Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Jika Presiden Indonesia Itu Kader Dakwah

Jika Presiden Indonesia Itu Kader Dakwah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comSemoga ini bukan sebuah perilaku berangan-angan panjang atau berandai-andai yang di benci oleh Rasulullah SAW. Hanya sebatas motivasi diri yang coba di tuangkan dan semoga saja menjadi sebuah inspirasi untuk membangun negeri tercinta ini.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah”, maka tentunya ia akan menginfakkan jiwa dan raga ini memberikan kontribusi terbaik sebagai pemegang amanah besar ini. Rakyat dan umat ini sudah letih mendengar janji-janji para pemimpin yang mereka ingin kan adalah bukti dan kontribusi yang nyata untuk keadilan dan kesejahteraan mereka.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah “, maka senantiasa ia akan memperbanyak istighfar dan bertaubat, karena lihat saja telah banyak yang dilakukan dosa-dosa oleh diri ini dan yang paling menyedihkan adalah dosa-dosa berupa kezhaliman yang di lakukan oleh para pemimpin-pemimpin tertinggi di negeri ini sebelumnya.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah “, jika negeri ini akan di jadikan negeri yang berperadaban maka yang harus di lakukan adalah belajar dan bekerja sebaik mungkin meneladani bagaimana peradaban-peradaban besar pernah di bangun di sepanjang sejarah negeri ini dan sejarah dunia.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah “, ia kembali memimpikan hal besar untuk negeri ini yang akhirnya semoga memotivasi bahwa harapan akan tetap ada inilah bukti bahwa iman pun masih ada di masing-masing individu masyarakat yang ada di negeri ini dan tentunya negeri ini masih negeri orang-orang beriman karena bukankah ketika kita berputus asa maka bukankah ini sikap kufur.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah “, maka yang harus ia lakukan adalah meneladani kepemimpinan sejati dari teladan terbaik Rasulullah SAW para sahabat dan insan-insan hebat yang pernah memimpin dengan nilai-nilai keimanan, dengan begitu maka kesejatian seorang pemimpin akan dirasakan dan di akui bahkan oleh semesta.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah “, permasalahan negeri ini begitu banyak maka perlu bekerja keras untuk melakukan perbaikan-perbaikan namun belumlah kita mempelajari fiqih prioritas bahwa ada yang harus di prioritaskan, hal yang harus di perbaiki di negeri ini yang mereka orang-orang berakal mengatakan bahwa negeri ini sedang sakit dan bobrok terjadi di berbagai bagian tubuh negeri ini.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah “, maka ia akan mencurahkan perhatian dari rakyat terbawah sampai jajaran-jajaran tertingginya semuanya tentunya mencita-citakan yang terbaik untuk Indonesia maka mereka pulalah yang akan menjadi manusia-manusia yang bergerak pula untuk kebaikan.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah “, ia akan hancur leburkan syetan-syetan dan system yang melahirkan korupsi, kolusi dan nepotisme yang ternyata menggerogoti kesejahteraan rakyat, perbuatan yang sudah sangat akut dari zaman kita telah merdeka sampai sekarang seperti telah menjadi bola salju yang lambat laun bergulir semakin membesar untuk menimpakan tsunaminya kepada rakyat yang di bawah.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah “, masih ingatkah kita dengan disiplin amal yang kita citakan di dalam dakwah ini? melakukan perbaikan yang di mulai dari ishlah /perbaikan ibda bi nafsi memulai dari diri sendiri saya, hingga memperbaiki keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan bernegara, hukum sampai yang terakhir yaitu ustadziyatul ‘alam menjadikan Al Islam sebagai soko guru peradaban.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah “, semoga ia tidak lupa bahwa saat inilah ia berdiri di dalam periode untuk mengoptimalkan amal-amal dauli yang sedang diamanahkan kepadanya.

“Andai Presiden Indonesia itu kader dakwah “, maka untuk mencapai cita-cita tinggi Indonesia tak lain menciptakan dan mengkader pemimpin beriman sebanyak-banyaknya itulah yang akhirnya kejayaan akan semakin dekat karena sesungguhnya setiap individu adalah pemimpin hanya saja berasa dalam posisi yang berbeda. Jadi kesimpulannya adalah bahwa yang di butuhkan untuk sebuah kejayaan adalah kepemimpinan yang menginspirasi dan pemimpin-pemimpin inspirator. Mencetak pemimpin sejati sebanyak mungkin ini pulalah yang menjadi agenda besar dalam jamaah dakwah kita.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (24 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Eru Zain
Mahasiswa di Purwokerto. Salah seorang anggota KAMMI Daerah Purwokerto. Anak pertama dari 3 bersaudara. Anggota juga di Forum Lingkar Pena Purwokerto.

Lihat Juga

DPR: Indonesia Memiliki Modal Kuat untuk Selesaikan Konflik Rohingya