijtihad yang dilakukan oleh para pemimpin dilakukan melalui prosesnya yang benar, maka pemerintah ttp bisa dibenarkan” itu maksudnya, bukan berarti membenar-2kan atau menyalah-2kan

      • fathullah

        betul…. setuju banget…

    • fathullah

      orang ini aneh sekali… kalo gak ngerti jangan komen bro…

  • http://twitter.com/Cak_Riey cak riey

    Yang puasa duluan juga benar,yang puasa belakangan juga benar, yg hari raya lebih dulu juga gak salah, yg hari raya belakangan juga gak salah,,,,YANG SALAH ADALAH ORANG YG IKUT NGOMEL KESANA KEMARI MENYEBAR PERPECAHAN, IKUT BERPENDAPAT SEDANGKAN DIA SENDIRI TDK TAU ATAU KURANG PAHAM DENGAN DASAR DARI PENDAPATNYA SENDIRI, PADAHAL DIA TIDAK IKUT BERPUASA ,TIDAK SHOLAT , DAN LEBIH PARAH LAGI DIA IKUT HARI RAYA JUGA …bahasa jawanya ” poso ora sholat ora..melu riyoyo pisan, ….Beda pendapat itu wajar, dari pada menyalahkan satu sama lain…apa gak lebih baik kalau kita mengajak orang2 yang belum puasa ,orang2 yg blm sholat,orang2 yg blm bayar zakat, kita ajak untuk melaksanakannnya kalau dia memang orang islam…WAALLOHU ‘ALAM BISHOWAB…

    • Arif Rohman Hakim

      mantabbb

  • Inohata Katsuichi

    kedua2nya benar, karena punya dasar yang benar, tapi kesalahan keduanya mungkin lbh besar dari pada benarnya, sebab ukhuwah itu juga wajib. jika ada dua perkara yang bertemu dengan tingkatan hukum yang sama, maka dulukanlah ukhuwah, anda bisa lihat betapa pentingya ukhuwah dalam penentuan awal ramadhan ataupun berhari raya. kesalahan terpatal adalah ketika berdalih dengan hadits “perbedaan itu adalah rahmat”. maaf, bukan haditsnya yang salah, tapi orang yang berhenti sbatas itu salah. ketika sidang itsbat yang lalu, yang dikedepankan adalah kepentingan golongan, argumen golongan, dengan berdalih demokrasi, maka hancurlah kebersamaan, maka muncullah saling caci maki, maka jangan definisikan perbedaan itu sebagai rahmat kalau tak ada ukhuwah, justru itu adalah bencana akibat mengutamakan golongan

  • teja

    jamaah islam itu yang mana? apakah hanya di indonesia? sejak kapan persatuan jamaah ummat islam disekat-sekat oleh teritori hasil perjanjian sykes pycot?

  • Budi Utomo

    Negara ini bukan negara Islam kan??? ya udah pemerintah mestinya ngga usah ikut ngurusi permasalahan umat Islam…. apa jangan2 hanya karna takut digugat aja…. udah kadung ngurusi dana Zakat, Haji (yang disana duitnya banyak) terus pura-pura ikut ngurusi sidang itsbat segala……???????

    • fathullah

      ente ini ngawur… kalo gak punya fakta kuat jangan fitnah… bikin dosa aja ente ini…

  • tikto

    terus yang bener gimana?…..kasih tau dong ke kita orang awam biar pas mau menjalankan ibadah puasa bisa bareng bareng,sholat ied juga bareng,lebaran juga bareng bareng kan akuur…..apa solusi untuk menyamakan waktunya?kasih tau dong?…..

  • Linda Wati

    kayaknya judulnya krg pas

    • fathullah

      tapi isinya pas…

    • https://www.facebook.com/financemanagement Affan Riswan

      Setuju… mestinya judulnya jangan seolah-olah menyalahkan pemerintah, coba kalo dilihat dari bahasannya, sebaiknya judulnya apa supaya lebih santun..?

  • bayu

    penulisnya jago nulis artikel. :)
    judulnya buat penasaran.

  • azis

    saran ke penulis silahkan datang ke pesantren Al-Alawiyyin cianjur disana banyak kitab2 dari 4 madzhab mungkin bisa mengkaji dan menjadi referensi dan banyak tafsir2 al-qur’an seperti tafsir jalalain atau tafsir2 yg lainnya setelah itu banyak kitab2 hadist juga…..sering para ulama datang kesana silahkan di cermati Tafsir Al-qur’an dan tafsir Al-hadist disana oke……maav kalo salah kata……soalnya yg bikin artikel ini….?????

    • fathullah

      maksudnya…….???????

    • Ahmad Zemi

      orang alim bukan cuma cianjur…kejauhan….

  • azis

    saran ke penulis silahkan datang ke pesantren Al-Alawiyyin cianjur disana banyak kitab2 dari 4 madzhab mungkin bisa mengkaji dan menjadi referensi dan banyak tafsir2 al-qur’an seperti tafsir jalalain atau tafsir2 yg lainnya setelah itu banyak kitab2 hadist juga…..sering para ulama datang kesana silahkan di cermati Tafsir Al-qur’an dan tafsir Al-hadist disana oke……maav kalo salah kata……soalnya yg bikin artikel ini….?????

  • dawam

    INI ARTIKEL TAHUN 2012

    • fathullah

      Artikel ini tidak ada kadaluarsanya bro… pokoknya sip….mantap

      • agam

        Btw ente fathullah kok demen banget ngurusi yg nulis artikel. Yg nulis aja gak komen sama sekali. Dibayar brp ente

  • azis

    awas majalha yg akan memecah belah islam….

  • sofyan kurniawan

    Ketika Ali ditanya rakyatnya “hai Ali, kenapa dimasa pemimpin sebelummu rakyatnya sejahtera dan kenapa di masa pemerintahan kamu rakyatnya sengsara?” begitu kiranya. Kemudian Ali menjawab “di masa pemimpin sebelumku rakyatnya seperti aku, dan dimasa pemerintahanku rakyatnya seperti kamu”

  • Sidiq Fahmi

    kalo di baca artikel, yang di sebut dengan pemerintah salah itu , karena seharusnya semua umat islam tunduk kepada pemerintah, tidak ada perbedaan dalam soal agama.
    sekiranya masih ada pemimpin , maka seharusnya tidak ada perbedaan

    • Rohidin Roy

      Perbedaan=Rachmat….Kebenaran hak Allah..Please…anda dg keyakinan/prinsip anda yg jelas jng dijadikan bibit perpecahan tp jadikanlah Rachmatanlillalamin…

  • http://byhaqi.co.cc/ Ahmad Bayhaqi

    ini artikel tahun 2012!!

    • fathullah

      Artikel ini tidak ada kadaluarsanya bro…

  • Margahayuland

    artikel ini cuman cari sensasi layaknya infotainment, yang mencari visitor teru ada klik pada iklan bewh…murahan

  • KakangeAdiku

    setuju…..

  • jiwaloesakit

    semua artikel admin mau barang lama ataupun baru sepenuhnya saya setuju akan tetapi bagaimana hukumnya jika para saksi tim rukyat di cakung diabaikan oleh pemerintah?, padahal mereka disumpah. dan ini sudah 2 kali ramadhan terjadi.

  • Rohidin Roy

    “Agama=Prinsip”…Perbedaan=Rachmat…silahkan anda dgn keyakinannya jangan menyalahkan yg berbeda Prinsip…Kebenaran hanya Allah yg Mengetahui Bro….

    • Adityo Saklitinov

      maaf sebelumnya, perbedaan dalam hal apa yang anda kategorikan sebagai rachmat? islam itu jelas, hukum nya pun jelas, tdk ada yang berbeda terhadap hukum dan ajaran islam.

  • Nadia Nadhira Haryadi

    ini yg pd komen ky paling benar dan pintar saja,klo benar pintar mucul dong di dunia nyata jangan di dunia maya saja….

  • Aditia Putra Kurniawan

    ini pembenaran bagi yang mengikuti pemerintah, bukan yang mengikuti berdasarkan realita atau hitungan2.

  • Aby Haniev Isann

    Artikel ini “sekilas” menarik, namun di ujung tulisan sebenarnya menggiring pembacanya untuk mutlak taqlid buta sama keputusan pemerintah !!! Kalau mm salah, mengapa mesti diikuti ? Kalau memang ada pendapat yang benar, mengapa juga malah mengikuti yang salah ! Yang salah ya salah, yang benar ya benar, pilihan terserah Anda !

    • atien jeme kite

      di akhir cerita ,, pembuat artikel menyuruh kita untuk mengikuti kelompok tertentu…

      • Adityo Saklitinov

        heheh,,, bagian kalimat yang mana mas?

  • atien jeme kite

    artikel ini ujungnya bisa mengacaukan pikiran umat yang dapat membuat umat tidak percara pada pemimpinnya.

    • Adityo Saklitinov

      coba dibaca-baca lagi yang lengkap. Maksud dari artikel ini bukan menyalahkan pemerintah kok,,,

  • Putra

    -_-

  • fathullah

    pembahasan yang sangat arif ( bijaksana ) ….

  • Subadi

    melihat bulan maksudnya klo nggak bisa secarA VISUAL YA secara akal,…………..
    klo hanya visual ………gemana andai angkasa ditutupi mendung akibat letusan beberapa gunung di dunia, sehingga langit jadi gelap ber-hari2, apa ya msh ngandalkan visual/teropong,………….??????

