Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Aku Terlanjur Mencintaimu

Aku Terlanjur Mencintaimu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Aku terlanjur mencintaimu…
Kala debar jantung belum berdetak,
Kala helaan napas belum terhembus,
Kala denyut nadi belum teraba,
Kala ruh belum tertiup…

Aku terlanjur mencintaimu…
Jauh sebelum elok rupamu terbayang,
Jauh sebelum tatap bertemu,
Jauh sebelum raga berjumpa,
Bahkan jauh sebelum kutahu akan kehadiranmu…

Aku terlanjur mencintaimu…
Melalui bait-bait doa yang terpanjat,
Melalui kilauan asa yang tergantung,
Melalui warna-warni mimpi yang terlukis…

Aku terlanjur mencintaimu…
Walau sadar atas berat yang menanti,
Lemah yang bertambah-tambah,
Sakit yang kan mendera,
Dan walau tak mudah serta penuh juang,
Bahkan walau hidup harus kupertaruhkan…

Aku terlanjur mencintaimu…
Dalam penantian panjang untuk hadirmu,
Dalam kerinduan perjumpaan denganmu,
Dalam harap kehadiranmu dalam dekapku,
Wahai calon buah hatiku…
Wahai permata jiwaku…
Wahai Ananda yang menyiapkan mahkota cahaya untukku…
Memang aku terlanjur mencintaimu,
Karna cintaku pada Rabb-ku…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 8,92 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Bogor. Saat ini aktif menekuni dunia pendidikan dan merintis wirausaha bersama suami.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Geliat Cinta Pejuang