Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kecuali Itu, Semua Karyawan Biasa

Kecuali Itu, Semua Karyawan Biasa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comUstadz Yahya, begitu nama beliau biasa disebut/dipanggil oleh santri-santrinya -adik yang kasih tahu. Sebetulnya sudah sering dengar tentang beliau -yang ini juga adik yang cerita.

Alhamdulillah kemarin punya kesempatan bertemu dan silaturahim ke tempat beliau – ini pun adik yang minta, ada urusan pondok yang perlu dikonsultasikan dengan beliau. Jadi sebagai kakak yang baik mah “apa sih, yang gak buat adek…”

Kalau kutaksir usia beliau 47 tahunan ke atas. Berjenggot putih sekepalan tangan, lebih panjang dikit. Memakai kemeja kotak dan sarung.

Awalnya sedikit tegang waktu ketemu beliau, tapi ternyata beliau orang yang ramah, bersahaja, suka bercanda juga ternyata. Serius tapi enak gitu. Seperti kita sudah kenal lama, jadi pembicaraan ngalir enak.., jadi betah bicara lama-lama dengan beliau.

Kita ngobrol di ruang tamu, yang yah “tidak begitu rapi” karena ruang tamunya menyatu dengan tempat menjahit istri beliau yang lumayan banyak kain waktu itu. Tapi meskipun begitu tidak tahu kenapa… rasanya itu adem, nyaman gitu rasanya. Barangkali beginilah seharusnya rumah ustadz, tidak besar memang, tapi nyaman. Tidak ada nuansa keangkuhan di dalamnya.

Di setiap pojok ruangnya selalu kita lihat kitab-kitab, buku yang tersusun di rak-rak. Tidak ada barang-barang mewah, tidak seperti rumah, maaf… “ustadzz-ustadzz” masa kini, Astaghfirullah.

Kesederhanaannya, menurutku inilah izzah berharga yang sekarang mulai banyak ditinggalkan. Wallahu’alam

Ada satu hal yang membuat berkesan saat pertama kali itu bertemu dengan beliau. Saat aku bersalaman dengan beliau, baru sekali ini rasanya. Saat kita bersalaman, tanganku tidak langsung beliau lepaskan, digenggam eratnya tanganku kemudian dengan lembut dan perlahan ditarik masuk ke ruang tamu beliau, sampai mau duduk baru kemudian dilepaskan. Dalam hati Subhanallah, padahal baru saja kenal, tapi…

Sederhana memang, tapi sering kali yang sederhana seperti ini membuatku sangat berkesan pada seseorang. Kepada Ustadz Yahya kali ini. Suatu pribadi yang istimewa, menurutku.

Salah satu percakapan kemarin:

“Ente kerja di mana, Yud”

“Karyawan biasa, Tadz”

“Semua karyawan itu biasa, yang luar biasa itu karyawan akhirat, (karyawan) Allah” sambil menunjuk tangan beliau ke atas

“Kecuali itu semua karyawan biasa” dengan yakin dan mantab. Seolah-olah ingin menegaskan kepadaku satu hal, lakukan semua untuk Allah… itu luar biasa.

Sebuah nasihat sederhana yang berarti…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Senang rasanya punya banyak temen, tambah kenalan...

dan semua karena Alloh yang luas cinta-Nya tak terhingga...

Lihat Juga

Suap, dari Pembiasaan ke Pembenaran