    • Adityo Saklitinov

      untuk mulai puasa genapkan bulan sebelumnya, untuk akhir puasa genapkan bulan puasanya. MUI melihat spot bulan kurang lebih dari 99 titik di seluruh indonesia. Jika seluruh indonesia ketutup abu/asap letusan gunung kayanya siap-siap kiamat deh,,,

    • Bagus Arya

      kalo bulan ga terlihat karena tertutup awan, letusan gunung di dunia sehingga langit gelap berhari-hari ya digenapkan 30 hari puasanya. baca dong! komentar sesuai logika sendiri aja,, wkwk

  • Adityo Saklitinov

    Dari judul terlihat seperti menyalahkan pemerintah, ternyata di akhir topik menyuruh seluruh umat islam bersatu agar turut pada pemimpin.

  • Revi Novan

    Maaf sebelumnya. Menurut saya, jika judul dan isi berbeda, apalagi 180 derajat, lebih baik di akhir judul diberi tanda tanya (?) Dengan begitu, orang yang membaca hanya dari judul (tidak melanjutkan sampai selesai) tidak langsung menyimpulkan. Saya sendiri orang yg mendukung pemerintah dalam hal ini. trims.

  • Dharyan

    JUDULnya sih maunya menarik minat untuk membacanya. Mungkin lupa ya klo judul dan isinya berbeda itu = menipu jadi = dosa karena menipu.

  • budi warman

    hooo…tlong jgn segampang itu menyimpulkan sodara, Pemimpin yg mana dulu (…….)……nah penguasa yg dimaksud pada zamannnya imam ahmad Yang MAna……….???? (pada waktu itu penguasa islam (negara islam) atau penguasa yg beragama islam (bukan negara islam)

  • budi warman

    hooo…tlong jgn segampang itu menyimpulkan sodara, Pemimpin yg mana dulu (…….)……nah penguasa yg dimaksud pada zamannnya imam ahmad Yang MAna……….???? (pada waktu itu penguasa islam (negara islam) atau penguasa yg beragama islam (bukan negara islam)

  • Denny Nugraha

    yang salah itu yang tidak puasa

  • Nadia Nadhira Haryadi

    yang salah mah yang umat muslim ga puasa di waktu bulan ramadhan..100% berdosa.

  • erwin tanjung

    Jelas pemerintah salah.Rasul mgak pernah sidamg isbat.yg benar ketika ada yg melapor sdh lihat bulan atau blom dr yg ahlinya langsung sj tetapkan besok ramadan atau blom. Yg kedua salahnya pemerintah penetapan itu tetlalu lama menjelamg atau saat masuk wakti isya di jakarta. Ummat islam diujung indonesia sdh jam 10 malam. Mereka pd bingung utk tarawib atau takbiran. Ug anehnya lg dan juga salahnya pemerintah tdk menerima pengakuan seseorang tlh melihat bulan di bwh 2 derjat. Salahnya lagi rasul tdk pernah ada standar bln hrs di atas 2 derjat. Pas sesuai dgn judul pemerintah salah.

  • Amane Hiranuma

    Ini penulis nya yg salah bikin judul, tujuan nya untuk menyatukan umat dibawah naungan pemerintah, cuma tulisannya agak rada2 ngambang jadi orang banyak salah pemahaman, namun klw dibaca dengan teliti, niat penulis sangat baik dan bagus. patut jadi bahan pertimbangan.

  • roesli

    Ibnu Umar ra. berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apabila engkau sekalian melihatnya (bulan) shaumlah, dan apabila engkau melihatnya (bulan) berbukalah, dan jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah (MutafakAlaihi). Menurut riwayat Muslim:”Jika awan menutupi kalian maka perkirakanlah 30 hari.” Menurut riwayat Bukhari:”Maka sempurnakanlah hitungannya menjadi 30hari.”

  • Cinta Rosul

    tolong judulnya dibenahi pak, ini tidak sesuai dengan isi dalam artikel,

    karena saya baca tidak ada peryataan yang menyatakan pemerintah salah.

  • El En We

    tinggal puasa saja ko ya msh eyel2 an,ada orang yang pro yang mengurusi kpan datangnya puasa dan lebaran,tinggal kita mengisi bulan puasa maunya seperti apa, untung,rugi,ato,impas…….gituaja kok repot…………peace……

  • Guest

    setelah saya baca” dakwatuna ini lama” saya menarik kesimpulan bahwa dakwatuna artikelnya mendahulukan OPINInya sendiri yang dianggap benar olehnya sendiri tanpa mempertimbangkan itu kebenaran yang sebenarnya dari apa yang disampaikan.. saya memilih TIDAK MENGHAPUS DAKTUNA DARI akun saya, saya anggap dia SPAM.

