16:41 - Kamis, 17 April 2014

MUI Minta Perbedaan Awal Puasa Ramadan jangan Dipersoalkan

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatun - 19/07/12 | 09:00 | 01 Ramadhan 1433 H

Wakil Sekjen MUI Pusat Zainut Tauhid Saadi. (Islahuddin/merdeka.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Perbedaan dalam penetapan awal puasa 1 Ramadan 1433 Hijriah hendaknya disikapi secara arif oleh pada pimpinan ormas dan umat Islam.

Imbauan itu dikatakan Wakil Sekjen MUI Pusat Zainut Tauhid via telpon, Rabu (18/7).

“Kami berharap adanya perbedaan dalam penentuan 1 Ramadan tahun ini di kalangan umat Islam hendaknya disikapi secara bijak dan tidak menimbulkan perpecahan, apalagi saling membenci,” kata Zainut.

Ia mengatakan hal itu terkait penetapan PP Muhammadiyah yang telah menetapkan awal puasa 1 Ramadhan pada 20 Juli, sedangkan sidang itsbat baru digelar Kamis (19/7) di kantor Kementerian Agama dan diperkirakan akan menentukan awal puasa pada 21 Juli.

Menurut dia, perbedaan pendapat harus ditempatkan sebagai pelangi dinamika keumatan yang justru dapat menguatkan semangat ukhuwah dan saling pengertian.

Karena perbedaan itu adalah rahmat dan memiliki dasar hukum yang masing-masing dapat dipertanggung-jawabkan.

Apalagi perbedaan dalam hal ini menyangkut persoalan asasi yang berkaitan dengan keyakinan dalam perbedaan pandangan.

“Saya masih berharap Muhammadiyah bersedia untuk duduk bersama-sama pimpinan umat Islam yang lain mengikuti sidang itsbat penentuan 1 Ramadan.”

“Meski memiliki keyakinan dan pendapatnya sendiri, hal ini semata untuk menunjukkan semangat ukhuwan dan persatuan umat Islam,” pungkas Zainut. (Bay/OL-8/MICOM)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/haryanto.hanan Haryanto Hanan

    bukannya kalian sendiri yg mempersoalkan? dan penting katakan hal itu pada rekan anda dari LAPAN Thomas Jalaluddin

  • http://www.facebook.com/SanusiEAPM E San M Pohan

    sayang sekali bila hal yg demikian itu terjadi terus, sepertinya di negri kita tiada pemimpin dan rupanya tiada pernah memahami sp itu pemimpin dalam agama yg kita cintai bagi beberapa kalangan, bukankah Al-Quran itu satu dan islam itu satu…kenapa dua keputusan…sp yg di jadikan panutan…bila saja negri ini dlm keadaan terancam…tentulah tiada menyatu….gunakanlah akli mu tp ingat kitab suci pedoman umat islam cuma satu….astagfirullah.
    berhati hatilah wahai para panutan agama ….engkaulah yg bisa dapan meluruskan atau bahkan menyesatkan banyak orang….na udubillah.

Iklan negatif? Laporkan!
83 queries in 1,210 seconds.