Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Kita Memang Beda

Kita Memang Beda

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Kawan, jika aku membencimu
Mungkin ada satu kebaikanmu yang kucinta
Jika aku berpaling darimu
Mungkin ada satu hal yang akan kurindukan
Jika aku pernah merasa sedih akanmu
Mungkin ada setitik hikmah yang bisa kugapai

Kawan, kita memang berbeda
Sungguh teramat berbeda
Di antara kelebihanmu
Kau jadikan pelengkap kekuranganku

Kawan, kita memang berbeda
Dan tak akan pernah sama
Karenanya Allah jadikan kita saling mengenal
Menyatu dalam kekurangan
Berbagi dalam kelebihan

Kawan, ku ingin kau bagai pedagang minyak wangi
Ya, itu harapanku
Kelak, jika ku selalu di sampingmu
Kau perciki aku dengan minyak wangimu
Atau paling tidak
Kau beri aku hembusan wanginya

Kawan, jika kau menjadi tukang pandai besi
Izinkan aku menjauhimu
Bukan, bukan aku tidak setia
Sungguh aku tak tahan dengan perih percikan apimu
Mungkin, jika nasihatku telah menyentuhmu
Dan doa telah terlantun untukmu
Kubiarkan Allah menjalankan kuasaNya

Kawan, kau bukan kawan biasa
Ku ingin menggenggam tanganmu selalu
Bersama menggapai ridhaNya
Di antara kelebihan-kelebihan kita
Dalam batas kekurangan-kekurangan kita

Insya Allah…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 9,71 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'

Lihat Juga

Kita Semua Sama, Lalu Apa yang Beda?