22:36 - Minggu, 19 Mei 2013

Aku, Kertas Putih dan Tinta Hitam

Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Herdiansyah - 06/07/12 | 10:50 | 17 Shaban 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Wahai kertas putih…!
hari ini, ku goreskan tinta hitam
di atas lembaran-lembaran sucimu
akan ku sematkan cerita hidup ini
di pundak, pada garis-garis lurusmu
agar ceritaku tetap abadi dikenang masa
sampai alam dunia tiada
ku ingin jadikanmu
saksi bisu dalam sejarah panjang hidup ini

wahai kertas putih…!
bersama tinta hitam ini
ku ingin kau bicara pada dunia
sekarang, esok, dan lusa
bahwa aku pernah ada
bahwa aku pernah mengukir cerita
dalam dunia fana sirna ini

wahai kertas putih…!
mulai saat ini…
akan ku telaah huruf-huruf itu
satu demi satu
akan ku rajut kata-kata itu
satu demi satu
akan ku sulam kalimat-kalimat itu
satu demi satu

agar mereka saling menyatu
bercerita dalam setiap tajuk
berirama dalam setiap tema
mengukir sejarah cerita keabadianku
dalam setiap paragraf-paragraf indahnya

wahai kertas putih…!
di atas lembaran-lembaran sucimu
pada pundak garis-garis lurusmu
bersama coretan-coretan tinta hitam ini
cerita hidupku akan abadi
dalam setiap generasi anak-anak manusia.

Tentang Herdiansyah

Mahasiswa S1 jurusan Pendidikan Islam Universitas Hassan Tsani, Mohammedia, Casablanca, Maroko. Selengkapnya.

Redaktur: Hendra

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (10 orang menilai, rata-rata: 9,80 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
86 queries in 0,775 seconds.