Home / Berita / Internasional / Amerika / Ribuan Perantau Indonesia di Luar Negeri Ikuti Kongres Diaspora

Ribuan Perantau Indonesia di Luar Negeri Ikuti Kongres Diaspora

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan untuk Konggres Diaspora melalui rekaman video (ist)

dakwatuna.comSekitar 2000 orang perantau Indonesia di luar negeri berkumpul dalam acara Konggres Diaspora Indonesia (Congress of Indonesian Diaspora) yang berlangsung sejak hari Jumat, 6 Juli. Konggres yang rencananya berlangsung sampai hari Ahad, 8 Juli ini dihadiri pula oleh beberapa pejabat pemerintah dan anggota DPR RI. Konggres yang pertama kali ini diselenggarakan di gedung Convention Center, Los Angeles, Amerika Serikat.

Dalam sambutannya Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal menekankan akan arti pentingnya kontribusi diaspora Indonesia. Mereka ikut memberikan andil untuk pembangunan negara Indonesia walaupun berada di luar negeri. Mereka turut memegang peranan penting untuk kemajuan perekonomian bangsa walaupun mereka sekarang menjadi warga negara lain sekalipun. Mereka, para diaspora adalah potensi bangsa yang tidak boleh dilupakan. Para Disapora Indonesia harus menyadari bahwa mereka mempunyai potensi, mereka harus bersatu dan bangkit untuk menyumbangkan pikiran, kemampuan, dan kekuatan untuk kemakmuran bangsa Indonesia.

Dino Patti Djalal juga menjelaskan kondisi diaspora Indonesia saat ini yang begitu besar potensinya masih dalam kondisi yang kurang beruntung. Mereka tidak terhubung satu sama lain, mereka masih kurang percaya diri, dan mereka belum bersatu dalam satu wadah yang kuat. Dengan adanya konggres diaspora ini, Dubes RI untuk AS tersebut mengharapkan forum ini akan menjadi jembatan yang penting untuk menghubungkan antara warga negara di perantauan dengan pemerintah Indonesia. Pemerintah diharapkan akan menyambut gaung konggres ini agar mereka ikut andil dalam pembangunan negara.

Dalam sambutan yang disiarkan lewat rekaman video, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan agar kongres ini dapat mempersatukan sesama warga bangsa yang tersebar di berbagai negara, juga dapat memberikan kontribusi pemikiran yang positif dan konstruktif bagi kemajuan bangsa Indonesia. Presiden juga menjelaskan bahwa keberadaan diaspora di luar negeri menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah akan membantu semaksimal mungkin untuk meringankan beban warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. Karena itu pemerintah telah melakukan langkah-langkah kongkret untuk menjalin kemitraan dengan diaspora Indonesia. Pemerintah sedang mengawali proses pemberian kemudahan visa, termasuk pemberian visa khusus bagi Diaspora Indonesia yang sudah tidak lagi menjadi warga negara Indonesia. Dalam sambutan yang disampaikan Presiden dalam waktu sekitar 15 menit ini, beliau menyampaikan juga bahwa Menteri Luar Negeri tengah mengembangkan kebijakan untuk lebih memberikan dukungan dan bantuan kepada komunitas Diaspora Indonesia. Pemerintah juga siap bekerjsa sama dan memfasilitasi program-program ekonomi, sosial dan budaya yang akan dirancang menjadi program kerja dalam konggres diaspora kali ini. Pidato Presiden ini juga disiarkan langsung lewat Radio IMSA(http://imsa.us) melalui sambungan internet dengan harapan warga Indonesia yang berada di tanah air dan diaspora yang berada ditempat lain yang tidak bisa datang langsung dapat menikmati acara ini juga.

Konggres Diaspora yang merupakan tonggak sejarah baru bagi para perantau Indonesia yang berada di luar negeri ini dihadiri oleh diaspora yang dari berbagai negara. Perwakilan dari Qatar, India, Australia, Suriname, Korea, Kanada, Chili dan negara lainnya ikut meramaikan suasana konggres ini. Alan Soffan perwakilan resmi dari kedutaan Saudi Arabia dalam wawancaranya dengan Radio IMSA (Indonesia Muslim Society in Amerika) mengungkapkan akan peran Konsulat Jenderal Riyadh yang membantu para pekerja Indonesia untuk mendapatkan pendidikan tambahan. Hampir sebagian besar pendatang dari Indonesia dari Riyadh adalah para pekerja. Selain mereka bekerja, pemerintah bekerja sama dengan mahasiswa membantu para TKI untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam wawancaranya Alan Soffan menjelaskan perlunya kerja sama yang kuat antara masyarakat dan pemerintah Indonesia. Di sisi lain, dukungan pemerintah yang besar untuk kemajuan diaspora di luar negeri sangatlah penting.

IMSA yang merupakan organisasi Muslim Diaspora yang berada di Amerika dan Kanada ikut menurunkan timnya untuk meliput kegiatan ini. Acara Konggres Diaspora yang mengambil tema “The Power of Harmony in Diversity, Unleashed Worldwide” ini diliput secara langsung oleh Radio IMSA untuk dipancarkan ke seluruh dunia melalui internet. Personal tim Radio IMSA terdiri dari Muhammad Yusuf – Adi Susmono – Nur Afianto bagian penyiaran darat, dan diperkuat oleh Ibrahim Musafir – Pribadi Kardono untuk bagian streaming ke internet. (ist)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Mohammad Natsir

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing