Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Born to Fight

Born to Fight

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comSahabat semua, sesungguhnya kita semua dilahirkan untuk menjadi fighter, menjadi seorang pejuang menjadi seorang mujahid. Kita dilahirkan untuk menjadi pejuang, berjuang untuk kehidupan kita mengukir prestasi dan meretas sebuah karya, berjuang untuk menciptakan sejarah kehidupan kita.

Sahabat, hidup ini adalah perjuangan, tidak ada hidup tanpa perjuangan, ingatkah kita ketika dulu sel sperma berjuang mengalahkan lawan-lawannya, bukankah di antara 250an juta sperma yang terpancar hanya ada satu yang berhasil bertemu dengan sel telur? Itu adalah kita. Sadarkah kita peristiwa ini adalah peristiwa yang membawa pesan tentang perjuangan.

Ketika lahir ke dunia dan tumbuh menjadi balita, kita juga mengalami sebuah episode perjuangan di dalamnya, mengingat kembali ketika kita belajar mulai dari tengkurap, belajar merangkak belajar berdiri, perjuangan yang luar biasa, jatuh bangun, lecet, terluka tapi semangat kita waktu itu sungguh luar biasa, kita terus belajar dan belajar.

Begitulah, ternyata ini juga menggambarkan tentang kehidupan kita bahwa kadangkala di dalam hidup kita tidak selamanya berlari, tapi kadangkala kita harus berjalan atau bahkan merangkak.

Sahabat semua, kualitas manusia dapat diukur salah satunya dengan seberapa besar perjuangan yang telah dilakukannya, seberapa besar pengorbanan bagi apa yang dia yakini dan perjuangkan. Perjuangan memunculkan sebuah kepahlawanan, kepahlawanan senantiasa berbanding lurus dengan perjuangan, biasanya orang yang mendapat gelar pahlawan juga dilihat dari perjuangan yang telah dilakukannya, akan tetapi sahabat, perjuangan kita tentunya bukan untuk mengharapkan akan sebuah gelar pahlawan, melainkan Ridha Allah-lah tujuan yang ingin kita capai dari perjuangan kita.

Kita semua dilahirkan sebagai fighter, kita semua terlahir dengan naluri kepahlawanan, kita semua terlahir dengan berbagai potensi yang terpendam yang siap digunakan untuk bekal sebuah perjuangan, kita semua diciptakan dalam sebaik baik bentuk oleh Allah “Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Qs At-Tin: 4).

Sahabat, seorang yang memutuskan bahwa dirinya adalah seorang pejuang, merekalah orang-orang yang akan mampu menghancurkan batasan-batasan, merekalah orang–orang luar biasa, merekalah orang-orang yang mampu membuat sebuah perubahan menuju sebuah keadaan yang lebih baik, menuju sebuah prestasi yang lebih baik, merekalah orang–orang yang mampu menciptakan peluang-peluang, melihat sebuah celah kemungkinan untuk berkarya dan berhasil.

Sekarang, akankah semangat perjuangan itu masih ada dalam diri kita? Kita ingat kembali perjuangan-perjuangan yang telah kita lewati dalam berbagai episode kehidupan kita, kita tatap medan perjuangan yang telah menantang di depan kita, sungguh hidup ini penuh perjuangan. Apakah Kita termasuk Pejuang? Ataukah Pecundang?

Wallahua’lam bi showab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Laki-laki biasa,lahir di salah satu desa di ujung timur jawa tengah,Sekarang bekerja sebagai salah satu pegawai di Instansi Pemerintah

Lihat Juga

Pesan Syaikh Salman Audah Kepada Para Pejuang di Suriah