Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Tasawuf Cinta

Tasawuf Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Aku bukan pejuang cinta
Jika kau meminta dalam setiap syarafku ada pikir tentangmu
Jika kau mensyaratkan jeruji bagi kesungguhanku
Jika kau menginginkan taman-taman surga kubawa ke dalam pangkuanmu
Jika kau menuntut separuh jiwa ini bersemayam dalam kalbumu
Aku bukan begitu dan begitu bukanlah aku

Bagiku cinta itu sederhana…
Sesederhana tetes air mata yang mengalir tanpa kau memintanya
Sesederhana Merpati yang tetap kembali ke peraduan tanpa kau harus mengurungnya
Sesederhana Mawar yang tak mensyaratkan indahnya taman sebagai tempat tumbuhnya
Sesederhana udara yang tak menuntut apapun padahal ia ada dalam setiap nafasmu
begitulah aku dan inginku begitu

Karena dalam cinta yang kutahu…
Bagaimana hanya sarafku saja tentangmu sedangkan engkau adalah aku dan aku adalah engkau
Bagaimana hanya jeruji saja yang memenjaraku sedang kan diriku telah kuserahkan kepadamu
Bagaimana hanya taman saja sedang kan bersamamu hariku adalah surga
Dan bagaimana hanya separuh jiwa saja yang kau minta sedangkan tak lagi ada jiwa dalam jasad ini yang kutahu selain yang ada padamu
dalam cintaku… Engkaulah jiwaku
masihkah kau meragu? Cinta…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,57 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saya seorang pemuda yang memutuskan dirinya untuk menjadi seorang entrepreneur di tengah gelapnya pandang dan keterbatasan faham.dan tentang tulisan ini, bagi saya menulis itu menyakitkan tapi sekaligus obat bagi dahaganya rasa.

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang