Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Awan Putih

Awan Putih

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Tak habis pikirku tentang itu…
Dalam bait terakhir katamu kau ucapkan itu
Lama ku terdiam

Tahukah kamu…
Kata itu menghenyakku
Menikamku dalam abu-abunya sikap selama ini
Menyayat dalam kelonggaran batasku
Mungkin akan biasa oleh biasanya kebiasaan
Tapi… sebatas itu, dia menafikkan kepantasanku untuk kau panggil itu

Dan jangan kau anggap aku menyalahkanmu
Karna tak sedikit pun logikaku untuk begitu
Dengan atau tanpamu aku tentu begitu
Bukankah seharusnya aku berterima kasih
Dengan ketulusanmu kau menyadarkanku

Dalam analogi sederhanamu
Dan itu yang membuatku kerap tersenyum ketika mengingatnya
Ada awan putih dan awan hitam
Kau memintaku jangan pergi, meski tak satu pun alasan menyatakan Kita pernah bersama
Karna kau takut ada awan hitam selalu membayangimu
Yang ketika dalam kosongmu, mungkin saja iya mengisimu
Yang ketika dalam lemahmu, mungkin saja ia kan mengubah haluan kepakanmu

Dan kau tahu
Itu berhasil memenjara rasaku lagi, karna manusiaku meragukanmu
Aku ingin yang terbaik buatmu, tapi tak berarti tak menjaga hatiku
Aku ingin engkau terjaga, tapi tak berarti melepaskan yang terbaik untukku
Dan sendiri untuk saat ini adalah pilihan terbaik untuk aku, agamaku dan Tuhanku

Jangan tarik lagi hatiku ke sana
Karna itu akan berat bagi rasaku
Semua ada masanya

Bertahanlah ketika arahmu galau saat ini
Ikuti rasamu, hati kecilmu
Bukankah kau punya sayap, kepakkan itu
Tentukan arahmu
Bersabarlah…

Tertatihlah, jangan menyerah
Bukan awan yang menggerakkanmu
Tapi kepakanmu
Niscaya…
Allah kan selalu melihatmu
Bersamamu

Bersabarlah…

Dan jika sudah waktunya
Kau akan menemukan awan putihmu
Awan Putih yang terbaik untukmu

Bersabarlah dan tetaplah bergerak
innallaha maana

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,43 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saya seorang pemuda yang memutuskan dirinya untuk menjadi seorang entrepreneur di tengah gelapnya pandang dan keterbatasan faham.dan tentang tulisan ini, bagi saya menulis itu menyakitkan tapi sekaligus obat bagi dahaganya rasa.

Lihat Juga

Putaran Terakhir, PKS Hadirkan Kampanye Budaya Di Kota Solo