17:23 - Kamis, 20 Juni 2013

HUT ke-89 NU: Pembangunan Karakter Bangsa Mendesak

Rubrik: Nasional | Kontributor: Tim dakwatuna - 07/06/12 | 09:19 | 17 Rajab 1433 H

Logo NU (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa pembangunan karakter merupakan kebutuhan mendesak yang harus dilakukan bangsa Indonesia.

“Karena ini merupakan persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini,” kata Said Aqil saat acara syukuran hari lahir NU ke-89 tahun Hijriah di Gedung PBNU di Jakarta, Rabu malam.

Apalagi, gelombang globalisasi yang begitu besar melanda sendi-sendi bangsa di semua sektor kehidupan telah menyebabkan kemerosotan moral dan lunturnya karakter.

Said Aqil mengatakan, dengan adanya pembangunan karakter maka pembangunan bangsa bisa dilaksanakan dan ini merupakan modal dasar untuk membangun negara.

“Dengan nation building ini maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani, karena memiliki kepribadian nasional yang kokoh, sehingga bisa berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa beradab yang lain,” katanya.

NU sebagai organisasi keagamaan, kata Said Aqil, justru tidak pernah berhenti melakukan pembangunan karakter dan bangsa, dengan menanamkan rasa cinta tanah air dan bangga terhadap sejarah serta peradaban sendiri.

“Bangsa yang tidak memiliki karakter akan kehilangan segalanya. Politiknya akan hilang, peradabannya akan merosot dan aset ekonominya pun akan dijarah bangsa lain akhirnya akan menjadi bangsa yang miskin dan tidak terhormat,” katanya.

Hal itulah, lanjut Said Aqil, yang mendorong NU tidak henti-hentinya menanamkan rasa cinta tanah air.

“Penegasan pada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI ini merupakan bentuk paling nyata dari rasa cinta tanah air tersebut. Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman,” katanya. (S024/Suryanto/Ant)

Redaktur: Hendra

Topik: ,

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 8,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://profile.yahoo.com/VE35JZMFRCACNKAQWE73B22R3Q antho

    Derajat
    Orang disebut Islam (Muslimin) karena mengucapkan syahadat pengakuan 
    mengesakan Tuhan dan kenabian Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. 
     
    Orang disebut Iman (Mukminin) karena membaca al-Quran sebagai pengetahuan
    meyakini seluruh kebenaran hikmahnya sebagaimana Muhammad meneladankan. 
     
    Orang disebut Takwa (Mutakin) karena mengamalkan semuanya sebagai perbuatan
    tidak mengkhianati amanah, tidak ingkar janji, dan selalu mengatakan kebenaran. 
     
    Orang disebut Ikhlas (Mukhlisin) karena sangat meyakini diri sebagai hamba Tuhan
    tiada daya upaya pengetahuan kecuali karena-untuk-kembali sebagai peribadatan.
     
    Orang disebut Abdal (Abadillah) karena menjadikan syareat sebagai jalan kebenaran
    menuju tapak harkat-martabat-derajat-hakekat manusia sampai ke kesempurnaan. 
     
    Alih-alih setiap manusia belajar ilmu dunia melalui kelima tahapan itu di sekoahan
    di TK/SD, SMP, SMA, Perti, Pascasarjana, hingga menjadi profesor asli atau jiplakan. 
     
    Kesimpulan, bangsa Indonesia hanyalah bangsa mayoritas Muslim di dunia
    artinya baru sebatas pengakuan anak-anak TK/SD, makanya kebejatan akhlak merajalela.
     
    (AMM.MaqamPerjamuan.08:08.06-06-2012)      

Iklan negatif? Laporkan!
49 queries in 0,676 seconds.