Home / Berita / Silaturahim / Tarhib Ramadhan di Kuil Herkules, Kassel-Germany

Tarhib Ramadhan di Kuil Herkules, Kassel-Germany

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(ist)

dakwatuna.com Hari Minggu (8/7) memang istimewa. Di tengah kesibukan kuliah di jerman yang sangat padat dan disela-sela pekerjaan riset yang cukup melelahkan, sekelompok mahasiswa asal Aceh, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Pemalang, Padang dan Palembang yang sedang melanjutkan studi di Goerg-August-University Goettingen melakukan sesuatu yang tidak biasa. Bertepatan dengan tanggal 18 Sya’ban 1433 H, rombongan yang terdiri dari kandidat Master dan PhD di salah satu universitas terbaik di jerman ini mengadakan acara Kajian Tarhib Ramadhan tepat di depan monumen Herkules yang merupakan tempat wisata sangat bersejarah dan terkemuka di Eropa itu. Mereka yang terdiri dari saudara Ichsan, Essy Harnelly, Maimun, Ikhlas, Rezky, Ami utami, Ira, Evita, Cila, Ratna mega, Ratna Sogian, Iyus, Hepi, Dwi, dan Aulid sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara unik ini.

Sebagai seorang muslim yang baik tentu kita semua perlu menyiapkan bekal untuk menjalani ibadah Ramadhan yang sebentar lagi akan menyapa kita. Salah satunya adalah dengan melaksanakan kajian Tarhib Ramadhan untuk menambah ilmu dan wawasan serta mengokohkan tekad untuk menjadi lulusan terbaik di universitas Ramadhan kali ini dengan diampunkannya semua dosa di akhir Ramadhan nanti. Seolah tidak mau ketinggalan, rombongan cendikia muda ini juga ikut menyambut Ramadhan di negri Panzer ini dengan melakukan safar dari Goettingen tempat mereka studi ke kota Kassel untuk melaksanakan kajian Tarhib Ramadhan sekaligus Rihlah atau tamasya melihat keindahan monumen yang terletak taman Wilhemshöhe di Kota Kassel tersebut. Hal ini tergolong tidak umum terjadi. Bagaimana tidak, acara Tarhib Ramadhan yang biasanya dilakukan di masjid-masjid, sekolah-sekolah, kampus-kampus, aula atau pesantren itu kali ini diselenggarakan tepat di depan sebuah kuil tempat wisata sangat terkenal di negri Hittler itu. Bisa dibayangkan bahwa turis-turis yang ramai mengunjungi tempat itu juga ikut menonton aksi yang tidak biasa bagi mereka ini.

Dalam acara tarhib ini kita membahas tentang Fiqih Ramadhan, urgensi ibadah di bulan mulia ini dan peningkatan semangat untuk berlomba-lomba beribadah dalam mengoptimalkan pahala dan meraih ampunan dosa. Kegiatan ini juga dibarengi dengan acara makan bersama, shalat berjamaah yang dilakukan di area tempat turis-turis itu biasa minum bir dan lomba menulis dan membaca puisi bertemakan Ramadhan. Tak ayal lagi, seketika itu juga mereka menjadi pusat perhatian para turis asing yang hari minggu itu sedang bertamasya di wilayah ini. Lomba menulis dan membaca puisi tentang Ramadhan itu dimenangkan oleh saudari Ratna Mega Sari dengan puisi berjudul “Ramadhan Menghampiriku Lagi”. Kandidat master bidang agriculture ini membacakan puisinya dengan penuh penghayatan hingga meneteskan air mata. Bahkan bisa membuat teman-temannya yang lain ikut terharu dan merasakan makna Ramadhan yang begitu dalam dari pesan puisi itu.

Sungguh suatu pengalaman yang berharga bagi kami. Atas rahmat Allah, walaupun sibuk kuliah dengan system Jerman yang begitu ketat dan tugas yang tidak sedikit, kami tetap diberi kesempatan oleh Allah untuk menyelenggarakan Rihlah dan Tarhib Ramadhan ini. Meskipun berada di Negara yang mayoritas non muslim ini, kami tetap merindukan kehadiran Ramadhan dengan berbagai keistimewaan yang Allah Janjikan di dalamnya.

Semoga Ramadhan kali ini akan menjadi Ramadhan yang terbaik dan terindah dalam hidup kita sehingga kita semua bisa diampuni segala khilaf dan dosa saat tiba 1 Syawal nanti, amin ya Rabbal’alamin.

Wallahu’alam.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
dr. Ichsan, MSc.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Master lulusan Georg-August-University Goettingen dan kandidat Doktor dalam bidang Molecular Biology di universitas yang sama.

Lihat Juga

[Video] Wartawan Jerman Martin Lejeune Masuk Islam Saat Idul Fitri