Home / Berita / Silaturahim / Tarhib Ramadhan 1433 H FORKOMMI Kuala Lumpur

Tarhib Ramadhan 1433 H FORKOMMI Kuala Lumpur

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Abi Mumtaz)

dakwatuna.comForum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia di Malaysia (FORKOMMI) menyelenggarakan kegiatan Tarhib Ramadhan 1433 H pada Ahad, 15 Juli 2012.

Kegiatan yang dilaksanakan di Lantai 4, Masjid Sultan Haji Ahmad Shah (SHAS), International Islamic University Malaysia, Gombak, Kuala Lumpur ini dimaksudkan untuk meningkatkan persiapan fikriyyah dan ruhiyyah bagi masyarakat muslim Indonesia yang berdomisili di Kuala Lumpur dan sekitarnya sehingga diharapkan dapat mengoptimalkan kualitas dan performa ibadah di bulan mulia yang sebentar lagi akan tiba.

Tercatat lebih dari 80 orang peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari para mahasiswa, dosen, pekerja dan ekspatriat Indonesia yang berasal dari berbagai kawasan di sekitar Kuala Lumpur.

DR. Iqbal Mochtar dalam sambutannya selaku Ketua FORKOMMI Malaysia mengajak seluruh umat Islam agar memanfaatkan setiap detik Ramadhan dengan sebaik-baiknya, termasuk dengan turut berpartisipasi dan memberikan dukungan kepada berbagai kegiatan yang diadakan FORKOMMI baik sebelum, selama maupun sesudah Ramadhan. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, FORKOMMI Malaysia dengan berbagai cabang dan afiliasinya di Kuala Lumpur, Selangor, Perak, Kelantan, dan Johor secara serentak mengadakan beragam kegiatan untuk umat Islam Indonesia mulai dari tarhib, pelatihan pengelola zakat, buka puasa dan tarawih di kilang (pabrik/perusahaan), pesantren Ramadhan untuk anak-anak dan pekerja, i’tikaf, distribusi paket lebaran, penghimpunan dan pendistribusian zakat, serta halal bihalal.

Selanjutnya pada sesi taushiyah, Ustadz Muzakkir Muhsin Thaha, Lc, MA menyampaikan materi Tarhib dengan sangat menarik. Beliau menyeru seluruh umat Islam agar mempersiapkan datangnya Ramadhan dengan penuh kesungguhan. Di antaranya adalah meminta maaf kepada sanak kerabat dan kenalan. Berkirim SMS yang berisi ucapan selamat Ramadhan dan permohonan maaf merupakan suatu tradisi (sunnah) yang baik menurut ustadz lulusan Madinah dan Kairo tersebut. Selain itu dianjurkan pula untuk memperbanyak doa sebagaimana tuntunan Rasulullah dan beritikaf di masjid selepas shalat Ashar di akhir bulan Sya’ban.

Sementara itu, di bagian lain taushiyahnya, Ustadz Muzakkir menegaskan bahwa kunci kesuksesan ibadah Ramadhan adalah keimanan dan keyakinan akan balasan Allah. Seandainya setiap amal ibadah langsung diganjar Allah di dunia, lanjut beliau, maka tentulah umat Islam akan berlomba-lomba melaksanakan ketaatan. Tanpa bekal keimanan dan keyakinan yang kuat, maka kedatangan Ramadhan tidak akan memberikan pengaruh yang kuat pada diri umat dan hanya akan berlalu begitu saja. Menjelang akhir taushiyahnya, Ustadz Muzakkir juga memberikan ilustrasi perhitungan matematis yang menjelaskan betapa besarnya nilai keutamaan yang dikandung oleh Penghulu dari seluruh bulan tersebut sehingga semakin memperkuat semangat dan motivasi beribadah selama Ramadhan. Setelah taushiyah, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimanfaatkan sejumlah peserta untuk mengajukan pertanyaan seputar pelaksanaan ibadah puasa, problematika berpuasa, dan lain-lain. (ist)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mochammad Arif Budiman
Mengenyam bangku sekolah di MAPK Martapura, Kalimantan Selatan, kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta dan Program Magister IAIN Sunan Ampel, Surabaya. Saat ini, penulis mengambil Program Doktor Ekonomi Islam di International Islamic University Malaysia (IIUM). Penulis bekerja sebagai dosen di Program Studi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah (ALKS), Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban).

Lihat Juga

Ilustrasi. (pkpu / izi)

Ramadhan Kekinian