Home / Berita / Nasional / Pemerintah Dihimbau Tidak Ambil Jalan Pintas untuk Atasi Defisit Anggaran

Pemerintah Dihimbau Tidak Ambil Jalan Pintas untuk Atasi Defisit Anggaran

Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Firdaus, Fraksi PKS. (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Salah satu instrumen pemerintah dalam mengatasi defisit anggaran adalah dengan menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk dengan tujuan untuk dapat menutupi defisit anggaran belanja negara. Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Firdaus menghimbau pemerintah untuk dapat mencari langkah-langkah strategis dalam mengatasi defisit anggaran dan tidak mengambil jalan pintas dengan menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk guna menutup defisit anggaran belanja negara sebagai tambahan utang pemerintah.

Meskipun tujuan diterbitkannya Surat Berharga Syariah Negara atau sukuk adalah memperluas sumber-sumber pembiayaan/utang APBN, diversifikasi investor dan instrumen, memberikan alternatif instrumen ritel berbasis syariah bagi investor, mendukung pengembangan pasar keuangan syariah dan memberikan kesempatan kepada investor kecil untuk berinvestasi dalam instrumen pasar modal yang aman dan menguntungkan.

Pemerintah jangan ambil jalan pintas dalam mengatasi defisit anggaran, akan tetapi harus mencari solusi yang cukup elegan dalam mengatasi semua persoalan-persoalan yang terkait dengan keuangan negara. Mengingat beban utang pemerintah sampai saat ini sudah semakin besar dan hampir mendekati angka 2000 triliun.

Menurut Muhammad Firdaus, ada beberapa langkah strategis yang harus dilakukan pemerintah dalam mengatasi defisit anggaran. Yang pertama pemerintah harus serius dan bersungguh-sungguh dalam melakukan penghematan terhadap penggunaan keuangan negara di setiap kementerian / lembaga sehingga dana sisa anggaran lebih yang memang sudah tidak terpakai untuk digunakan menutupi defisit tersebut minimal dapat meminimalisir.

Kedua pemerintah harus mencari sumber penerimaan baru dari kekayaan alam yang ada dan masih potensial baik darat, laut dan udara, ketiga pemerintah dan rakyat harus bersama-sama mencari solusi terbaik guna mengatasi defisit anggaran tersebut dengan melakukan efisiensi pengeluaran dari segala bidang baik di  kementerian / lembaga, ungkap Politisi Partai Keadilan Sejahtera.

Dengan beban negara yang sudah besar dan berat ini bagi rakyat, tentu diperlukan adanya inovasi-inovasi baru yang harus dilakukan pemerintah dalam mengatasi defisit anggaran belanja negara. Jangan sampai tidak adanya inovasi dan kreativitas pemerintah dalam mengatasi itu dengan mengambil jalan pintas menggunakan semua  instrumen-instrumen yang ada dengan tujuan untuk mencari pembiayan atau utang, tentu hal ini tidaklah menjadi pilihan pemerintah, akan lebih baik setiap instrumen keuangan negara yang akan dilakukan adalah yang  mampu membuat negara ini lebih berdaya dan mandiri untuk tidak terus bergantung kepada orang lain dalam hal ini para kreditor dunia baik Bank Dunia, IMF dan sejenisnya yang nantinya akan menyengsarakan bangsa ini di kemudian hari, kata Muhammad Firdaus anggota DPR RI dari Pasuruan dan Probolinggo. (ist)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Pemecatan 1 Juta PNS Dinilai akan Menimbulkan Masalah Baru