Home / Berita / Silaturahim / Titik Sejarah Baru KAMMI: Lokakarya Nasional Kaderisasi KAMMI 2012

Titik Sejarah Baru KAMMI: Lokakarya Nasional Kaderisasi KAMMI 2012

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Carevy)

dakwatuna.comAcara diskusi nasional kaderisasi KAMMI yang berlangsung di Wisma DPR-RI Kalibata dan Kantor Pusat WAMY (World Assembly of Muslim Youth) tertanggal 14-17 Juni 2012 merupakan program kerja bidang Kaderisasi Pengurus Pusat KAMMI (PP KAMMI) periode 2011-2013.

Gelaran rangkaian acara ini diikuiti oleh 100 peserta dari seluruh pengurus wilayah dan daerah KAMMI di Indonesia. Dapat dikatakan bahwa untuk agenda penting ini, Jakarta dibanjiri oleh Tim Kaderisasi KAMMI seluruh Indonesia. Para kader berdatangan memenuhi panggilan dakwah demi menyukseskan kerja-kerja kaderisasi.

Sebelum pelaksanaan acara, masing-masing kader telah melalui proses pemenuhan syarat terlebih dahulu, misalnya telah membuat karya tulis ilmiah mengenai tarbiyah dan startegi pembentukan kader, membuat analisa SWOT pengkaderan KAMMI di wilayah dan daerah masing-,masing, mendapat rekomendasi dari tokoh dakwah, membuat data base kader, dan memahami manhaj kaderisasi. Tujuannya adalah kader bisa menyampaikan secara terbuka dalam forum diskusi tentang kondisi ranah gerak KAMMI di wilayah atau daerah yang dipimpinnya. Hal ini penting bagi pimpinan pusat KAMMI dalam sinergisasi kekuatan KAMMI yang lebih besar lagi dalam melebarkan sayap perjuangan ke depannya.

KAMMI dengan umurnya yang masih muda (baru menginjak usia ke-14) telah mampu menghimpun kader yang berasal dari 80 wilayah dan daerah dengan jumlah kader 25.000 ribu orang. Kader KAMMI adalah kader yang terjaga rukhiyahnya. Karena tarbiyah yang membungkus ruang gerak langkah dakwah mereka.

Agenda loknas kaderisasi ini diawali dengan pembukaan oleh Andriyana, Sekjend PP KAMMI. Dalam pembukaannya, Andriyana mengatakan pentingnya adaptasi akseleratif bagi kader KAMMI terhadap perubahan global yang terjadi. Regenerasi adalah ujung tombak pergerakan dakwah KAMMI dalam merebut kemenangan dakwah yang ingin dicapai KAMMI dalam berbagai aspek. Kaderisasi menuntut suatu pembinaan yang kontinyu terhadap para kader.

Selama dua hari pertama yang bertempat di Aula Wisma DPR-RI, para utusan mendapatkan pembinaan dalam rangka pengokohan sistem pengkaderan untuk menyiapkan generasi dengan militansi yang cekatan serta disertai dengan akselerasi pendewasaan pemikiran kader. Selain itu juga secara bersama-sama membumikan gagasan dalam rekonstruksi sistem kaderisasi yang berlaku secara nasional. Untuk mensupport gagasan yang ideal, tak lupa para PP KAMMI juga menyiapkan asupan materi yang disampaikan oleh beberapa tokoh nasional.

Dalam Laporannya, Inggar Saputra (Tim Humas PP KAMMI) menyampaikan bahwa dalam agenda ini, KAMMI menghadirkan beberapa pembicara dari Kementerian ESDM, Anggota DPR RI Fahri Hamzah dan Ust. Musyaffa. Perwakilan ESDM banyak berdiskusi seputar seluk beluk energi Indonesia. Sedangkan Fahri meminta kepada seluruh kader KAMMI tetap fokus menjalankan pengkaderan. “Jangan membiasakan menanamkan masalah pada orang lain” ujarnya di hadapan peserta Rakornas PP KAMMI, di Wisma DPR Kalibata, Jakarta, Jum’at (15/0). Ust. Musyaffa tidak ketinggalan memberikan banyak pembekalan untuk kader KAMMI agar tetap berpijak kepada manhaj dakwah.

Pada hari ketiga, acara lanjutan Loknas dilaksanakan di Aula kantor pusat WAMY Indonesia. Dalam pembahasannya, tim kaderisasi PP KAMMI meluncurkan produk terbaru dalam menguprade data base kader. Peluncuran SIAP versi 1.0 merupakan program digitalisasi menejemen organisasi. KAMMI ingin merubah mindset manejemen organisasi dari paper-based menjadi digital-based. Dalam memaparkan SIAP versi 1.0, Andriyana, Sekjend PP KAMMI menyatakan bahwa program ini mampu memperkuat bargaining position KAMMI. Sistem digitalisasi ini akan mengarahkan manajerialisasi KAMMI yang lebih terprogram. Tujuan eksternalnya agar KAMMI semakin mudah berkoordinasi dengan organisasi pendampingnya di luar. Sedangkan tujuan internal adalah agar mempermudah update data kader secara marjinal dalam mendata penyebarannya dan semakin mudah untuk mengkategorisasikan kompetensi dan kapabilitas kader.

Acara ini ditutup pada hari Ahad (17 Juni 2012) di kediaman Fahri Hamzah  (merupakan pemimpin pertama KAMMI dan sejak tahun 2002 menjabat sebagai Anggota DPR-RI komisi III tentang Hukum dan HAM) Cibubur. Dalam nasihatnya, Fahri memberikan petuah singkat untuk memperkuat 4 hal yang sangat signifikan sebagai kader penggerak dakwah, yang meliputi penguatan data base kader, sistem teknologi, konten dan konteks kontribusi pemikiran, serta pandangan diri atas permasalahan yang ada.

Harapannya, semoga Lokakarya Nasional Kaderisasi ini menjadi titik balik sejarah baru dalam sistem pengkaderan KAMMI yang lebih baik lagi.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Student of Universitas Bakrie, Accounting Study Program. Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Aktivis LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Basmala Universitas Bakrie. Member of Muamalah Community. Seorang hamba yang tidak sempurna namun selalu berusaha menjadi sempurna di mata Tuhan.

Lihat Juga

Dukungan mahasiswa Se-Jakarta pada hari Sumpah Pemuda (28/10/2016) di Buperta Ragunan. (@jeehadielbanna)

Mahasiswa Beri Dukungan untuk Anies Baswedan