02:58 - Kamis, 24 April 2014
Alzena Valdis Rahayu

Berlomba dalam Kebaikan

Rubrik: Cerpen | Oleh: Alzena Valdis Rahayu - 08/06/12 | 12:30 | 18 Rajab 1433 H

Keimanan kita bukan sekadar ucapan, ritual, dan gerakan lahiriah saja yang menandakan keyakinan kepada Allah. Akan tetapi, keimanan juga adalah menjalankan semua perintah Allah dan berlomba-lomba dalam kebaikan dengan salah satunya menginfakkan harta di jalan Allah.

Ilustrasi (syahrulsila.wordpress.com / dasraldesign)

dakwatuna.com - Handphoneku yang silver bernyanyi lagi dengan menandakan bahwa pesan masuk telah diterima dia adalah Ochie sahabat baruku yang kemarin menikah:

Assalamu’alaykum. Arin, ada info lomba artikel ni mau ikut ndak?

Aku langsung reply.

Mau… Mau temanya tentang apa ukht?? Dengan disisipi picture senyum.

Kemudian sahabatku balas.

Population, Food, Environment, Energy, and Ecology.

Tapi Rin deadline besok lohhhh!!!!

Aku reply lagi. Gubrak. Keburu gak yahhh Ochie?

Semangat!!!! Balasan sahabatku.

Oke syukron ukht atas infonya.

Aku langsung menyalakan laptop ku yang berwarna merah maroon, dan ku awali bissmillah setiap memulai ibadah. Pukul sembilan malam lebih lima belas menit Arin dengan khusyu mengerjakan artikelnya yang baru dikasih tau sahabatnya itu dengan deadline besok harus segera dikumpulkan di ditmawa (direktorat kemahasiswaan). Hobinya menulis sejak ia tekuni saat sma dulu. Memang cita-citanya ingin menjadi penulis best seller seperti Mbak Asma Nadia yang bukunya laris terjual selain menjadi dosen. Pengalaman kegiatannya lumayan cukup banyak dalam dunia menulis, namun Arin masih belum bisa produktif melakukan menulis seperti penulis umumnya yang selalu menghasilkan karya yang hebat dan luar biasa, seperti temanku Novita tulisannya sudah di mana-mana ada yang di media cetak maupun online bahkan sudah dijadikan buku. Karena kesibukan juga sebagai mahasiswa yang selalu banyak tugas akhirnya ia menulis sekadar hanya ada lomba saja baru ia menulis. Ugghh… batinku kesal. Ia sempat termenung dan berharap bisa memperbaiki waktunya untuk menulis.

Menurut Bunda Helvy Tiana Rosa dalam memberikan motivasinya kepada penulis saat mengisi seminar bulan lalu di Depok UI. Ada kata-kata indah yang membuat aku takjub sampai sekarang adalah “menulislah sebelum kau mati,” kemudian kata-kata dari Pramoedya Ananta Toer yang membuat aku kagum dan terus menulis adalah “orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah”. Karena karya-karya terbaik kita akan terus diingat sampai kapan pun walau kita nanti akan menghadapNya cepat atau nanti pasti akan meninggalkan dunia. Menginspirasi banget bukan? Aku juga ingin memiliki kebermanfaantan seperti beliau dengan karya-karyanya yang memberikan inspirasi bagi diri pribadi dan juga orang lain agar terus harum dan mewangi namaku nanti. Aamiin Ya Robba’almin.

“Fokus… Semangat… Semangat, “ Batinku menyemangati.

“Lumayan kan hadiahnya, kalau aku menang, bisa di infaqkan uangnya untuk yang membutuhkan. Aamiin Ya Allah.” Arin bersemangat dan fokus dalam artikelnya.

