15:21 - Selasa, 21 Mei 2013
Alhanin Sholiat

Berdoa Kok di FB?

Rubrik: Essay | Oleh: Alhanin Sholiat - 13/07/12 | 10:30 | 24 Shaban 1433 H

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Sejak berjamurnya Account social seperti Facebook, Twitter, Friendster and other networking. Banyak hal bisa diamati terutama terjadinya tingkat kenarsisan, suka pamer, sering mengeluh dan berdoa di tempat yang salah. Bagaimana tidak salah!!! Coba kita amati terutama FB and twitter betapa banyak pengguna account salah mengguna wall/tweet mereka sebagai tempat berdoa, bukankah agama “Islam”? Telah mengatur Waktu-waktu untuk berdoa mustajab. Antara lain:

“Pada bulan Ramadhan, terutama pada malam Lailatul Qadar, Pada waktu wukuf di ‘Arafah, ketika menunaikan ibadah haji, Ketika turun hujan, Ketika akan memulai shalat dan sesudahnya, Ketika menghadapi barisan musuh dalam medan peperangan, Di tengah malam, Di antara adzan dan iqamat, Ketika I’tidal yang akhir dalam shalat, Ketika sujud dalam shalat, Ketika khatam (tamat) membaca Al-Quran 30 Juz, Sepanjang malam, utama sekali sepertiga yang akhir dan waktu sahur, Sepanjang hari Jumat, karena mengharap berjumpa dengan saat ijabah (saat diperkenankan doa) yang terletak antara terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari Jumat itu, antara Zhuhur dengan ‘Ashar dan antara ‘Ashar dengan Maghrib, Pada waktu pengajian (belajar) di suatu majelis dan Pada waktu minum air zam-zam”

Tempat-tempat baik untuk berdoa “Di kala melihat Ka’bah, Di kala me1ihat masjid Rasulullah Saw, Di tempat dan di kala melakukan thawaf, Di sisi Multazam. Di dalam Ka’bah, Di sisi sumur Zamzam, Di belakang makam Ibrahim, Di atas bukit Shafa dan Marwah, Di ‘Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di sisi Jamarat yang tiga, Di tempat-tempat yang mulia lainnya, seperti di Masjid dan tempat-tempat peribadatan lainnya.

Nah seperti dijelaskan di atas jelas bahwa tempat dan waktu mustajab berdoa, bukan saat buka Facebook/twitter, sebaiknya social networking dimanfaatkan sebagai tempat berbagi informasi bersifat memotivasi bukan bersifat keluh kesah. Karena Allah tidak menyukai hamba yang suka mengeluh.

Dan tanpa kita sadari, kita lebih banyak mengadu masalah di efbe dari pada mengadu kepada ALLOH Subhana Wa Ta’ala, lebih mengutamakan update status daripada shalat dan dzikir kepada ALLOH Subhana Wa Ta’ala.

Hendaknya kita mengeluh di tempat yang tepat yaitu tempat memberi ketenangan diri seperti dijelaskan dalam al-Quran “Sesungguhnya aku mengeluhkan keadaanku dan kesedihanku hanya kepada Allah,“ (Qs. Yusuf: 86)”, Saudaraku, mengeluhkan penderitaan hanya kepada Allah SWT adalah bagian dari kesabaran.

Menurut pengamatan ternyata social networking merupakan wadah paling empuk bagi seseorang untuk mengeluh, pamer, galau, nasris dan berdoa di tempat yang salah. Ada berbagai varian doa yang tertulis dalam Facebook, bahkan bingung juga apakah benar-benar berdoa atau mengeluh dengan cantik. Bukan tidak boleh dan melarang teman berdoa lewat Facebook atau twitter, bahkan Islam memperoleh kita berdoa dimana dan kapan pun kecuali di toilet/kamar mandi. Tetapi akan lebih elok dan berkah doa yang kita untaikan di tempat-tempat telah dicontohkan Rasulullah SAW seperti paparan di atas. Jangan sampai doa di publish jadi bahan guyonan, ingin diketahui publik dan ajang narsis.

