Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Aku Rindu Masa Itu

Aku Rindu Masa Itu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Aku rindu masa itu
Masa indah bersama Rasulullah
Berdakwah setiap hari tak kenal lelah
Berjihad sepenuh hati pantang putus asa
Demi tegaknya Islam di atas dunia

Aku rindu masa itu
Masa indah bersama Rasulullah
Suri tauladan yang teramat sayang pada umatnya
Ketika Malaikat Izrail datang menyapa
Lisannya tertatih-tatih dan melirih perih
“Ummatii… Ummatii… Ummatii…”

Aku rindu masa itu
Masa indah bersama Abu Bakar
Kedermawanannya tiada terkira dan tiada bandingannya
Rasulullah bertanya, “Apa yang engkau tinggalkan untuk keluarga?”
“Hanya Allah dan Rasul-Nya,” jawabnya tenang tanpa beban

Aku rindu masa itu
Masa indah bersama Abu Bakar
“Ya Rasulullah, aku masuk surga lewat pintu mana?”
Tanyanya kepada sang kekasih hati tercinta
“Masuklah ke dalam surga melalui pintu manapun yang engkau suka,”
Jawab Rasulullah menenangkan gelisahnya

Aku rindu masa itu
Masa indah bersama Umar
Pembela Islam yang paling sangar
“Ya Rasulullah, izinkan diriku memenggal kepalanya!”
Itulah rangkaian kata cinta untuk kekasihnya

Aku rindu masa itu
Masa indah bersama Umar
Mujahid Islam yang paling garang
Musuh-musuh Islam dibuat terjengkang
Bahkan setan pun takut dan lari tunggang langgang

Aku rindu masa itu
Masa indah di saat Islam bersatu padu
Sesama Muslim saling membantu dan menghargai
Bahu membahu menegakkan kalimat Allah di muka Bumi

Aku rindu masa itu
“Ya Allah, kembalikan lagi seperti yang dulu”
Dengarkanlah pinta hambaMu dan kabulkan doaku
Ya Allah, aku rindu

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 9,36 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nama lengkap penulis adalah Bayu Rhamadani Wicaksono. Bondan Al-Bakasiy adalah nama pena dari penulis yang biasa disapa Bayu ini. Penulis menempuh pendidikan SD sampai dengan SMA di Tambun-Bekasi. Kemudian dilanjutkan dengan kuliah 4 tahun di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), kampus mungil penuh motivasi dan inspirasi. Alhamdulillah saat ini penulis telah bekerja di instansi Badan Pusat Statistik (BPS).

Lihat Juga

Ilustrasi. (nurtiyas.wordpress.com)

Spirit yang Hilang, Aku Rindu “Masa” Itu