Home / Pemuda / Essay / Dunia Kampus

Dunia Kampus

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.comDunia yang unik, dunia yang penuh liku-liku, akan banyak halangan dan rintangan yang akan mendatangi kita. “Kampus” inilah namanya. Sudah tak asing bahkan sering sekali kata ini masuk ke indra pendengaran kita. Dunia yang akan membuat kita menjadi orang yang tidak biasa selain itu juga dapat membuat kita menjadi orang yang biasa, hal ini adalah suatu pilihan. Kita bisa memilih untuk menjadi orang yang tidak biasa atau mungkin agar lebih wahdibaca orang yang luarrr biasa atau orang yang biasa-biasa saja. Pilihannya hanya bisa ditentukan oleh kita sendiri.

Kita tentu memiliki sebuah cita-cita yang ingin kita raih. Jika belum segera tentukan. Saya beri waktu 5 detik…………5, 4, 3, 2, 1, waktu habis. Sekarang Anda sudah mempunyai cita-cita yang ingin Anda raih. Jika waktu tadi kurang silakan ditambah, tapi baca dulu tulisan saya ini hingga selesai Okay :) . Saat kita sudah memiliki suatu cita-cita, kemudian yang harus kita lakukan adalah berusaha dengan sekuat Gatot kaca, superman, Hulk, Iron man, wolverine, dll (mulai lebay nih penulisnya). Intinya adalah pada berusaha sekuat tenaga dan dengan sungguh-sungguh tanpa setengah-setengah apalagi seperempat-seperempat.

Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rad ayat 11 yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka merubah keadaan diri mereka sendiri.” Kemudian yang perlu kita garis bawahi (silakan garis bawahi kalimatnya dengan pensil, pena, dll dan jangan digaris pake’ cutter, yang ada malah kertasnya sobek) adalah pada kalimat “sebelum mereka merubah keadaan diri mereka sendiri.” Keadaan atau nasib suatu kaum, desa, kota, kecamatan, atau suku apapun tidak akan berubah jika masing-masing individu tidak mau melakukan perubahan menuju kebaikan tentunya dan dimulai dari dirinya sendiri lalu membuat orang lain jadi baik.

Saat kita ingin menjadi orang yang luarrr biasa. Tentunya kita harus “berubah” seperti halnya power rangers, mereka harus berubah saat melawan monster agar mereka mampu mengalahkannya. Begitu juga kita musti “berubah” menjadi orang yang luar biasa agar kita bisa menjadi orang yang luar biasa. Kita tidak perlu menggunakan topeng atau alat yang bisa merubah kita. Karena yang bisa merubah diri kita adalah diri kita sendiri. Yang dibutuhkan adalah sebuah komitmen atau keteguhan hati untuk merubah diri menjadi lebih baik untuk meraih cita-cita. Karena jika kita gini-gini aja alias ga’ berubah menjadi baik tentu hidup kita akan gini-gini aja, kerjaannya ngelamun, bingung mau ngapain, ga’ da kerjaan, dll. Mendingan ikut organisasi Kemahasiswaan seperti Unit Kegiatan Mahasiswa keagamaan, klub olah raga, atau ikut Himpunan Mahasiswa yang nantinya akan membuat kita ada kerjaan dan tentu kerjaan ngelamun, bingung mau ngapain, dan kebiasaan-kebiasaan tadi akan hilang karena kita udah punya kesibukan di organisasi dan ga’ ada waktu untuk itu. Soo, kita bisa mengisi waktu kita dengan kegiatan yang bermanfaat dan tentu kita bisa mendapatkan pengalaman yang akan sangat berguna nantinya.

Cita-cita sudah kita tentukan, setelah ini segala aktivitas kita akan terarah untuk mencapai cita-cita kita ini. Sehingga hidup kita memiliki suatu tujuan dan lebih terarah, ketimbang kita tidak memiliki tujuan hidup yang jelas yang akan membuat kita terombang-ambing di tengah derasnya ombak samudra kehidupan ini. Jika kita sudah menentukan tujuan, maka kita sudah bisa melihat hal yang kita cita-citakan di ujung perjalanan hidup ini. Masalah perjalanan yang makan waktu bertahun-tahun atau akan ada hujan, badai, dan rintangan yang lainnya tidak menjadi masalah dan tidak menjadi beban pikiran.

Karena itu tentukan tujuan kuliah kita di kampus ini. Ingin menambah ilmu untuk bekal bekerja nanti, ingin punya banyak teman, ingin meningkatkan kemampuan diri, membuat orang tua bangga, mengharumkan nama desa tempat tinggal, jadi pengusaha, jadi pegawai, jadi pejabat, jadi ustadz, lulus dengan IPK 4,00, jadi dosen, de es be, es teh, es campur, dan es cendol (wah… kok malah jualan es). Yang jelas pastikan kita sudah punya tujuan, jangan sampai kita menyesal di akhir kuliah ini karena kita tidak menentukan tujuan hidup dari awal dan penyesalan tidak akan pernah datang di awal, penyesalan akan datang di akhir dan kita tidak akan pernah bisa merubah apa yang pernah terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah mengubah masa depan kita. Ya…, inilah yang kita bisa lakukan “MENGUBAH MASA DEPAN KITA”.

Tunggu apa lagi, segera buat tujuan hidupmu, lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, berusaha sekuat tenaga, jangan lupa berdoa agar Allah memudahkan dan meridhai aktivitas kita, raih cita-cita. Agar tiada penyesalan nantinya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Eko Hari Tiarto
Seorang pemuda yang terus berproses untuk memperbaiki diri dan membuat orang lain jadi baik. Gemar mencari inspirasi dari apa yang ditemui, mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi, dan mencoba berbagi kebermanfaatan dari apa yang dimiliki.
  • wkwkwk ana suka bahasa artikelnya
    saatnya kita mengubah paradigma kita bahwa klo kuliah masa depannya crah,padahal belum tentu palagi klo usahanya g halal

Lihat Juga

Bocah Suriah berusia 5 tahun, Omran Daqneesh, yang diselimuti debu dan darah, duduk di dalam ambulance setelah diselamatkan dari puing-puing reruntuhan bangunan yang terkena serangan udara Rusia di Aleppo pada 17 Agustus 2016. (Mahmoud Rslan / Getty Images)

Si Kecil Omran, Durrah, dan Tangisan Dunia