Home / Berita / Daerah / MUI Pekanbaru Kecam Pelarangan Karyawan Shalat Jum’at

MUI Pekanbaru Kecam Pelarangan Karyawan Shalat Jum’at

Logo MUI

dakwatuna.com – Pekanbaru, Riau. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru, Riau, mengecam pelarangan karyawan toko atau perusahaan di sana shalat Jumat semata-mata demi keuntungan pemilik usaha.

“Kami sangat mengecam pelarangan shalat Jumat itu. Untuk itu, MUI juga telah meminta pihak pengusaha bersangkutan merundingkan hal itu,” kata Ketua MUI Pekanbaru, H Ilyas Husti, di Pekanbaru, Selasa.

Kasus ini kata Ilyas, sebelumnya juga telah dilaporkan ke MUI Pekanbaru oleh organisasi mayarakat yang ada di ibukota Riau itu.

“Atas laporan ini, kami sebelumnya juga telah melakukan pengecekan langsung ke toko atau perusahaan yang dimaksud, yakni Toko Sony Elektronik yang berlokasi di Jalan Sudirman serta Toko Duta Elektronik di Jalan Soebrantas,” katanya.

Dari hasil penelusuran itu, kata dia, ternyata faktanya sama dengan apa yang dilaporkan dan pihak toko telah melakukan pelanggaran hak dalam beragama. (KR-FZR/E001/Ade Marboen/Ant)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Kami mendukung apa yang akan dilakukan oleh MUI,..namun masalahnya apakah karyawan karyawan tersebut jika diberi waktu untuk shollat mereka benar benar akan shollat ?..melihat situasi saat ini..Jangankan untuk shollat..( cara berpakaian ) para karyawan tersebut kadang tidak mecerminkan pakaian untuk shollat (pakaianya ) pakai celana panjang yg asal asalan…Rambut acak acakan…,Pada dasarnya kami mendukung (tapi kita juga harus membina) karyawan karyawan yg tidak layak menuju masjid menjadi orang orang yang layak datang ke masjid (sebagai tempat ibadah) bukan sebagai tempat istirahat siangnya para karyawan ….

  • Kami mendukung apa yang akan dilakukan oleh MUI,..namun masalahnya
    apakah karyawan karyawan tersebut jika diberi waktu untuk shollat mereka
    benar benar akan shollat ?..melihat situasi saat ini..Jangankan untuk
    shollat..( cara berpakaian ) para karyawan tersebut kadang tidak
    mecerminkan pakaian untuk shollat (pakaianya ) pakai celana panjang yg
    asal asalan…Rambut acak acakan…,Pada dasarnya kami mendukung (tapi
    kita juga harus membina) karyawan karyawan yg tidak layak menuju masjid
    menjadi orang orang yang layak datang ke masjid (sebagai tempat ibadah)
    bukan sebagai tempat istirahat siangnya para karyawan ….Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/20915/mui-pekanbaru-kecam-pelarangan-karyawan-shalat-jumat/#ixzz1sUvyVTGX

Lihat Juga

Ketua MUI Din Syamsuddin.  (panjimas.com)

Ulama Minta Umat Islam Kawal Kasus Ahok

Organization