Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Karena Muslimah itu Peduli

Karena Muslimah itu Peduli

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (pks-pasarmanggis.blogspot.com)

dakwatuna.comMuslimah sosok istimewa yang Allah ciptakan dengan segala kelebihan. Muslimah lebih Allah cinta jika ia pun mencintai Allah. Muslimah fitrahnya begitu perasa, maka dari itu muslimah mesti lebih peka. Ia harus lebih sensitif dan peduli dengan apapun yang dirasa, dipikirkan serta dihadapinya. Wahai saudaraku muslimah, yang berada di bumi Allah sadarlah bahwa kita diciptakan sebagai ‘madrasatul ula’. Pendidik pertama dan utama untuk generasi-generasi berikutnya, generasi yang dinanti-nanti untuk perbaikan negeri bahkan cita-cita luhur islami. Bagaimana mungkin kita dapat mencetak mujahid rabbani andai diri saja belum baik secara pribadi? Muslimah mesti peduli akan hal ini. Muslimah harus pandai mengevaluasi dan menata diri. Ya, muslimah harus peduli…

Muslimah harus peduli.

Apakah ia sudah baik secara pribadi? Baik menjaga lisan, menjaga hati dan pikiran. Selalu menjadikan Allah sebagai pegangan. Mensyukuri nikmat yang diberikan, minimal tidak mengeluh ketika dihadang ujian kekurangan. Sabar dalam ketaatan. Jadi yang utama dalam amal pilihan. Menguatkan azam untuk tetap bertahan sampai jelas pencapaian.

Muslimah mesti peduli.

Sudahkah menjadi saudara yang baik bagi saudaramu ukhti? Hingga tak akan ada lagi nantinya yang berpaling lebih memilih lawan jenis untuk mencurahkan isi hati, bahkan memprioritaskan ‘mereka’ ketika meminta solusi. Agar jangan sampai terulang kembali penodaan ukhuwah yang suci, yang merasa tak diperhatikan lebih dalam barisan ini. Karena mungkin kita belum sadar secara pribadi, sibuk dengan urusan fardhi…

Muslimah sungguh harus peduli… Bagaimana ia menjaga Izzah diri, Bagaimana mestinya ia berinteraksi. Kapan saatnya berlembut hati dan tegas dalam mengambil sikap pribadi. Hingga nantinya tak timbul penyakit hati dan salah orientasi. Yakinkan diri benar-benar ikhlas ketika menjalankan amanah. Tetaplah meluruskan dan perbaharui niat untuk-Nya walau di perjalanan sering berpaling arah…

Don’t worry ukhtii…

Muslimah ayo peduli…
Sejauh mana kontribusi kita dalam dakwah ini?
Apakah hanya menjadi beban atau sekarang sudah bertransformasi sebagai solusi?
Sudahkah pikiran, harta dan jiwa sepenuhnya diberdayakan?
Hingga lelah yang di rasa ternyata menjadikan hati kita tenang bahkan saat-saat itulah yang dirindukan?

Muslimah pedulikah?
Orang tua kita, yang sebenarnya menanti bakti dari anak shalihah-nya.
Sampai saat ini sejauh mana birrul walidain pada mereka?
Mereka butuh keberadaan kita, merekalah targetan shibghah yang utama, adakah waktu luang kita untuk keluarga?

Muslimah pedulilah…
Mengapa tak kunjung berubah dan belum istimewa di mata-Nya?
Banyak muslimah sebelum kita yang begitu luar biasa, menginspirasi. Mengapa tak ditauladani?
Muslimah mesti memilih,
Sesempurna Khadijah
Seistimewa Maryam
Sekuat Asiyah
Seikhlas Fatimah
Secerdas Aisyah
Se-tsabat Tsumayyah
Sedermawan Zainab bint Jahsy
Seberani Asma’
Semulia Ummu Sulaim
Atau….
Muslimah mesti memilih, bukan yang tak pasti

Muslimah engkau peduli
Muslimah punya tujuan hidup yang pasti
Muslimah mesti tahu kapasitas diri.
Muslimah sadar harus baik dari hari ke hari
Muslimah sungguh selalu belajar, minal mahdi ilal lahdi
Muslimah tak henti mentarbiyah diri….

Untuk muslimah sejati, yang peduli merubah negeri

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi yang lahir di Palembang tahun 1991. Saat ini tinggal Palembang.

Lihat Juga

Ilustrasi. (kawanimut)

Aku Cemburu Padamu