Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Telimpuh Syair Penghadapan

Telimpuh Syair Penghadapan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (temy-spirit.blogspot.com)

dakwatuna.com

Ya Rahman…

Malam hampir mencapai penghujungnya. Suara derak dedaunan oleh gesekan pengarak pagi berpadu dengan renyai gerimis yang turun perlahan. Syahdu…

Lara ini…

Aku percaya laa yukallifullah illa wus’ahaa. Tapi mengapa ujianMu demikian pahit terasa? Seperti sungai yang mengering oleh kemarau, seperti daun-daun yang gugur berjatuhan di pangkuan bumi, seperti bunga yang habis masa berseri. Menunduk lesi, tak berdaya tegakkan tangkai.

Ya Jabbaar …

KehendakMu …
Apa yang terjadi semata karena ingin-Mu. Tak dapat tertolak cerita yang t’lah terlukis oleh tinta naskah takdir-Mu, tak terkejar apa yang Kau jauhkan dariku. Tak terhindarkan apa Kau anugerahkan, tak kan lari apa yang Kau gariskan melintari diri.

Ya Mushowwir…

Lukisan …
Hapuskan lukisan lama dalam kanvas buramku. Izinkan kugoreskan hari-hari baru dalam taung temara cahaya Ilahiah-mu. Ragunglah aku dari silaunya nikmat dunia dan biarlah kusambut hadirnya lawamah dari-Mu. Tsabbit quluubanaa ilaikaa al aan, ghodan wa abadan.

Ya Ghofuur….

Air mata….
Seandainya air mata dan pedih ini adalah penghapus dosa, maka ampuni segala khilafku di masa yang telah silam. Bersihkan diriku dari semua noda yang tersisa karenanya. Putihkan jika hitam. Jernihkan jika keruh. Ba’id bainiy wabaina khothoyaya kamaa ba’adta bainal masyriqi wal maghrib.

Ya Qowiyy….

Kuatkan….
Aku masih mampu berdiri meski kakiku bergetar. Aku masih bernafas meski tubuhku berdarah. Aku masih bertahan dengan keping-keping hati yang berserakan. Dalam lemahku, tidak berdayaku, sakitku, aku kembalikan segala-Nya kepada-Mu. Ruahi kalbuku dengan rasa syukur atas nikmat-Mu. Palun aku dan jangan pergi …jangan tinggalkan aku dengan segala urusanku meski hanya sekejap mata….

Rabbanaa….

Tsabbit quluubanaa ‘alal iimaan
Rabbanaa dholamnaa anfusanaa wainlam tahgfirlanaa lanakuunanna minal khoosiriin

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Penulis berprofesi sebagai PNS di lingkup Pemkab. Tulungagung Jawa Timur. Menekuni dunia literasi sejak dua tahun terakhir. Tulisannya tergabung dalam 40 antologi, buku solo Love and Live Undercover, Meraup Pahala Kala Haid Tiba, dan Kitab Gang Pitu telah terbit tahun ini. Dua novel Islaminya insya Allah terbit awal tahun 2014. Penulis aktif dalam jaringan kepenulisan Jaringan Pena Ilma Nafia (JPIN)

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Syair Para Pendosa