Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Aku Cemburu

Aku Cemburu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Cinta bukanlah mencari Pasangan yang sempurna,
tapi menerima pasangan kita,
dengan sempurna

Ilustrasi (kawanimut)

dakwatuna.com – Hari berlalu menyusun pekan. Hitungan bulan pun membentuk tahun. Tak terasa rasanya baru kemarin kita berdiskusi bareng, bercanda bareng, bertemu untuk saling menguatkan dan mengingatkan kepada Allah. Kini sahabatku mendahuluiku, akan segera menikah dengan waktu yang sudah direncanakan dan insya Allah aku pun akan hadir di momen bahagianya.

Senyum indah terukir di wajahnya saat ia datang ke rumahku dengan membawa beberapa undangannya yang sudah tertulis nama lengkap kerabat yang tertera dalam buku undangan pernikahan. Ini berita yang mengejutkan dan bahagia karena sahabatku akhirnya akan segera menyempurnakan agamanya. Semoga Allah meridhaimu dan aku segera menyusulmu ukhti. Doaku. Niat dan kebutuhan memang yang menjadi modal utama untuk menikah. Ada beberapa saudara yang belum berani menikah karena beberapa alasan, sebenarnya dari pengalaman sahabatku yang sudah menikah adalah azzam yang kuat. Insya Allah akan segera dipermudah semuanya.

Aku cemburu kawan. Hiksss… hiksss. Salah satu tulisan Ustadz Salim A Fillah pada bukunya jalan cinta para pejuang.

tak lepas dari fitrahnya seorang manusia yang diberikan perasaan cemburu…

“aku cemburu….”

cemburu pada sesuatu yang tak pantas aku cemburui….

pada sesuatu yang bukan milikku…

yang bukan sah atasku….

terkadang diri ini merenungi… sebenarnya apa tujuan mencemburui?

apa karna kita cinta maka kita cemburu?

aku pun tak bisa menjawabnya.

“Ya Allah hanya engkau yang Maha Mengetahui jodohnya seseorang?” Yah memang manusia hanya bisa berencana, berikhtiar, berdoa dan bertawakal. Aku tahu semua sudah di atur oleh Allah baik jodoh, rezeki dan kematian. Allah yang Maha Pengasih pasti memberikan yang terbaik untuk hambanya, sesuai dengan amalan yang kita lakukan setiap harinya.

Ingatlah dalam surah An-Nur ayat 26 “Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)”.

Jika kita ingin mendapat pasangan yang baik, jadikan diri kita baik terlebih dahulu. Jika ingin mendapatkan suami yang shalih, maka jadikan diri kita shalihah terlebih dahulu, dan sebaliknya. Bagaimana menuntut suami kita akan seperti Ali? Sedangkan kita tidak sekualitas Fatimah. Bagaimana mungkin kita berharap suami sekokoh Ibrahim As? Sedangkan kita tak setabah Sarah dan Hajar.

Jadi ingat lagunya Ayu Shita yang dinyanyikan dalam Film Ketika Cinta Bertasbih “Tuhan Beri Aku Cinta”. Yupz, hanya kepada Allah saja kita meminta kawan!!!

Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya
Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu
Itu kesamaan…
Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan
Itu keseimbangan…
Ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman
Itu kegenapan…
Tapi, satu hal yang tetap sama
Mereka cocok karena bertasbih memuji Allah
Seperti segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi,
Ruku’ pada keagunganNya
(Salim A Fillah Jalan Cinta Para Pejuang)

Ahad pagi sampai menjelang Zhuhur kemarin Aku bersama sahabatku yang di Bogor bersemangat mengikuti acara seminar pra Nikah yang diadakan oleh LDK Al-Hurriyah IPB dengan tema Saat cinta kan berlabuh karena cinta itu “Murah” (Mudah dan Berkah). Ada beberapa materi yang terkait dengan masa depan untuk menjadi keluarga yang bahagia dengan mengharapkan keridhaanNya. Pembicaranya pun sudah berpengalaman dan berkompeten beliau adalah Ustadz. Salim A. Fillah penulis buku “Agar Bidadari Cemburu Padamu” dan Mbak Asma Nadia Penulis buku juga, salah satu karya bukunya adalah “Sakinah Bersamamu”. Penyampaian materinya sangat persuasif sehingga mengajak peserta untuk menyegerakan sunah Rasulullah SAW. Senyumku saat mendengar salah satu peserta seminar yang baru saja menikah.

Beliau bilang, “Cinta akan tumbuh setelah menikah.” Dan beliau menambahkan nggak perlu khawatir bagi yang tidak berpacaran dalam memilih calon partner hidup. Tetap yakin pada kekuasaan Allah SWT.

Semoga Allah SWT memberikan jodoh yang terbaik untuk kita semua. Aamiin.

Tulisan ini untuk sahabatku yang ada di Cilegon, yang tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya semoga Allah mempermudah langkahmu. Barakallohu laka wa baarakallohu a’laika, wa jama’a bainakuma fii khoiir.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (26 votes, average: 8,46 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Alzena Valdis Rahayu
Alzena Valdis Rahayu, bernama asli Ririn Rahayu. Lahir di kota Serang 5 September 1988. Selama di kampus dulu ia aktif di berbagai organisasi internal dan eksternal salah satunya UKM TRAS (Tirtayasa Research Academic and Society), LDK Baabussalam, Himagron, Bem Faperta, KAMMI Untirta, dan FLP Serang. Selain itu juga penulis hobinya menulis, membaca, diskusi, dan travelling. Alumni Agroekoteknologi UNTIRTA. Aktivitas sekarang penulis sedang menempuh S2 Alhamdulillah penulis mendapatkan Beasiswa Unggulan Kemdiknas 2011 di Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi IPB. Motto hidupnya Selalu Belajar Sungguh-sungguh dan Berdoa.

Lihat Juga

ilustrasi (jilbabcantig.blogspot.com)

Murabbiyah, Ta’arufkan Akhwat yang Siap Menikah