Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Nikmati Ujianmu

Nikmati Ujianmu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.comSahabat, tentunya kita semua pernah merasakan sebuah ujian kehidupan, tentunya kita semua pernah merasakan terpaan musibah, kita semua mungkin pernah merasakan pahitnya kegagalan, dan beratnya tantangan. Itulah dinamika kehidupan, karena hidup ini pastilah dihiasi dengan berbagai problematika dan dilematika.

Wahai sahabat, ujian, tantangan, musibah semuanya adalah sunnatullah. Allah akan menguji setiap hamba-Nya dengan berbagai ujian untuk memilah-milah siapakah yang keluar sebagai pemenang atau sebagai pecundang, siapakah yang bersabar dan siapakah yang tidak, siapakah yang bersyukur siapakah yang ingkar.

Sahabat, Allah tidak akan membiarkan begitu saja kita mengatakan beriman tapi pastilah ada konsekuensi yang harus kita tempuh, ya… sebuah ujian untuk membuktikan keimanan kita. ” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (Q.S Al-Ankabut ayat 2-3).” Lihatlah wahai sahabat, bahwa bukan hanya kita saja yang diuji oleh Allah, orang-orang sebelum kita pun pernah diuji.

Sahabat, seperti sebuah sunnatullah semakin tinggi pohon akan semakin besar pula angin dan badai yang akan menerpanya, ujian akan menaikkan derajat dan mutu kita. Bukankah kemurnian emas itu berasal dari kobaran api yang menyala? Kuatnya baja juga karena dilebur dengan api yang membara? Kuatnya batu bata juga berasal dari proses pembakarannya? tahukah kita bahwa indahnya guci yang di pajang di etalase juga berasal dari berbagi proses yang telah dilaluinya, berawal dari tanah yang disaring diinjak-injak di banting dibakar, dengan itulah tanah itu menjadi bernilai, akan sangat berbeda dengan seonggok tanah yang tidak diproses seperti itu dia akan menjadi tanah yang biasa.

Sahabat jika ujian adalah sebuah konsekuensi atas keimanan kita, apakah kita akan lari? Bukankah ujian itu harus kita hadapi? seberapa pun beratnya, seberapa pun pahitnya, sungguh kadang kita merasa bahwa diri kita adalah orang yang paling berat diuji oleh Allah tapi lihatlah wahai sahabat, orang –orang beriman sebelum kita lebih berat ujian yang mereka terima, lihatlah di luar sana , mungkin banyak orang yang lebih berat ujiannya daripada kita.

Sahabat, yakinlah bahwa ujian Allah setara dengan kemampuan kita, ujian Allah selaras dengan kondisi kita “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah: 286). Sahabat jalani saja ujian yang menerpa kita, jalani saja hidup ini dengan kewaspadaan, nikmati saja prosesnya, persiapkan diri kita untuk melanjutkan langkah-langkah kita selanjutnya, teruslah melangkah, mohonlah kepada Allah untuk diberikan punggung yang kokoh untuk memanggul segala ujian yang menerpa, ingatlah Allah lebih tahu yang terbaik buat kita.

Sahabat, nikmati saja ujianmu, enjoy sajalah, teruslah melangkah menatap medan perjuangan yang semakin menantang di depan sana.

Wallahu’alam bi showab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,56 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Laki-laki biasa,lahir di salah satu desa di ujung timur jawa tengah,Sekarang bekerja sebagai salah satu pegawai di Instansi Pemerintah
  • adhi

    ulasannya bagus bang Taufik…

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Tipuan yang Berhasil Menipu Banyak Manusia