Ahad sore kemarin di Rumah Allah dengan gerimis yang sangat. Murabbiku menyampaikan materi halaqahnya tentang “membiayai dakwah dengan harta kita”. Subhanallah jika harta yang kita punya dimanfaatkan untuk dakwah maka Allah akan melipatgandakan harta kita dan Allah akan mencukupi kehidupan kita sehari-hari. Rasulullah SAW pernah ditanya oleh para sahabat, wahai Rasul kepada siapakah kami harus berinfaq? Mendengar pertanyaan dari para sahabat, Rasulullah menjawab. “Segala sesuatu yang kalian infaqkan dari kebaikan berilah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, fakir miskin dan ibnu sabil.” Pada masa Rasulullah SAW para sahabat berbondong-bondong untuk berinfaq, bahkan sampai-sampai Abu Bakar Siddiq menginfaqkan seluruh hartanya di jalan Allah, setelah Rasulullah mendengar hal tersebut, lantas Rasulullah bertanya kepada Abu Bakar, “Wahai sahabatku jika engkau menginfaqkan seluruh hartamu lalu apa yang kamu punya?” Tanya Rasul. Abu Bakar menjawab, “Aku masih memiliki Rasulullah, kekasih Allah”. Mendengar jawaban Abu Bakar Rasulullah langsung memeluk Abu Bakar dan berkata; Engkau bersama ku di Surga.

Subhanallah kepribadian Abu Bakar membuat kita ternganga dan terpesona akan manisnya kebaikan beliau. Semoga kita bisa melakukan demikian yang dicontohkan sahabat Rasulullah itu. Bahkan Umar saja tak mampu untuk menandinginya karena Umar hanya merelakan setengahnya saja dalam menginfaqkan hartanya.

Allah SWT berfirman. Siapakah di antara manusia yang mau membelanjakan (menginfaqkan) hartanya di jalan Allah, niscaya benar-benar akan Aku ganti. “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah ayat 261).

Pada saat materi halaqah juga dijelaskan bahwa harta kita bukan hanya materi saja, melainkan juga waktu luang kita, kesehatan kita, orang tua kita yang selalu mendukung apa yang kita kerjakan, saudara kita yang senantiasa memudahkan kita untuk melakukan kerjaan baik di waktu senang dan duka itu termasuk kemudahan kita untuk melakukan kebaikan.

Alhamdulillah tak terasa pukul setengah dua belas malam artikel ku sudah finish dan tinggal dikumpulin besok di rektorat bagian kemahasiswaan IPB. Akhirnya mataku terpejam sesaat. Pukul tiga malam aku terbangun untuk menunaikan shalat malam dengan tenang, dan khusyu untuk mendekatkan diri kepadaNya. Sejuknya saat itu dengan air mata yang membasahi wajahku di saat aku bermunajat kepadaNya. “Salah satu doaku adalah “Ya Allah aku ingin menyampaikan kebaikan melalui tulisanku ini, semoga Engkau meridhai apa yang hamba lakukan. Aamiin.

Saat aku meminta padaNya, aku pun teringat dan terenyuh ketika sahabatku membacakan surah Al Hasyr ayat 18 dengan segala firmanNya yang Mahabenar.

“Wahai orang-orang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (AKHIRAT), dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Mari saudaraku berlomba-lomba menuju kebaikan!

Termotivasi dengan materi halaqah kemarin, semoga memberikan manfaat untuk kalian yang membaca. Aamiin ya Robbal’alamin.

Alzena Valdis Rahayu

Tentang Alzena Valdis Rahayu

Alzena Valdis Rahayu, bernama asli Ririn Rahayu. Lahir di kota Serang 5 September 1988. Selama di kampus dulu ia aktif di berbagai organisasi internal dan eksternal salah satunya UKM TRAS… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (10 orang menilai, rata-rata: 5,40 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/people/Halimah-Bros/100003737385859 Halimah Bros

    Tetehku sayang,SemangKA.Halimah adikku di Untirta.^^;

    • http://profile.yahoo.com/SKGJ2YMLUTC73OQEG46OJR2QFM RIRIN RAHAYU

      Oke adikqu Halimah, semangat karena Allah :)

Iklan negatif? Laporkan!
101 queries in 0,992 seconds.