  • Fold

    setelah saya baca” dakwatuna ini lama” saya menarik kesimpulan bahwa dakwatuna artikelnya mendahulukan OPINInya sendiri yang dianggap benar olehnya sendiri tanpa mempertimbangkan kebenaran yang sebenarnya dari apa yang disampaikan.. saya memilih MENGHAPUS DAKWATUNA DARI akun FB saya. saya laporkan sebagai SPAM

  • apepetex

    yang duluan, ketinggalan atau barengan juga ga masalah mau ikut MUI atau ngga .. karna saat ini negara kita negara demokrasi… kalo dulu pas zaman rasul ga mandang salah atau benar,, yang di perintah rasul itu yang harus dilaksanakan… karna sistem yang diberjalankan sistem kepemimpinan islam bukan demokrasi… karna pada sdasarnya ibadah itu keta’atan terhadap perintah Allah–> Rasul–> ulil amri (zaman sekarang)

  • Miftakhul Huda

    ini mah xg bikin menarik judulx
    bkan isix, isix udah umum
    sidang isbat:”ternyata pemerintah salah”
    dan ini pun penulis gk jelaskan pemerintah salah cuma ada kata “anggap saja” di bab pemerintash salah paragraf pertama
    jadi gk ada xg perlu di permasalahkan

  • Budi

    Umat Iskam di Indonesia sebaiknya tidak usah berdebat tentang Ibadahnya,
    karena masing masing mau benar sendiri.. saran saya coba baca buku
    Pedoman puasa terbitan
    NV”Bulan Bintang” Jakarta tahun 1960 karangan
    M.HASBI ASH SHIDDIEQY..Insya Allah anda mendapat jalan yang terang dan
    mendapat berita yang benar.
    Terima kasih.
    Semoga anda semua mendapat Rahmat dari Allah swt.

  • Soldier of Allah

    Penentuan awal ramadhan dan 1 syawal yang benar yaitu seperti apa yang telah dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhu

  • likebi

    jangan memberi pendapat dg hawanafsu kita… landasan kita umat islam cuma al quran dan hadist… jd jangan membenarkan atau menyalahkan tanpa kita punya ilmunya,hanya berdasar nafsu kita saja…semoga qt bukan golongan orNg2 yg merugi…amiiiin

  • milla hanifah

    setelah saya baca” dakwatuna ini lama” saya menarik kesimpulan bahwa dakwatuna artikelnya mendahulukan OPINInya sendiri yang dianggap benar olehnya sendiri tanpa mempertimbangkan kebenaran yang sebenarnya dari apa yang disampaikan.. saya memilih MENGHAPUS DAKWATUNA DARI akun FB saya. saya laporkan sebagai SPAM

  • Dinung

    Artikelnya ngawur, tidak sesuai dengan fakta dan realita yang sebenarnya.

  • Mustafa Haji Alwy

    Terlalu banyak maksiat (perzinahan, ‘miras’, ‘narkoba’ dan perjudian) dan perbuatan mungkar (pencurian, perampokan dan perampasan, penipuan, kebohongan dan kesaksian palsu baik oleh negara kepada masyararat maupun antar sesama anggota masyarakat) terjadi di Indonesia karena salah dalam memilih dasar negara dan hukum-hukum konstitusional serta hukum-hukum praktis yang telah berlangsung sejak Orde Lama (1945-1965), Orde Baru (1966-1998), Orde Reformasi (1999 sampai sekarang). Koreksi terhadap dasar negara Indonesia yang sekuler telah berlangsung sejak awal-awal Orde Lama, namun pemimpin-pemimpin legalnya baik sipil maupun militer malah membunuh dan memerangi dengan senjata-senjata hasil rampasan dari pemerintah kolonial Belanda, Sekutu maupun Jepang.

    Malaysia serta Brunei memilih jalan yang berbeda dengan Indonesia, dasar negara serta hukum konstitusional Al Qur’an, meski secara regional maupun sosiohistoris berdekatan dengan Indonesia. Tidak saja minim persoalan-persoalan individual maupun sosial dalam kategori maksiat dan mungkar, tapi juga GNP perkapita negara Malaysia maupun Brunei Darussalam sekitar 5-10 kali lipat dari GNP perkapita negara Republik Indonesia.

    Mustafa Haji Alwy 2015; Professional Individual Consultant; the Founder (Owner) Sustainable Development Institute, the Global Institute for Sustainable-Balanced Development; the Founder Sustainable-Balanced Development Paradigm; the Founder the Alquran Paradigm about Faith, Philosophy, Ideology, Development, Governance, Economy, Practices. 28 Ramadan 1393.