Hal seperti itu takutnya akan berdampak pula dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi manusia  tidak disukai atau dijauhi oleh teman, relasi dan keluarga. Bagaimana bisa dijauhi? Ya iyalah siapa juga mau bertemen dengan orang yang suka mengeluh, pamer, galau dan narsis. Sebelum itu benar-benar terjadi dalam kehidupan kita, mari account social dimanfaatkan, dipergunakan, dikelola sebagai ajang silaturahim.

Berikut contoh doa kopas (copy paste) status teman FB “Ya Allah…jika Canon EOS 7D layak untukku…dekatkan ia… dan jika Engkau tambahkan lensa EF-S 15-85mm IS juga tak apa, dengan senang hati ya Allah… amiiin… nuhun buat yang udah ikut mengAminkan… :) hehe”.  Coba teman analisis dan amati doa tersebut di antara berharap dan bercanda. (masih banyak lagi doa’-doa diungkapkan lewat FB/Twitter antara galau, narsis dan bercanda).

Yuk ukhti wa ikhwan jangan sampai kita terikut pula dengan behaviour seperti itu suka mengeluh dan berdoa di tempat yang salah. Dan mari kita pergunakan account social untuk menebar semangat, kebaikan, menebar syukur, silaturahim dan taujih bukan menebar keluh kesah, galau dan narsis tiada ujung. Status tertulis bukan mendapat solusi kongkret malah sebaliknya diguyonin dan diketawakan dengan tujuan tidak jelas.

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (197 orang menilai, rata-rata: 8,73 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/mata.merah.98 Mata Merah

    DIMANA AJA BOLEH BERDOA.. YANG TIDAK BOLEH ITU KALAU DOANYA UNTUK MENDOAKAN SESUATU KEBURUKAN

  • amanda

    gpp berdoa di fb atau twiter, jgn ragu..

  • http://www.facebook.com/ryan.zain.35 Ryan Zain

    OK mungkin untuk contoh2 yg diungkap diatas itu mungkin sedikit berlebihan. Tapi tidak semuanya koq seperti itu, Ingat Allah dimana saja kapan saja, berdoa kapan saja dimana saja. Walau memang ada waktu mustajab untuk berdoa.
    Kesannya koq skeptis yah klo sy bca. terkesan menggeneralisir.
    Kalo berdoa cuma di tempat2 ibadah Sekuler jadinya klo menurut sy.
    Sekuler juga klo kita memisahkan urusan dunia dengan akhirat…

  • http://twitter.com/she_why siwi.arie.widadi

    yakinkah bahwa kita sedang benar-benar berdoa saat posting di social media??

  • http://www.facebook.com/kangmasbro.kasroi Kang Mas Brow Kasroi

    Q setuju,,, ijin share y bu….

  • http://twitter.com/ovic_ibra Taopik Ibrahim ™

    Etika berdoa : dalam keadaan suci, puji2an kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, dengan suara lirih dan penuh harapan, diulang-ulang. dll.
    Kita meminta kepada Yang Maha Pemberi bukan yang lain, masa do’a nya terkesan asal-asalan.
    “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, besar hati lagi MERAHASIAKAN IBADAHNYA“
    #sekedar berpendapat :)

  • Guest

    sah-sah saja memangka baiklaberikan “CONTOH” postingan do’a di Wall FB, kenapa …??
    memang ada larangan ..???, itu kan berkomunikasi sesama Muslim ….. jangan selalu SU’UDHZON ….. berprasangka baiklah kawan ….???

  • http://www.facebook.com/ndaysa Nday Saja Ah

    sah-sah saja saling mengisi dan memberikan CONTOH tentang DO’A di Wall FB, emang kenapa dilarang …??? mana larangan HADITSnya ….??, jangan SU’UDZHON ….. ??, berprasangka baiklah …..!!!

  • http://www.facebook.com/ndaysa Nday Saja Ah

    Alhanin Sholiat anda ….. SANGAT LEBAY ……

Iklan negatif? Laporkan!
58 queries in 0,639 seconds.