Home / Berita / Silaturahim / Seminar Kepemimpinan IMSS FSLDKN XVI: Youth and Leadership in Each Sector Around Us

Seminar Kepemimpinan IMSS FSLDKN XVI: Youth and Leadership in Each Sector Around Us

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Mita R)

dakwatuna.com – Setelah acara International Muslim Student Summit (IMSS) 2012 FSLDKN XVI dibuka pada pagi hari  Minggu, 15 Juli 2012 di Sabuga Institut Teknologi Bandung (ITB) acara dilanjutkan dengan Seminar Kepemimpinan bertema Youth and Leadership in Each Sector Around Us. Acara 2000 ADK dari Sabang sampai Merauke dan negara tetangga ini dimulai pkl. 13.00 WIB setelah dilakukannya shalat dzuhur berjama’ah.  Seminar ini menghadirkan para inspirator pemuda yaitu Tri Mumpuni dan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai pemateri. Seminar semakin hidup dengan statement-statement yang menggugah yang diutarakan oleh para pemateri.

Materi pertama disampaikan oleh Bu Tri Mumpuni yang membahas mengenai Kepemimpinan Ideal saat ini dan kemudian membahas bagaimana kita sebagai pemuda mampu memanfaatkan sumber daya dengan mensinergikan peran Pemerintah, Perusahaan, dan Masyarakat.

“Indonesia mempunyai banyak potensi dalam berbagai hal, tapi mengapa rakyat Indonesia tetap miskin. Itu dikarenakan kita tidak mampu berkolaborasi dan besinergi dengan semua elemen.” Ungkapnya.

Selain itu beliu menegaskan dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada tidak perlu muluk-muluk. Lakukanlah hal yang kecil dengan membantu masyarakat memberdayakan sumber daya. Jangan sepelekan hal yang kecil. Karena hal kecil justru akan berdampak besar. Harus berfikir merubah dunia dengan hal yang kecil dan riil.

Dalam seminar yang disampaikannya, Ibu Tri Mumpuni memaparkan tentang fakta bahwa saat ini perekonomian kita dalam hal investasi hanya bertumpu pada kaidah-kaidah keuangan dan industri saja yang bersifat wirausaha komersil yang hanya berkutat pada keuntungan pemerintah dan perusahaan swasta. Padahal rasa keadilan penduduk lokal bisa terwujud dengan menerapkan wirausaha sosial yang bertajuk kemitraan masyarakat.

Setelah pemaparan materi pertama kemudian dilanjutkan dengan materi yang dipaparkan oleh Bapak Dahlan Iskan. Dengan dilatarbelakangi Menteri BUMN tentunya materi yang disampaikan berhubungan dengan bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan sumber daya san berdaya saing ekonomi. Proyek yang sedang diusung adalah pembuatan mobil listrik. Konsep ini dilatarbelakangi ketidakmampuan Indonesia mengejar negara lain seperti Jepang yang sudah dulu berkiprah dalam urusan mobil ber-BBM.

“Negara lain sudah duluan membuat mobil berbahan bakar minyak, jadi kalau Indonesia ikut melakukan hal yang sama akan sangat jauh tertinggal. Jika negara lain sudah sampai di Merak kita masih belum berangkat dari Bandung. Kalau kita buat mobil listrik kita start bareng-bareng dengan negara lain.” Ujarnya.

Dengan inovasi-inovasi yang ada Pak Dahlan berharap perekonomian Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara yang sudah lebih dulu maju.

Pemimpin yang muda yang harus membuat sebuah perubahan. Dalam closing statement seminar bahwa jika kita ingin bahagia dalam segala hal, maka sinergiskan antara hati dan pikiran.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

yb-2

Hadirilah Open House Penuh Makna dan Edukatif untuk Masyarakat Surabaya